Advertisement
Source : unsplash.com/@alehandra13

Apa Saja yang Diujikan di SNBT 2026? Ini Materi dan Contoh Soalnya

Sudah tahu materi apa saja yang akan diujikan pada SNBT tahun 2026? Simak informasi lengkapnya pada artikel berikut.

1 April 2026 Lailla

Contoh Soal 3

Bacalah paragraf berikut:
“Konsumsi makanan UPF yang terlalu sering tidak hanya berkaitan dengan obesitas, tetapi juga dengan peningkatan risiko depresi dan gangguan kognitif. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMJ (2023) menganalisis data dari lebih dari 200.000 partisipan dan menemukan bahwa setiap peningkatan 10% porsi makanan ultra-olahan dalam diet dikaitkan dengan penurunan skor kesehatan mental secara signifikan.”

Ide pokok paragraf di atas adalah…
A. Makanan ultra-olahan menyebabkan depresi pada 200.000 orang
B. Jurnal BMJ menerbitkan penelitian tentang diet
C. Konsumsi makanan ultra-olahan berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental
D. Setiap 10% peningkatan makanan ultra-olahan memperburuk kesehatan mental
E. Obesitas adalah dampak utama makanan ultra-olahan

Jawaban: C. Konsumsi makanan ultra-olahan berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental
Pembahasan: Ide pokok mencakup seluruh isi paragraf. Kalimat pertama menyatakan dampak ganda akibat konsumsi makanan ultra-olahan.

Kapan Batas Simpan Permanen Akun SNPMB 2026? Ini Jadwal dan Ketentuannya

3. Pemahaman Bacaan & Menulis (PBM)

Subtes PBM merupakan bagian tes yang bertujuan menguji peserta dalam memahami bacaan panjang. Selain itu, pemahaman terkait kaidah penulisan yang efektif juga ditanyakan.

Tipe soal yang seringkali diujikan adalah informasi tersurat dan tersirat pada teks, susunan kalimat yang logis dalam suatu paragraf, melengkapi kalimat rumpang, dan mengenali kesalahan dalam teks dalam hal logika dan koherensi.

Contoh Soal 4

Bacalah paragraf berikut:
“Indonesia memiliki potensi energi panas bumi terbesar kedua di dunia. … Namun, pengembangan geothermal sering terhambat karena biaya eksplorasi awal yang tinggi dan regulasi yang belum sepenuhnya berpihak pada masyarakat.”

Kalimat yang paling tepat untuk mengisi … adalah…
A. Sayangnya, Indonesia tidak memiliki teknologi yang cukup untuk mengolahnya.
B. Potensi ini setara dengan 40% cadangan panas bumi global, namun baru sekitar 10% yang telah dikembangkan.
C. Energi panas bumi adalah energi yang bersumber dari inti bumi.
D. Banyak negara lain yang sudah berhasil memanfaatkan energi panas bumi.
E. Pemerintah Indonesia sudah berencana membangun 30 PLTP baru.
Jawaban: B. Potensi ini setara dengan 40% cadangan panas bumi global, namun baru sekitar 10% yang telah dikembangkan.
Pembahasan: Kalimat sebelum … menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar. Kalimat berikutnya membahas hambatan pengembangan, sehingga pilihan B logis dengan memberikan fakta kuantitatif tentang besarnya potensi dan realisasi, sekaligus menguatkan alasan hambatan tersebut penting untuk dibahas.

4. Pengetahuan Kuantitatif (PK)

Kemampuan berpikir menggunakan konsep matematika dasar diuji pada subtes PK. Sebagai persiapan, kamu bisa mulai mempelajari topik aritmatika (perbandingan, persentase, rata-rata, dll.), aljabar sederhana (persamaan linier satu atau dua variabel), statistika dasar, peluang, dan geometri dasar (luas, keliling, volume bangun).

Contoh Soal 5

Sebuah galeri lukisan memberikan diskon 25% untuk semua produk yang dilukis oleh seniman senior. Apabila harga awal lukisan pemandangan adalah Rp8.000.000, berapa harga yang harus dibayar penikmat seni setelah mendapatkan diskon? Jika pembeli membayar dengan uang Rp7.000.000, berapa uang kembalian yang akan diterima?
A. Rp6.000.000, kembalian Rp1.000.000
B. Rp6.000.000, kembalian Rp500.000
C. Rp5.500.000, kembalian Rp1.500.000
D. Rp6.500.000, kembalian Rp500.000
E. Rp6.000.000, tidak ada kembalian karena uangnya kurang

Jawaban: A. Rp6.000.000, kembalian Rp1.000.000
Pembahasan:
Harga setelah diskon
= Rp8.000.000 x (1 – 0,25)
= Rp8.000.000 x 0,75
= Rp6.000.000
Kembalian
= Rp7.000.000 – Rp6.000.000
= Rp1.000.000

Contoh Soal Tes Literasi SNBT 2026

Tes Literasi merupakan jenis tes yang bertujuan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dengan berbagai macam teks panjang serta data.

Kemampuan yang perlu kamu kuasai agar lebih mudah saat mengerjakan jenis tes ini adalah kecepatan membaca, sehingga kamu bisa memahami soal lebih cepat.

5. Literasi Bahasa Indonesia

Pada subtes literasi bahasa Indonesia, peserta UTBK akan diberi teks panjang berbagai tema. Nantinya, kemampuan memahami isi teks, merefleksikan isi teks, mengidentifikasi asumsi penulis, hingga menganalisis struktur teks akan ditanya.

Contoh Soal 6

“Generasi alpha yang semakin banyak menghabiskan waktu di media sosial menunjukkan keterampilan komunikasi tatap muka mereka mengalami penurunan secara signifikan.”

Pernyataan manakah yang paling tepat untuk melemahkan argumen di atas?
A. Banyak generasi alpha yang tidak memiliki akun media sosial.
B. Studi dari Lund University (2022) menemukan tidak ada korelasi signifikan antara durasi penggunaan media sosial dan kemampuan komunikasi tatap muka setelah mengontrol variabel pendidikan dan latar belakang keluarga.
C. Media sosial memudahkan komunikasi jarak jauh antar pengguna.
D. Generasi sebelumnya juga memiliki masalah komunikasi.
E. Beberapa pengguna media sosial justru lebih ekspresif secara verbal dibanding teman sebaya mereka.

Jawaban: B
Pembahasan: Untuk melemahkan klaim kausal, dibutuhkan bukti yang menunjukkan tidak adanya hubungan tersebut. Pilihan B didapatkan dari hasil studi berupa data empiris yang mengontrol variabel pengganggu.

Halaman:

Advertisement