11 Amalan Utama selama Bulan Ramadhan sesuai Sunnah
Sebagai umat muslim, sangat penting mengetahui amalan yang sesuai sunnah agar tidak tertolak.
4. Sunnah Memberi Makanan Orang Berbuka
Amalan sunnah memberikan makanan bagi orang yang berbuka puasa pahalanya sangat besar. Bahkan, Rasulullah SAW bersabda
“Barangsiapa yang memberikan makanan untuk berbuka bagi orang berpuasa maka dia akan mendapatkan pahala sebagaimana orang tersebut, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang itu.”
(HR. At Tirmidzi No. 807, Ahmad No. 21676, An Nasai dalam As Sunan Al Kubra No. 3332, Al Baihaqi dalam Syuabul Iman No. 3952).
Pasti kamu ingin mendapatkan pahala lebih banyak lagi di bulan Ramadhan tanpa perlu bersusah payah. Memberikan makanan orang berbuka tidak harus makanan mahal. Kamu bisa memberikan makanan seperti apa yang kamu konsumsi untuk berbuka.
Saat ini ada pula cara bersedekah secara online yang kemudian disalurkan pada para pihak yang membutuhkan. Cara ini dinilai lebih praktis meskipun kamu perlu memastikan bahwa donasi tersebut tepat sasaran.
5. Sunnah Memperbanyak Doa
Manfaatkan momen bulan Ramadhan untuk berdoa dan memohon pada Allah SWT terkait keinginanmu. Sebab, doa di bulan Ramadhan sangat mustajab.
“Ada tiga manusia yang doa mereka tidak akan ditolak: (1) Doa orang yang berpuasa sampai dia berbuka (2). Pemimpin yang adil (3) Doa orang teraniaya”.
(HR. At Tirmidzi No. 2526, 3598, Ibnu Hibban No. 7387. dishahihkan oleh Imam Al Baihaqi).
Apabila kamu merasa doa-doamu belum terjawab sebelum bulan Ramadhan, maksimalkan momen ini untuk memohon agar doa tersebut diberi jawaban. Allah SWT akan selalu menjawab doa hamba-Nya.
Ingatlah bahwa doa tersebut diberikan dalam berbagai macam bentuk, seperti “Ya” dan akan memberikan yang diminta, “Tidak” tetapi akan diganti yang lebih baik, atau “Ya” tapi pemberiannya ditunda hingga kamu benar-benar siap dan waktunya tepat.
6. Sunnah Menyegerakan Berbuka Puasa
Setelah menunaikan ibadah puasa sehari dan adzan maghrib berkumandang, umat muslim bisa berbuka puasa. Terkadang ada yang menunda berbuka karena belum sempat atau sengaja memperlama waktu puasanya. Padahal, Rasulullah SAW bersabda:
“Para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang paling bersegera dalam berbuka puasa, dan paling akhir dalam sahurnya”.
(HR. Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 7916. Al Faryabi dalam Ash Shiyam No. 52. Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf No. 9025)
Mengikuti sunnah Nabi, sebaiknya ketika adzan berkumandang, kamu bisa minum beberapa teguk air terlebih dahulu sebelum membatalkan puasa dengan makan berat. Siapkan permen dan minuman di botol kecil apabila saat puasa di hari itu kamu melakukan perjalanan.
7. Sunnah Iktikaf
Pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, umat muslim melakukan ibadah sunnah iktikaf di masjid-masjid. Mereka memperbanyak shalat, membaca Al-Quran, serta berdzikir. Amalan tersebut sudah dicontohkan Rasulullah SAW.
“Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan sampai beliau diwafatkan Allah, kemudian istri-istrinya pun iktikaf setelah itu”.
(HR. Bukhari, No. 2026, Muslim No. 1171, Abu Daud No. 2462. Ahmad No. 24613, dan lainnya)
Kamu bisa melakukan iktikaf di masjid terdekat dari rumah. Bawalah peralatan pendukung, seperti lampu baca portable untuk menerangi Al-Quran jika penerangan kurang bagus, sajadah lipat yang tebal, dan peralatan pendukung lainnya.
Niatkan iktikaf untuk memperbanyak amalan sunnah dan meraih ampunan-Nya. Pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan tersebut ada malam Lailatul Qadr yang lebih baik daripada seribu bulan.
8. Sunnah Shalat Tarawih dan Shalat Malam
Shalat tarawih di bulan Ramadhan adalah ibadah sunnah yang memiliki banyak keutamaan. Shalat tersebut bisa dilakukan di rumah ataupun di masjid. Biasanya, masjid-masjid penuh oleh para jamaah yang ingin mendirikan shalat tarawih bersama-sama.
“Barangsiapa yang salat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap ganjaran dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.”
(HR. Bukhari No. 37, Muslim No. 759)
Halaman:

