Alasan Resign yang Baik dan Jawaban Berhenti dari Pekerjaan Saat Interview

Alasan Resign yang Baik dan Jawaban Berhenti dari Pekerjaan Saat Interview – Hal yang dianggap mudah namun sebenarnya sulit untuk dijawab adalah alasan berhenti kerja saat di interview. Biasanya, jawaban interview alasan pindah kerja membuat bingung. Ada yang merasa bahwa alasan kepindahan adalah hal yang harus ditutupi. Oleh karena itu, Mamikos akan memberikan referensi alasan pindah kerja yang bukan klise serta alasan resign yang masuk akal.

Apa Itu Resign kerja / Risen?

Resign sebenarnya merupakan istilah lain dari mengundurkan diri. Sudah bukan hal yang aneh lagi jika seseorang mengundurkan diri dari pekerjaannya. Tidak hanya dilakukan oleh karyawan yang masih berstatus staff saja, bahkan atasan pun bisa resign dari pekerjaannya.

Alasan resign juga bermacam-macam. Alasan paling sering ditemukan ketika resign adalah jenuh dengan rutinitas, pekerjaan yang semakin tidak manusiawi, pekerjaan tidak sesuai bidang studi. Ada pula alasan internal seperti masalah pribadi dengan atasan atau malah masalah dengan rekan kerja. Jika ada perusahaan yang mensyaratkan status single untuk karyawan, terkadang ada yang resign karena ingin menikah.

Resign juga bisa dilakukan ketika karyawan tidak melanjutkan perpanjangan kontrak. Jika perusahaan tempat kamu bekerja tidak memiliki karyawan tetap, akan ada pembaruan karyawan secara berkala. Jika tidak, biasanya ada penandatanganan kontrak baru terkait perpanjangan waktu kerja. Apabila tidak menandatangani surat, maka akan dianggap mengundurkan diri.

Sulitnya Melakukan Resign

Memutuskan resign bukanlah hal yang mudah. Perlu pertimbangan dan persiapan matang agar kehidupan tetap stabil pasca pindah pekerjaan. Jangan sampai resign yang kamu lakukan hanya didasarkan emosi semata saja. Bahkan, kamu perlu mempertimbangkan resign beberapa hari sebelum mengambil keputusan agar tidak menyesal.

Tidak disarankan melakukan resign secara dadakan kecuali memang ada hal yang sangat penting dan mendesak. Alasan resign mendadak dianggap tidak baik dan bisa membuat citra diri menjadi buruk. Selain itu, perusahaan juga tidak akan memiliki persiapan untuk mencari pengganti orang yang resign dadakan tersebut.

Apa yang Dimaksud One Month Notice?

Mungkin kamu belum tahu istilah ‘one month notice’ yang diberlakukan pada perusahaan. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, resign tidak bisa dilakukan mendadak dan harus profesional. Alasannya, kamu tidak bekerja untuk diri sendiri, tetapi untuk perusahaan yang membawahi banyak orang.

One month notice adalah sebuah aturan bagi karyawan untuk memberitahu keputusan resign, maksimal 30 hari sebelum pergi. Bahkan, aturan ini terdapat pada UU No. 13 Pasal 162 ayat 3 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Penjabatan syarat resign kerja menurut Undang-Undang No. 13 tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Karyawan wajib mengajukan surat pengunduran diri selambat-lambatnya 30 hari sebelum tanggal pengunduran diri yang dikehendaki.
  2. Karyawan sedang tidak berada dalam ikatan dinas.
  3. Karyawan tetap melaksanakan kewajiban kerja hingga tanggal pengunduran diri.

Mengapa One Month Notice Penting?

Sebenarnya one month notice bisa menjadi sangat penting karena menyangkut hubungan pribadi dengan perusahaan. Tanpa pemberitahuan yang jelas, hubungan pribadi dengan atasan, bahkan perusahaan menjadi buruk. Padahal bisa saja kinerjamu selama berada di kantor dinilai baik dan profesional. Tidak hanya itu, hubungan dengan rekan kerja juga akan terganggu karena mereka turut terkena imbas dari pengunduran dirimu.

Sanski terhadap pengunduran diri yang tidak sesuai ketentuan one month notice bisa kamu dapatkan. Kamu perlu mencermati kembali kontrak kerja dengan perusahaan tempat kerja. Jika tidak ada klausul atau ketentuan sanksi atau denda,  tidak masalah jika kamu mengajukan pengunduran diri.

Bagaimana Cara Resign yang Baik?

Pengunduran diri tidak hanya menyangkut hubungan antara bawahan dan atasan saja. Agar pengunduran dirimu profesional, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan.

1. Tidak boleh mendadak

Patuhi aturan one month notice yang diterapkan perusahaan. Melakukan resign sehari sebelum kamu pergi sangat dilarang. Setidaknya berikan pengajuan resignmu satu minggu atau beberapa hari sebelum kamu memutuskan untuk berhenti. Tinjau kembali aturan yang mungkin diterapkan pada perjanjian kerja.

2. Menyampaikan surat resign secara langsung

Mekanisme pengunduran diri sering dianggap sebagai proses yang rumit. Namun, kamu bisa langsung bertemu pada atasan untuk membicarakan masalah ini. Hal tersebut sangat penting karena menyangkut keberlangsungan perusahaan. Atasan akan membuat kebijakan rekrutmen atau pengalihan tugas kerja pada karyawan lainnya.

3. Tidak menurunkan performa kerja

Alasan resign yang sudah kamu utarakan sebaiknya tidak menjadi penyebab kinerjamu menurun. Bagaimanapun juga, sebelum kamu pergi, kamu masih terhitung sebagai karyawan perusahaan. Jangan sampai semangat dan profesionalitas yang kamu jaga selama ini justru hilang. Apabila alasan resign yang kamu ajukan disetujui, tetaplah bekerja keras. Kamu juga akan tetap mendapatkan gaji. Tinggalkan kesan positif sebelum kamu meninggalkan perusahaan.

4. Mengembalikan barang pinjaman

Meminjam barang kantor untuk dibawa pulang atau digunakan untuk keperluan pribadi sangat tidak dianjurkan. Apabila hal tersebut sudah terlanjur terjadi, kamu perlu mengembalikan barang yang masih terbawa. Pastikan bahwa kondisi barang yang kamu pinjam tidak rusak dan tetap utuh.

5. Berpamitan pada atasan dan rekan kerja

Kedatanganmu di perusahaan yang disambut baik perlu ditutup dengan baik pula. Sebelum kamu benar-benar pergi, berpamitan pada orang yang terlibat pekerjaan dengan kamu sangatlah penting. Apabila tidak mendapat kesempatan untuk berpamitan langsung, gunakan email atau sosial media.

Alasan Resign yang Baik

Kini saatnya kamu mempersiapkan alasan kuat untuk resign yang baik. Biasanya atasan memang sudah mengetahui alasan mengundurkan diri. Bamun, kamu tetap perlu mempertegasnya. Sampaikan alasan resign secara sopan tanpa menyakiti atasan atau menjelek-jelekkan perusahaan.

1. Tidak ada jenjang karier yang jelas

Alasan terkait jenjang karier bisa kamu sampaikan apabila kamu sudah lama bekerja di perusahaan. Mungkin perusahaan pernah memberikan kamu janji kenaikan jabatan, Namun, sampai saat ini kamu tidak kunjung mendapatkannya. Bahkan, ada yang dijanjikan menjadi pegawai tetap, tapi perusahaan malah merekrut karyawan lain.

2. Budaya kerja yang tidak sesuai keinginan

Perbedaan budaya kerja sering menjadi alasan utama seseorang resign. Meskipun terkesan remeh, seseorang tidak mungkin bekerja tanpa atmosfer yang nyaman. Jika rekan kerjamu tidak profesional dan justru melimpahkan banyak pekerjaan padamu, saatnya kamu melakukan resign. Ada pula atasan yang bertindak sewenang-wenang. Atasan sering meminta bawahannya mengerjakan pekerjaan tidak sesuai kemampuan. Bahkan, tidak jarang ada bawahan yang dipermalukan di depan umum.

3. Pekerjaan tidak sesuai dengan kontrak kerja

Kemampuan yang serba bisa dan mudah beradaptasi sering dimanfaatkan perusahaan. Jika kamu merasa beban kerjamu sudah melenceng jauh dari kontrak, kemukakan alasan tersebut ketika resign. Pastikan terlebih dahaulu pada kontrak kerja. Kamu bahkan bisa menuntut perusahaan apabila perjanjian yang ditandatangani bermaterai. Lain halnya jika kemampuanmu dimanfaatkan perusahaan dengan pemberian kompensasi. Hal tersebut tidak dianggap sebagai masalah besar.

4. Ingin berwiraswasta

Alasan untuk berhenti bekerja yang paling kuat adalah ingin mendirikan perusahaan atau ingin mengembangkan usaha sendiri. Kamu bahkan bisa mengatakan bahwa tidak akan bekerja di perusahaan lain setelah lepas dari perusahaan lama. Bahkan, hubunganmu dengan perusahaan lama akan tetap berjalan dengan baik dan tidak menjadi rival.

5. Meneruskan studi

Tidak ada perusahaan yang akan menahan karyawannya apabila ingin menimba ilmu. Apalagi jika setelah lulus ia akan kembali ke perusahaan tersebut untuk mengembangkan diri. Oleh karena itu, sebaiknya kamu menyusun rencana matang terkait studi yang akan ditempuh sekaligus tempat tujuan. Perusahaan bahkan bisa memberikan dukungan berupa surat rekomendasi. Jika lokasi studimu berada di tempat yang sama dengan perusahaan,  kamu  bisa diberikan dispensasi. Sudah banyak mahasiswa yang kuliah sambil bekerja, sehingga tetap mendapatkan gaji.

6. Pindah tempat tinggal

Jika alasan yang kamu utarakan adalah pindah lokasi tempat tinggal, besar kemungkinan perusahaan tidak akan menahanmu. Jarak antara tempat kerja dengan tempat tinggal kerap menjadi prioritas perusahaan. Semakin jauh jarak, kemungkinan terlambat akan semakin tinggi. Biaya transportasi yang menjadi tanggungan perusahaan pun bisa meningkat.

Jawaban Ketika Menjawab Pertanyaan “Kenapa Berhenti dari Pekerjaan Sebelumnya?”

Setelah dinyatakan resmi resign dari tempat kerja sebelumnya, kamu bisa melamar ke tempat yang lain. Tahap masuk ke perusahaan perlu ditempuh melalui tahap seleksi masuk dan interview. Ketika menjawab “mengapa Anda ingin bekerja di perusahaan kami” atau “kenapa berhenti dari pekerjaan sebelumnya” sering membuat bingung. Alasan berikut bisa kamu gunakan apabila tidak tahu jawaban yang perlu disampaikan.

• Sisipkan alasan resign

Alasan resign di atas bisa menjadi pembuka pembicaraan ketika ditanya alasan berhenti dari pekerjaan sebelumnya. Tentu akan sangat mudah menjawab ketika alasan pengunduran dirimu dari perusahaan sebelumnya bukan karena masalah internal. Kamu bisa menjawab dengan memberikan alasan jarak tempat kerja atau karena sudah menyelesaikan studi.

• Berikan jawaban baik dan positif

Sebisa mungkin jangan menjelek-jelekkan lokasi tempatmu bekerja sebelumnya. Hal tersebut bisa membuat citramu menjadi buruk. Kamu malah perlu mengangkat pengalaman yang sudah diberikan dan kesempatan dari perusahaan padamu. Ungkapkan pula kelebihanmu selama bekerja di perusahaan sebelumnya. Jangan pernah menyampaikan sesuatu dengan emosi berlebihan karena akan mempengaruhi penilaian interviewer. Hindari pula jawaban yang mengarah pada pernyataan menjelek-jelekkan rekan kerja.

• Tidak memberikan informasi terlalu detail

Interviewer tidak akan menanyakan masalah secara detail, sehingga kamu bisa menyampaikan hal yang perlu saja. Tidak perlu menceritakan masalah pribadi atau konflik yang pernah kamu alami. Perhalus kalimat yang akan kamu gunakan agar perusahaan yang kamu lamar mempertimbangkanmus sebagai kandidat.

Saatnya Mencari Pekerjaan Baru

Sudah yakin dengan pekerjaan baru yang akan dijalani? Jangan lupa cari juga tempat tinggal nyaman dekat tempat kerja. Kamu tidak perlu bersusah payah datang untuk survey hunian dekat kantor. Saat ini sudah ada aplikasi pencari kost Mamikos. Adanya kost untuk karyawan di Jakarta, kost karyawan di kota besar, bahkan di seluruh Indonesia akan membantumu. Jika sudah menemukan kost sesuai budget dan keinginan, kamu bisa langsung melakukan booking kamar kost. Pembayaran untuk membuat kamar kostmu tetap aman pun bisa dilakukan via transfer bank. Sangat mudah dan praktis, bukan?


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Harga Murah

Kost Jakarta Harga Murah

Kost Bandung Harga Murah

Kost Denpasar Bali Harga Murah

Kost Surabaya Harga Murah

Kost Semarang Harga Murah

Kost Malang Harga Murah

Kost Solo Harga Murah

Kost Bekasi Harga Murah

Kost Medan Harga Murah