Apa Saja yang Diujikan di SNBT 2026? Ini Materi dan Contoh Soalnya
Sudah tahu materi apa saja yang akan diujikan pada SNBT tahun 2026? Simak informasi lengkapnya pada artikel berikut.
- Apa yang diujikan: SNBT 2026 berbentuk UTBK dengan 7 subtes—Tes Potensi Skolastik (Penalaran Umum, Pengetahuan & Pemahaman Umum, Pemahaman Bacaan & Menulis, Pengetahuan Kuantitatif) dan Tes Literasi (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Penalaran Matematika)—total 160 soal dikerjakan dalam 195 menit (rata‑rata ~60–90 detik/soal).
- Format & fokus soal: soal TPS menekankan kemampuan berpikir dan penalaran (bukan hafalan); format meliputi pilihan ganda 5 opsi, pilihan majemuk, dan isian singkat; contoh meliputi silogisme, deret bilangan, pemahaman teks, aritmetika, literasi bilingual, dan interpretasi data.
- Strategi belajar singkat: latih penalaran (min. 10 soal PU/hari), baca artikel nonfiksi untuk PPU, biasakan membaca utuh untuk PBM, kuasai aritmetika/persentase tanpa kalkulator, baca teks argumentatif untuk Literasi Indonesia, baca artikel sains untuk Literasi Inggris, dan latih analisis grafik/tabel untuk Penalaran Matematika.
Perjuangan untuk bisa lolos SNBT dimulai dengan memahami apa saja yang diujikan di SNBT 2026.
Sebab, berbeda dari SNBP yang mengandalkan nilai rapor, pada SNBT kemampuan berpikir dan bernalar akan diuji.
Pada artikel berikut, kamu akan mempelajari tujuh subtes UTBK SNBT 2026 yang didasarkan kisi-kisi resmi SNPMB beserta contoh-contoh soalnya. 📝✏️
Daftar Isi
Materi Apa Saja yang Diujikan di SNBT 2026?

Pernah dengar kutipan tentang pentingnya memahami medan perang dan persiapan sebelum terjun ke sana?
Berdasarkan ajaran strategis Sun Tzu dalam bukunya yang berjudul The Art of War, kamu perlu mengenali dirimu, mengenali lawanmu, dan mengenali medan perang. Dengan demikian, kamu akan memenangi seribu pertempuran. ⚔️🏇
Prinsip tersebut bisa kamu terapkan untuk menghadapi SNBT 2026 nanti, apalagi persaingan yang ketat tidak hanya melibatkan calon mahasiswa tahun ini saja, tetapi juga tahun sebelumnya.
Merujuk halaman resmi SNPMB, materi yang diujikan pada SNBT berupa UTBK memuat dua komponen tes, yaitu Tes Potensi Skolastik (TPS) dan tes literasi.
Berikut ini adalah penjabaran materi yang akan diujikan pada SNBT 2026:
- Tes Potensi Skolastik: Penalaran Umum (PU), Pengetahuan dan Pemahaman Umum (PPU), Pemahaman Bacaan dan Menulis (PBM), dan Pengetahuan Kuantitatif (PK)
- Tes Literasi: Literasi Bahasa Indonesia, Literasi Bahasa Inggris, dan Penalaran Matematika
Sebagai gambaran, peserta akan diminta mengerjakan 160 soal dalam waktu 195 menit dengan rincian sebagai berikut:
- Penalaran Umum (PU): 30 soal dalam waktu 30 menit
- Pengetahuan & Pemahaman Umum (PPU): 20 soal dalam waktu 20 menit
- Pemahaman Bacaan & Menulis (PBM): 20 soal dalam waktu 25 menit
- Pengetahuan Kuantitatif (PK): 20 soal dalam waktu 20 menit
- Literasi Bahasa Indonesia: 30 soal dalam waktu 45 menit
- Literasi Bahasa Inggris: 20 soal dalam waktu 30 menit
- Penalaran Matematika: 20 soal dalam waktu 25 menit
Dengan melihat jumlah soal dan waktu pengerjaannya, kamu akan diberi waktu rata-rata 60-90 detik untuk menyelesaikan setiap soal. Oleh karena itu, berlatih mengerjakan satu soal dalam waktu kurang dari 1 menit akan membantumu saat ujian tiba.
Format soal yang digunakan berdasarkan pola UTBK tahun-tahun sebelumnya antara lain:
- Pilihan ganda biasa dengan lima pilihan (A, B, C, D, E) yang mewajibkan peserta menjawab satu jawaban benar.
- Pilihan majemuk kompleks dengan menampilkan opsi pilihan dalam tabel. Peserta bisa memilih lebih dari satu jawaban benar
Selain itu, ada pula format jawaban isian singkat yang memungkinkan peserta untuk mengetik jawaban numerik atau kata secara langsung.
Contoh Soal Tes Potensi Skolastik SNBT 2026
Komponen terbesar UTBK yang menentukan tinggi tidaknya skor adalah TPS. Berbagai jenis tes yang diujikan pada TPS tidak mengukur seberapa banyak hafalan rumus atau teori peserta.
Lebih dari itu, ketajaman cara berpikir dan kemampuan analisis lah yang diuji. TPS sifatnya relevan untuk semua jurusan, sehingga peserta yang mendaftar di jurusan sains dan sosial humaniora bisa diukur kemampuannya melalui tes ini. Jadi, kamu bisa mengasah kemampuanmu dengan berbagai contoh soal UTBK berikut.
1. Penalaran Umum (PU)
Subtes PU mengukur kemampuan peserta dalam berpikir logis saat menjumpai masalah baru. Terdapat tiga jenis penalaran yang diuji, yaitu penalaran deduktif, penalaran induktif, dan penalaran analitis.
Contoh Soal 1
Semua peserta UTBK yang tiba sebelum waktu pengerjaan tes dimulai diizinkan masuk ruang ujian. Maya adalah peserta UTBK yang tiba sebelum sesi dimulai. Kesimpulan yang paling tepat adalah…
A. Maya tidak diizinkan masuk ruang ujian
B. Maya diizinkan masuk ruang ujian
C. Sebagian peserta yang tepat waktu tetap tidak boleh masuk
D. Belum tentu Maya diizinkan masuk
E. Maya masuk lebih awal dari semua peserta lain
Jawaban: B. Maya diizinkan masuk ruang ujian
Pembahasan: Soal tersebut merupakan silogisme kategorikal: Premis mayor bersifat universal (semua peserta UTBK yang datang tepat waktu boleh masuk). Premis minor mengonfirmasi Maya tepat waktu. Kesimpulan yang valid: Maya boleh masuk.
Contoh Soal 2
Berdasarkan pola bilangan berikut 2, 6, 18, 54, 162, …
Dapat diketahui bahwa bilangan berikutnya adalah…
A. 324
B. 486
C. 216
D. 420
E. 512
Jawaban: B. 486
Pembahasan: Setiap suku dikali 3: 2Ă—3=6, 6Ă—3=18, 18Ă—3=54, 54Ă—3=162, 162Ă—3=486
2. Pengetahuan & Pemahaman Umum (PPU)
Subtes PPU pada UTBK menguji kemampuan peserta dalam memahami teks nonfiksi, mengenali hubungan antar gagasan, serta mengambil kesimpulan dari materi yang diberikan.
Materi yang sering diujikan antara lain: makna kata, persamaan kata, lawan kata, ide pokok, gagasan pendukung, hubungan antarparagraf (sebab-akibat, generalisasi, perbandingan), bacaan pendek dengan tema sosial, sains, atau budaya.
Halaman:



