Contoh Keragaman Hayati Tingkat Ekosistem, Spesies, dan Genetik Lengkap

Keragaman hayati sudah sepatutnya untuk dijaga dan dilesatrikan. Simak berbagai keragaman hayati yang ada di bawah ini.

26 Juli 2023 Aditya

Contoh Keragaman Hayati Tingkat Ekosistem, Spesies, dan Genetik Lengkap – Keragaman hayati penting untuk menjaga lingkungan. Sebab, keragaman hayatilah yang akan mempengaruhi kondisi dari alam itu sendiri.

Sudah sepantasnya keragaman hayati itu dijaga, dan jangan sampai rusak dengan tangan-tangan dari manusia. Keragaman hayati juga diartikan sebagai kondisi di sebuah wilayah, yang menjadi hunian makhluk di alam liar.

Bila kamu ingin memahami apa saja keragaman hayati, kamu bisa membaca artikel berikut ini. Sebab, Mamikos sudah memberikan informasi tentang contoh keragaman hayati tingkat ekosistem, spesies, dan genetic.

Tentang Keragaman Hayati

Contoh Keragaman Hayati Tingkat Ekosistem, Spesies, dan Genetik Lengkap
https://unsplash.com/@davealmine

Keanekaragaman hayati merupakan suatu istilah yang kerap digunakan, untuk dapat menggambarkan keanekaragaman pada makhluk hidup ataupun sumber daya alam di suatu wilayah.

Kamu bisa melihat bagaimana keanekaragaman hayati pada berbagai macam tingkat kehidupan, mulai dari organisme seluker hingga organisme multiseluler.

Keanekaragaman dari makhluk hidup dapat terjadi, sebab adanya perbedaan dari warna, ukuran, bentuk, jumlah, tekstur, penampilan, dan juga sifat.

Salah satu faktor penyebab wilayah Indonesia mempunyai keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, yaitu berdasarkan pada letak geografis wilayah Indonesia yang juga dilewati oleh garis zamrud khatulistiwa serta mempunyai iklim tropis.

Pohon-pohon yang tumbuh dengan besar dan tinggi, serta banyaknya jenis dari satwa di Indonesia telah menjadi bukti dari keanekaragaman hayati.

Istilah dari keanekaragaman hayati, juga dinamakan sebagai biodiversitas. Tidak hanya sekadar pada sebutan, biodiversitas menjadi salah satu dari indikator kesehatan dalam suatu ekosistem, melansir dari European Comission.

Ambil contoh daja pada perbandingan di kutub dan juga di negara tropis. Variasi hewan dan tumbuhan pada lingkungan dengan cuaca yang esktrem, tidak sebanyak pada negara yang bersuhu hangat serta curah hujan yang cukup.

Selain itu, polusi, perubahan iklim, ataupun aktivitas dari manusia turut dapat memengaruhi keberlangsungan sebuah ekosistem.

Bila tidak memperoleh perhatian secara khusus, maka dapat berisiko terjadinya kepunahan seperti pada jutaan tahun yang lalu.

Contoh Keragaman Hayati Tingkat Genetik

Gen adalah tingkan dari keanekaragaman hayati yang pertaman. Mengapa menjadi yang pertama? Hal ini disebabkan gen merupakan satuan terkecil, dalam proses pembentukan keanekaragaman hayati.

Lalu, apa itu pengertian dari gen? Gen merupakan faktor pembawa sifat keturunan, yang terdapat pada kromosom.

Setiap susunan dari gen akan memberikan sebuah penampakan (fenotipe), baik itu anatomi maupun fisiologi dalam setiap organisme.

Perbedaan pada susunan gen, akan mengakibatkan terjadinya perbedaan dari penampakan, baik itu dari sifat ataupun secara keseluruhan.

Perbedaan yang ada pada setiap organisme inilah, yang juga menjadi dasar dalam keanekaragaman gen ataupun struktur gen.

Dalam hal ini, tingkat dari keanekaragaman gen bisa dilihat pada adanya sebuah variasi 1 spesies.

Keanekaragaman sifat genetik yang terdapat pada makhluk hidup, akan dikendalikan oleh gen-gen yang terdapat di dalam keromosom yang dimiliki oleh makhluk hidup tersebut.

Keromosom di daperoleh dari kedua Induknya melewati pewarisan sifat, akan tetapi gen juga bisa dipengarui dari kondisi lingkungan tempat hidupnya untuk berkembang.

Misalnya saja, bibit pohon mangga yang memiliki sifat berbuah besar, kemungkinan tidak akan bisa berbuah besar bila ditaman di tempat (iklim) yang berbeda.

Keanekaragaman gen juga bisa ditingkatkan melewati perkawinan silang, antara spesies yang satu dengan spesies yang berbeda dari sifatnya.

Dengan cara semacam ini, maka kamu bisa mendapatkan sifat genetik yang baru dari suatu organisme-organisme dalam suatu spesies.

Berdasarkan pada uraian di atas, bisa disimpulkan jika yang menyebabkan terjadinya proses keanekaragaman di dalam satu spesies, yakni dari faktor gen (genotif) serta faktor lingkungan (environment).

Keragaman Hayati Tingkat Spesies

Secara sederhana, bila tingkat keanekaragaman hayati gen bisa dijumpai pada satu spesies, maka untuk keanekaragaman hayati spesies bisa dijumpai pada beberapa spesies (dalam genus dan familia yang sama).

Jadi, keanekaragaman hayati di tingkat spesies akan memperlihatkan pada keanekaragaman, ataupun variasi yang terdapat di berbagai spesies makhluk hidup, dalam genus ataupun familia yang sama.

Pada berbagai macam spesies tersebut, terdapat perbedaan-perbedaan dari sifat.

Keragaman Hayati Tingkat Ekosistem

Ekosistem adalah tingkat keanekaragamn hayati yang terakhir. Dalam sebuah ekosistem, terjadi proses hubungan timbal balik antara komponen biotik (makhluk hidup), dengan komponen abiotik (lingkungannya).

Beberapa macam faktor abiotik yang dapat mempengaruhi faktor biotik, yakni iklim, tanah, air, kelembapan, cahaya, mineral, angin, udara, suhu, serta tingkat keasaman.

Keanekaragaman faktor abiotik yang ada, akan menimbulkan sebuah kondisi yang berbeda dalam setiap ekosistem.

Cara untuk dapat mengetahui adanya sebuah keanekaragaman hayati dalam tingkat ekosistem, bisa dilihat dari satuan ataupun tingkatan pada organisasi kehidupan di tempat tersebut.

Secara garis besar, terdapat dua macam ekosistem utama, yakni ekosistem perairan (ekosistem aquatik) serta ekosistem daratan (eksosistem terestrial).

Ekosistem perairan bisa dibagi menjadi beberapa macam, yakni ekosistem pantai, ekosistem hutan bakau, ekosistem laut, ekosistem air tawar, serta ekosistem terumbu karang.

Sedangkan ekosistem darat dapat terbagi atas beberapa bioma. Bioma bisa diartikan juga sebagai sebuah kesatuan antara iklim dominan, dengan vegetasi dan hewan yang hidup di dalam iklim dominan tersebut.

Bisa juga diartikan sebagai daratan luas, yang mempunyai karakteristik dari komponen biotik dan abiotik.

Beberapa dantaranya yakni seperti bioma gurun, bioma savana, bioma padang rumput, bioma hutan gugur, bioma taiga, bioma hutan hujan tropis, dan juga bioma tundra.

Manfaat Keragaman Hayati

1. Manfaat bidang ekonomi

Flora dan fauna bisa mempunyai nilai ekonomi. Seperti yang telah diketahui, beberapa tumbuhan berkayu semacam jati, seringkali digunakan sebagai bahan bangunan dan furniture. Bahkan dapat menjadi komoditi ekspor yang bisa menambah devisa negara.

Beberapa tumbuhan juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan, serta menjadi bahan pembuatan obat.

Hewan seperti ikan, unggas, dan rumensia (sapi, kambing, dan sejenisnya) dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan.

Beberapa industri makanan ataupun industri lainnya, akan membutuhkan flora dan fauna sebagai bahan baku dari produksi.

Dengan demikian, semakin beragamannya flora dan fauna yang dimiliki, maka akan semakin tinggi pendapatan yang bisa diperoleh.

2. Manfaat bidang ekologi

Hutan hujan tropis yang adalah bagian dari biodiversity, mempunyai nilai ekologis yang beperan aktif dalam kelestarian bumi.

Hutan akan menghasilkan oksigen serta menyerap karbon dioksida, sehingga udara pun menjadi lebih segar dan juga bersih.

Kemampuan tersebut jugalah yang dapat mencegah terjadinya proses efek rumah kaca. Sehingga kestabilan dari iklim global bisa tetap terjaga.

3. Manfaat bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK)

Keanekeragaman hayati bisa dimanfaatkan sebagai pengembangan ilmu pengetahuan. Hingga sekarang ini, masih terdapat banyak kajian ilmiah tentang flora dan fauna yang terdapat di bumi.

Semakin banyaknya jumlah flora dan fauna, maka akan semakin berkembang pula ilmu pengetahuan.

Misalnya saja, sekarang ini masih banyak penelitian mengenai potensi berbagai macam tumbuhan sebagai obat herbal.

Ataupun penelitian mengenai persilangan tanaman, untuk dapat menghasilkan varietas baru yang lebih unggul.

4. Manfaat bidang sosial dan budaya

Ragam flora dan fauna yang terdapat di Indonesia, juga dapat berpengaruh terhadap sosial budaya di masyarakat.

Terdapat beberapa agama di Indonesia, yang akan menggunakan hewan ataupun tumbuhan tertentu dalam upacara keagamaan ataupun adat.

Contoh Keragaman Hayati Tingkat Ekosistem, Spesies, dan Genetik

Contoh Keragaman Hayati Tingkat Ekosistem

Secara lebih detail, berikut ini merupakan contoh dari tingkat keanekaragaman ekosistem:

a. Ekosistem taiga

Ekosistem ini didoinasi dengan tumbuhan berdaun jarum ataupun konifer, seperti pinus yang bisa dijumpai pada daerah pegunungan serta daerah subtropics.

b. Ekosistem tundra

Ekosistem ini didominasi dengan tumbuhan lumut, yang bisa dijumpai di daerah puncak gunung serta dekat kutub.

c. Ekosistem padang rumput

Ekosistem ini didominasi dengan rumput serta terletak di daerah yang kering.

d. Ekosistem hutan hujan tropis

Ekosistem ini dinamakan juga dengan hutan heterogeny, sebab banyaknya tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam. Letaknya berada pada daerah tropis, dengan peyinaran cahaya matahari yang kontinu.

e. Ekosistem pantai

Ekosistem ini didominasi dengan formasi barringtonia dan juga formasi pes caprae

f. Ekosistem padang pasir

Ekosistem ini didominasi dengan tumbuhan kaktus serta iklim panas

Contoh Keragaman Hayati Tingkat Spesies

a. Keanekaragaman famili Palmae, contohnya seperti: kelapa, palem, siwalan, aren, lontar

b. Keanekaragaman famili Fellidae, contohnya seperti: harimau, kucing, singa

c. Keanekaragaman familia graminae, contohnya seperti: rumput teki, padi, jagung

d. Keanekaragaman famili Papilionaceae, contohnya seperti: kacang buncis, kacang tanah, kacang panjang, kacang kapri

e. Keanekaragaman genus Ficus, contohnya seperti: pohon beringin (Ficus benjamina) dan pohon Preh (Ficus ribes)

f. Keanekaragaman genus Ipomoea, contohnya seperti: ketela rambat (Ipomoea batatas) dan kangkungan (Ipomoea crassicaulis)

Contoh Keragaman Hayati Tingkat Genetik

Contoh tingkat keanekaragaman gen hewan

a. Keanekaragaman spesies kelapa, contohnya seperti: kelapa hijau, kelapa gading, kelapa kopyor, dll

b. Keanekaragaman spesies pisang, contohnya seperti: pisang raja, pisang ambon, pisang emas, dll

c. Keanekaragaman spesies padi, contohnya seperti: IR, PB, Sedani, Barito, Rojolele, Bumiayu, Delangu.

d. Keanekaragaman spesies bunga mawar, contohnya seperti: Rosa gallica, Rosa damascene, Rosa canina

e. Keanekaragaman spesies bawang, contohnya seperti: bawang merah, bawang putih, dan bawang bombai

Contoh tingkat keanekaragaman gen tumbuhan

f. Keanekaragaman spesies anjing, contohnya seperti: anjing doberman, Collie, bulldog, herder, anjing kampung, dll

g. Keanekaragaman spesies ayam, contohnya seperti: ayam bangkok, ayam pedaging, ayam petelur, dll

h. Keanekaragaman spesies kucing, contohnya seperti: kucing angora, kucing persia, dll

i. Keanekaragaman spesies kambing, contohnya seperti: kambing gibas, kambing jawa, dll

Penutup

Itu tadi pembahasan mengenai contoh keragaman hayati tingkat ekosistem, spesies, dan genetic, semoga artikel di atas dapat membantu kamu dalam memahami apa saja keragaman hayati yang terdapat di alam.

Demikian pembahasan mengenai contoh keragaman hayati tingkat ekosistem, spesies, dan genetic, kamu dapat membaca artikel lainnya tentang keragaman hayati atau lingkungan alam pada kolom yang tersedia di Mamikos.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idaman mu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta

Close