7 Contoh Ancaman di Bidang Sosial Budaya dan Cara Menghadapinya
Berikut contoh-contoh ancaman sosial budaya beserta cara mencegahnya. Simak, yuk!
Ancaman sosial budaya di tengah era globalisasi ini sudah banyak terjadi.
Maka dari itu, perlu dilakukan pencegahan supaya tidak mengganggu keberadaan budaya Indonesia yang harusnya tetap melekat.
Untuk menghindarinya, berikut adalah contoh-contoh ancaman sosial budaya yang dapat terjadi. 📖✨
Daftar Isi
Contoh Ancaman di Bidang Sosial Budaya

1. Lahirnya Gaya Hidup Konsumtif
Ancaman di bidang sosial dan budaya yang pertama adalah perilaku konsumtif. Konsumtif merupakan gaya hidup masyarakat gemar membeli banyak barang, meskipun barang tersebut tidak terlalu dibutuhkan.
Pada saat yang sama, gaya hidup konsumen adalah penggunaan produk yang tidak lengkap. Artinya, sebelum produk tersebut habis, seseorang telah menggunakan produk lain dengan fungsi yang sama.
Beberapa produk gaya hidup konsumen ini biasanya berupa tas, baju, sepatu, aksesoris dan lain-lain. Â
Konsumtif merupakan ideologi bagi seseorang yang secara tidak sadar dan terus-menerus mempraktikkan gaya hidup boros.
Gaya hidup ini bukanlah hal yang baik, meski ada beberapa efek positif dari royalitas yang ada di baliknya.Â
Gaya konsumtif ini dapat ditunjukkan oleh hal-hal berikut:
- Sulit mengendalikan nafsu belanja.
- Perilaku boros dan hedonistik yang kentara dan sulit dikendalikan.
- Kecemburuan sosial muncul karena melihat gaya hidup dan barang orang lain, yang menimbulkan keinginan untuk meniru dan membelinya.
- Pengurangan peluang tabungan.Â
- Biasanya tidak dapat mempersiapkan tuntutan masa depan.
- Tidak ada dana darurat
- Memisahkan keinginan dan kebutuhan itu sulitÂ
2. Lahirnya Hedonisme
Ancaman di bidang sosial dan budaya berikutnya adalah hedonisme. Sifat hedonisme hampir sama dengan gaya hidup konsumtif.
Bedanya, hedonisme ini merupakan ekses dari hal-hal yang melanggar norma seperti percabulan, mabuk dan mabuk.
Hedonisme adalah istilah yang berasal dari kata Yunani hedone, yang berarti kesenangan.
Jadi, hedonisme adalah cara hidup yang menitikberatkan pada pengejaran kesenangan dan kepuasan yang tidak terbatas.
Hedonisme menghindari hal-hal yang menyakitkan atau sulit sekaligus memaksimalkan perasaan yang menyenangkan. Â
Padahal, ada sisi positif dari hakikat hedonisme, yaitu mengajak manusia untuk menikmati hidup dengan penuh kebahagiaan dan kesenangan. Jadi orang tidak selalu dalam keadaan murung atau sedih.
Namun, saat ini banyak orang yang terlalu mementingkan kesenangan dan kebahagiaan hingga terjerumus ke dalam gaya hidup hedonistik.
Padahal, efek hedonisme bisa berakibat fatal, terutama jika menyangkut uang. Lihatlah sisi negatif dari efek hedonisme. Hidup tanpa arah keuangan yang jelas.
Karena gaya hidup hedonis membuat kamu menghabiskan banyak uang untuk sesuatu yang kurang penting. Sehingga pengeluaran kamu lebih besar dari pendapatan kamu.
Mereka yang menjalani gaya hidup hedonistik tidak memikirkan masa depan. Efek hedonisme adalah pelakunya kekurangan dana dan investasi darurat.
Jika mereka punya uang, mereka langsung membelanjakannya untuk hiburan sementara. Jangan membuat rencana keuangan jangka panjang
Tuntutan gaya hidup hedonistik tidak pernah ada habisnya. Mereka mencari banyak cara untuk memenuhi keinginan pribadi mereka. Efek hedonis disebut memicu utang dan depresi.
Karena keuangan para hedonis biasanya tidak sehat, mereka rela berhutang untuk hal-hal yang mereka konsumsi. Akibatnya, mereka bisa terlilit hutang dan menyebabkan depresi.
Halaman:



