Advertisement

Apa itu Penalaran Umum pada UTBK dan Contoh Soal

TPS ini berfungsi untuk mengukur kemampuan kognitif peserta. TPS sendiri memiliki beberapa kategori subtes yang perlu kamu ketahui, mulai dari Penalaran Umum, lalu Pemahaman Bacaan, terus Pengetahuan Umum, dan Pengetahuan Kuantitatif.

23 Maret 2026 Bella Carla

Baru-baru ini, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) akhirnya mengumumkan jadwal terbaru untuk UTBK SNBT. Salah satu soal yang nanti akan diujikan adalah Tes Potensi Skolastik.

Di dalam soal-soal TPS, ada beberapa kategori yang perlu banget kamu ketahui seperti Penalaran Umum, lalu Pemahaman Bacaan, terus Pengetahuan Umum, dan yang terakhir adalah Pengetahuan Kuantitatif.

Kali ini, Mamikos akan mengupas tuntas seputar kategori Pengetahuan Umum agar kamu pun semakin siap menghadapi UTBK SNBT. 📖✨

Pengertian hingga Contoh Soal Penalaran Umum UTBK

UTBK 2020
i.ytimg.com
Nilai Skor UTBK SNBT UGM untuk Persiapan 2026, Calon Maba Catat Ya

TPS ini berfungsi untuk mengukur kemampuan kognitif peserta. TPS sendiri memiliki beberapa kategori subtes yang perlu kamu ketahui, mulai dari Penalaran Umum, lalu Pemahaman Bacaan, terus Pengetahuan Umum, dan Pengetahuan Kuantitatif.

Jika di artikel-artikel sebelumnya Mamikos sudah membahas subtes Pemahaman Bacaan dan Pengetahuan Kuantitatif, maka kali ini Mamikos akan membahas seputar subtes Penalaran Umum. Untuk mengetahui info selengkapnya, kamu bisa baca informasi di bawah ini.

Pendaftaran UTBK 2026 Mulai Kapan? Ini Jadwal, Cara Daftar, dan Persyaratannya, Maba Wajib Tahu Ini!

Apa itu Tes Penalaran Umum UTBK?

Salah satu subtes yang akan kamu hadapi dalam UTBK nanti adalah materi penalaran umum. Penalaran umum yang dimaksud di sini adalah meliputi hal-hal yang ada di bawah ini:

  1. Verbal
    Menguji kemampuanmu dalam hal bahasa seperti pengetahuan seputar antonim, sinonim, dan lain sebagainya.
  2. Penalaran Matematis
    Di sini kamu akan bertemu dengan artimetika, pola baris, geometri, dan lain-lain.
  3. Logika
    Logika kamu akan ditantang untuk memecahkan soal seperti logika analitik dan logika kuantor.
  4. Pola Gambar
    Kamu akan berhadapan dengan gambar dengan berbagai pola yang harus kamu selesaikan.

Jenis Soal pada Tes Penalaran Umum UTBK

1. Kesesuaian Pernyataan

Pada bagian ini, soal-soal yang diberikan akan menuntut penalaran kamu dalam memahami isi dari teks/tabel/diagram/grafik (sesuai konteks pada paragraf yang tersirat).

9 Materi UTBK TPS Pengetahuan Kuantitatif yang Sering Keluar
  1. Memilih pernyataan yang benar di paragraf tertentu dalam sebuah teks.
  2. Memilih pernyataan yang paling mungkin benar sesuai isi teks dan data (grafik, tabel, diagram).
  3. Menganalisis data (grafik, tabel, diagram) yang terdapat dalam teks.

2. Simpulan Logis

Pada bagian ini, soal-soal yang diberikan akan menuntut kamu untuk dapat menyimpulkan secara logis sesuatu yang mungkin terjadi berdasarkan isi teks.

  1. Memilih kesimpulan yang paling mungkin benar (paling masuk akal) sesuai ini teks. Cobalah berpikir secara terstruktur. Pada tahap ini, kemampuanmu menyimpulkan suatu hal sangat dinilai. Apakah kamu itu orang yang cerdas dan cermat melihat suatu persoalan. Atau kamu orang yang terburu-buru dan gegabah dalam mengambil keputusan. Berpikir tenang dan terstruktur adalah kuncinya.
  2. Menganalisis sebab akibat, kemudian peserta diminta untuk memberikan kesimpulan yang paling mungkin benar sesuai konteks wacana/teks.

3. Penalaran Analitik

Pada bagian ini, soal-soal yang diberikan akan menuntut kamu untuk dapat menganalisis dan menjawab soal berdasarkan data yang telah disediakan.

  1. Disajikan sebuah data berupa teks.
    Dari data teks tersebut, kamu harus bisa menganalisisnya. Kuncinya adalah membaca dengan cermat dan jangan terburu-buru. Pahami setiap kata yang ada, kemudian cobalah masing-masing katanya itu dianalisis kandungan maknanya. Setelah itu, kamu pasti mendapatkan maksudnya.
  2. Menganalisis dan menjawab soal berdasarkan data yang telah disediakan.
    Ketika kita disediakan data, jangan sampai kita terlalu cepat menyimpulkannya. Cobalah untuk fokus dan cermat pada data yang telah disajikan.

Hal yang Perlu Dipersiapkan untuk Menghadapi Tes Penalaran Umum UTBK

Mamikos merangkum 4 hal yang wajib kamu siapkan sebelum menghadapi TPS Penalaran Umum UTBK, yakni:

1. Daya Bernalar

Pada bagian soal-soal Penalaran Umum, umumnya kamu diminta untuk memilih pernyataan yang benar dari suatu paragraf, menganalisis data, hingga mencari kesimpulan dari teks yang diberikan.

Hal ini menuntut penalaran kamu dalam memahami isi dari teks/tabel/diagram/grafik sesuai konteks pada paragraf. Oleh karena itu, kamu perlu mengasah kemampuan berpikir kamu. Caranya, bisa dengan memperbanyak membaca dan berlatih soal.

2. Kecermatan Membaca Teks

Umumnya, teks yang diberikan pada subtes penalaran umum akan cukup panjang dan mengandung banyak angka. Untuk itu, kamu dituntut agar lebih cermat atau teliti dalam membaca dan mengambil sebuah informasi. Jangan sampai, kamu tidak teliti dan salah memilih jawaban nantinya.

Kamu tidak perlu membaca seluruh teks yang diberikan. Cukup fokus pada hal yang ditanyakan, lalu perhatikan kata kunci yang ada di setiap jawaban, dan cocokkan dengan pernyataan pada teks bacaan.

3. Kemampuan Memahami Maksud dari Isi Teks

Banyak yang mengatakan bahwa soal yang cukup sulit pada tes penalaran umum adalah mencari pernyataan yang benar dan kesimpulan yang paling mungkin benar.

Kunci dalam mengerjakan soal ini adalah ketelitian dan sejauh mana kamu mampu memahami maksud dari isi teks. Kamu bisa melatihnya dengan banyak mengerjakan latihan soal.

4. Kemampuan Menganalisis Soal dan Data

Pada subtes penalaran umum, soal-soal yang diberikan akan akan menuntut kamu untuk menganalisis dan menjawab soal berdasarkan data yang telah disajikan. Dalam menganalisis suatu pernyataan, diharapkan kamu tidak terburu-buru untuk membuat kesimpulan.

Banyaklah berlatih soal untuk mengasah kemampuan menganalisis kamu. Saat mengerjakan soal, cobalah untuk fokus dan cermat dalam membaca.

Strategi Menghadapi Tes Penalaran Umum UTBK

Selain keempat hal di atas yang bisa kamu jadikan strategi untuk menghadapi subtes Penalaran Umum UTBK nanti, kamu juga perlu tahu tentang kesalahan yang sering muncul saat menjawab soal tes penalaran umum. Kamu perlu berhati-hati terhadap dua hal di bawah ini.

1. Pernyataan yang BENAR

Soal pada subtopik kesesuaian pernyataan akan menguji ketelitian dan penalaran kamu. Pilihan jawaban yang disajikan biasanya hampir sama. Perbedaannya hanya terletak pada satu kata tertentu. Kata tersebut dapat menentukan benar atau salahnya sebuah pernyataan.

Jadi, pada bagian ini, ketelitian dan kecermatan sangat diperlukan. Namun, pilihan jawaban yang tepat dapat pula berupa kalimat yang memiliki makna sama dengan teks, meskipun disajikan dengan kata-kata yang berbeda.

2. Kesimpulan yang PALING MUNGKIN benar

Soal pada subtopik simpulan logis akan menguji kemampuan bernalar kamu. Untuk menjawab soal ini, kamu harus mampu memahami isi paragraf terkait hal yang ditanyakan dalam soal, serta menganalisis hal yang mungkin terjadi berdasarkan paragraf tersebut.

Contoh Soal dan Pembahasan Tes Penalaran Umum UTBK

Salah satu subtes yang akan kamu hadapi di UTBK SNBT adalah materi penalaran umum. Subtes ini termasuk ke dalam Tes Potensi Skolastik atau TPS lho. Kira-kira seperti apa gambaran contoh soal penalaran umum ini? Cek contohnya di bawah ini ya!

Soal

Bacalah tulisan berikut, kemudian jawablah soal-soal yang tersedia dengan memilih jawaban yang tepat di antara pilihan jawaban A, B, C, D, atau E.

Teks berikut ini digunakan untuk menjawab soal 1 sampai dengan 7!

cdn-image.bisnis.com

Profil kemiskinan di Indonesia diukur melalui metode penentuan Garis Kemiskinan (GK) makanan dan bukan makanan. Penduduk miskin yaitu kelompok masyarakat yang mempunyai pengeluaran rata-rata per kapita di bawah GK. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Selasa (15/1/2019), jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 9,66% dari jumlah penduduk per September 2018. Jumlah ini setara dengan 25,67 juta orang.

Angka September 2018 mencatatkan penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 0,46 basis poin (bps) dari periode September 2017 yang berada di level 10,12%. Jika dibandingkan dengan posisi Maret 2018 yang sebesar 9,82%, maka capaian September 2018 lebih rendah 0,16 bps.

Dari data yang sama, kemiskinan banyak terjadi di desa-desa dan ketimpangan antara desa serta kota masih berlanjut walaupun terjadi perbaikan. Faktor yang paling signifikan memengaruhi tingkat kemiskinan yaitu upah riil buruh tani dan nilai tukar petani. Kedua faktor itu mengalami kenaikan sepanjang periode Maret—September 2018.

Sementara itu, selama periode yang sama, tingkat inflasi yang biasanya menggerus penghasilan riil masyarakat terkendali dengan baik. Tingkat inflasi periode Maret-September 2018 hanya sebesar 0,94%. Bahkan, untuk beberapa komoditas pokok seperti beras, daging sapi, minyak goreng, dan gula pasir mengalami penurunan.

Di sisi lain, penghasilan 40% penduduk lapis terbawah terdongkrak. Alhasil, GK selama periode Maret-September 2018 ikut terkerek sebesar 2,36%, dari Rp401.200,00 menjadi Rp410.670,00 pada September 2018. GK makanan masih berkontribusi paling besar, yakni 73,54%, sedangkan nonmakanan hanya sebesar 26,46%. Secara keseluruhan, GK keduanya mengalami penaikan, yang berarti kesejahteraan masyarakat sedikitnya merambat naik.

Komoditas makanan yang terbesar menggerus penghasilan masyarakat yaitu beras, rokok, telur, dan daging ayam. Bagi masyarakat kota, beras menyumbang GK sebesar 19,54%, sedangkan di desa mencapai 25,51%.

Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan provinsi dengan GK per Rumah Tangga miskin paling rendah, yakni Rp1,48 juta per bulan. Sebaliknya, DKI Jakarta menjadi yang tertinggi dengan nilai mencapai Rp3,33 juta per bulan.

Namun, dari persentase penduduk miskin, Pulau Maluku-Papua masih menjadi yang tertinggi. Seperlima, atau tepatnya 21,2%, dari jumlah penduduknya berada di bawah GK. Dalam hal ketimpangan sosial yang diukur melalui indeks rasio Gini, terdapat beberapa daerah dengan kesenjangan pengeluaran yang tinggi. Hingga September 2018, provinsi dengan ketimpangan tertinggi, yaitu DI Yogyakarta, Gorontalo, Jawa Barat, dan Papua. Provinsi-provinsi tersebut memiliki indeks rasio Gini di atas nasional, yaitu sebesar 0,384. Sebaliknya, provinsi dengan pengeluaran yang hampir merata dari kelas bawah, menengah, dan atas, yaitu Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Utara, dan Sumatra Barat. Secara nasional, ketimpangan ini kian terkikis. Pada Maret 2018, rasio Gini mencapai 0,389, sedangkan pada September tahun lalu sebesar 0,384.

(Sumber diadaptasi dari https://ekonomi.bisnis.com/read/20190116/9/879191/tingkat-kemiskinan-menurun-bagaimana-agenda-ekonomi-paslon-pilpres-2019 diunduh pada 15 Agustus 2019)

1. Berdasarkan paragraf 8, manakah di bawah ini pernyataan yang BENAR?

A. Penduduk Maluku dan Papua berada di bawah Garis Kemiskinan.
B. Penduduk Maluku dan Papua mengalami ketimpangan sosial tertinggi.
C. Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Utara, dan Sumatra Barat memiliki pengeluaran yang merata dari seluruh kelas ekonomi.
D. Terdapat beberapa penduduk di daerah Maluku-Papua yang berada di bawah Garis Kemiskinan.
E. Jawa Barat merupakan salah satu daerah dengan penduduk miskin tertinggi.

2. Berdasarkan paragraf 3, jika perbaikan tidak terjadi di desa-desa, manakah di bawah ini simpulan yang PALING MUNGKIN benar?

A. Faktor yang memengaruhi tingkat kemiskinan, seperti upah riil buruh tani dan nilai tukar petani mengalami peningkatan yang signifikan.
B. Upah riil buruh tani dan nilai tukar petani tidak mengalami kenaikan.
C. Kemiskinan yang terjadi di desa-desa dan ketimpangan antara desa serta kota akan berkurang.
D. Kemiskinan banyak terjadi di desa-desa dan ketimpangan antara desa serta kota masih berlanjut.
E. Kemiskinan dan ketimpangan antara desa dengan kota sangat tinggi.

Halaman:

Advertisement