16 Ciri Negara Berkembang dan Maju beserta Contoh Negaranya Lengkap
Apa saja ciri negara berkembang dan negara maju? Simak pembahasan lengkapnya pada artikel berikut ini.
- Negara maju memiliki tingkat pembangunan sosial, ekonomi, dan teknologi yang tinggi dengan standar hidup dan akses layanan publik merata; negara berkembang masih dalam proses meningkatkan kualitas hidup warganya meski tidak selalu terbelakang.
- Ciri pembeda utama: perbedaan pendapatan per kapita (negara berkembang umumnya di bawah sekitar USD 1.145/tahun; negara maju di kisaran USD 14.005β20.000/tahun menurut World Bank 2024β2025), pemerataan infrastruktur dan teknologi, kualitas pendidikan & kesehatan, tingkat pengangguran dan keamanan, serta komposisi ekspor (bahan mentah vs produk bernilai tambah).
- Contoh & implikasi: Contoh negara berkembang (mis. Indonesia, Vietnam, Nigeria) dan maju (mis. Jepang, AS, Jerman); status negara bisa berubah seiring pembangunan, dan memahami perbedaan ini berguna untuk keputusan studi/kerja atau kebijakan.
Pernahkah kamu membicarakan kondisi suatu negara? Biasanya, ada istilah negara yang maju dan negara berkembang. Tapi, untuk menentukan perbedaannya, kamu perlu tahu ciri negara berkembang dan maju. πΊοΈπ
Yuk, simak artikel ini agar kamu tahu sejauh mana suatu negara sudah mencapai standar pembangunannya.
Daftar Isi
Ciri Negara Berkembang dan Maju

Melihat ada bangunan tinggi berdiri di suatu negara, jalan yang mulus, hingga tata kota yang rapi, apakah kamu menganggapnya sebagai negara maju (developed country)?
Ternyata standar pembangunan suatu negara tidak hanya bisa dilihat dari kondisi fisiknya saja. Lebih dari itu, kualitas pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan warganya juga harus dilihat.
Ketahui terlebih dahulu definisi negara maju dan berkembang agar tidak tertukar.
Negara maju dapat didefinisikan sebagai negara yang telah mencapai tingkat pembangunan yang superior dalam aspek sosial, ekonomi, dan teknologi, melampaui standar yang dicapai oleh negara-negara lain.
Penduduk di negara maju bisa menikmati standar hidup tinggi, akses layanan publik secara merata, dan kestabilan sistem ekonomi.
Negara berkembang merupakan negara yang masih dalam proses meningkatkan kualitas hidup warganya. Namun, hal tersebut tidak berarti negaranya terbelakang melainkan sedang bersiap menuju kemajuan.
Ciri-Ciri Negara Berkembang
Berikut ini adalah ciri-ciri negara berkembang yang dapat kamu jadikan acuan untuk membedakannya dengan negara maju.
1. Pendapatan Per Kapita Rendah hingga Menengah
Parameter pendapatan per kapita suatu negara dikatakan rendah jika nominalnya di bawah USD 1145 per tahun menurut data terbaru World Bank (tahun 2024-2025).
Sementara itu, negara berkembang umumnya memiliki rentang pendapatan per kapita menengah bawah hingga menengah atas.
Pendapatan per kapita yang rendah hingga menengah dipengaruhi keterbatasan lapangan kerja pada sektor formal dan dominasi sektor pertanian.
2. Ketergantungan pada Sektor Pertanian dan Sumber Daya Alam
Mayoritas negara berkembang merupakan negara agraris yang hasil perekonomiannya sangat bergantung pada produk pertanian, kehutanan, perikanan, dan pertambangan.
Kondisi ini membuat ekonomi di negara berkembang rentan dipengaruhi fluktuasi harga komoditas global dan perubahan iklim.
3. Keamanan Belum Terjamin
Jika dibandingkan negara maju yang keamanan negara dan warganya menjadi prioritas, di negara berkembang, keamanannya masih dalam tahap pengembangan.
Hal ini ditunjukkan dengan angka kriminalitas yang masih tinggi di negara berkembang yang kemudian berpengaruh pada kenyamanan tinggal warga negaranya.
4. Infrastruktur Belum Merata
Di negara berkembang, akses layanan seperti air bersih, sanitasi, listrik, dan internet masih belum merata, apalagi di wilayah pedesaan dan wilayah yang tidak mudah dijangkau.
Infrastruktur yang belum merata menunjukkan adanya kesenjangan antara kondisi di suatu wilayah, sehingga berdampak pada kualitas hidup warganya.
5. Fasilitas Kesehatan dan Pendidikan Terbatas
Dibandingkan dengan negara maju, fasilitas kesehatan di negara berkembang masih terbatas, sehingga warga negaranya bisa rentan terserang penyakit.
Faktor tersebut turut berkontribusi pada angka kematian di negara berkembang yang lebih tinggi dan angka harapan hidup yang lebih rendah.
6. Perkembangan Penduduk Sangat Besar
Tidak terkendalinya pertambahan penduduk membuat rata-rata jumlah penduduk di negara berkembang lebih besar dibandingkan di negara maju.
Hal tersebut bisa disebabkan edukasi yang kurang dan fasilitas kesehatan terkait kesehatan reproduksi yang belum maksimal.
Jika terus berlangsung dalam jangka panjang, pertambahan penduduk yang tidak terkendali akan menimbulkan masalah baru, seperti keterbatasan lapangan kerja, meningkatnya kriminalitas, dan menurunnya kesejahteraan penduduk.
7. Angka Pengangguran Tinggi
Peluang kerja yang belum merata membuat angka pengangguran di negara berkembang masih tinggi.
Secara tidak langsung, tingkat pendidikan yang belum merata turut menjadi faktor penyebab tingginya angka pengangguran.
Tentu dibandingkan dengan negara maju yang fasilitas pendidikannya sudah bagus dan lapangan kerjanya lebih banyak , negara berkembang perlu mengejar ketertinggalan.
8. Ekspor Lebih Rendah Dibandingkan Impor
Negara berkembang lebih banyak melakukan impor barang dari luar negeri karena pengelolaan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia yang belum sebaik negara maju.
Jika impor terus dilakukan, artinya suatu negara masih bergantung dari negara lain sehingga posisinya tidak stabil.
Sebaliknya, jika suatu negara sudah banyak melakukan ekspor dan mengurangi impor, negara tersebut merupakan negara mandiri yang bisa memenuhi kebutuhannya dan tidak bergantung pada negara lain.
Halaman:



