Source : Foto: Freepik

17 Hal yang Harus Dicek saat Membeli Rumah, dari Dokumen hingga Bangunan yang Harus Kamu Tahu

Beli rumah jangan asal! Cek 17 hal penting mulai dari legalitas sertifikat, IMB/PBG, hingga pajak agar transaksi aman dan bebas sengketa di masa depan.

2 Januari 2026 Gita Pradina

5. Riwayat Pajak Bumi dan Bangunan

Pastikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) rumah tersebut dibayar rutin dan tidak menunggak. Bukti pembayaran PBB biasanya diminta saat proses jual beli. Jika terdapat tunggakan, sebaiknya diselesaikan oleh penjual sebelum transaksi dilakukan.

Tunggakan PBB dapat menghambat proses balik nama sertifikat di Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan berpotensi menimbulkan kendala administratif bagi pembeli.

Dengan memastikan status PBB dalam kondisi bersih, proses pembelian rumah dapat berjalan lebih lancar dan memberikan kepastian hukum bagi kedua belah pihak.

6. Kondisi Struktur Bangunan

Periksa kondisi struktur bangunan secara menyeluruh, mulai dari fondasi hingga atap. Jangan ragu untuk menyiapkan daftar pertanyaan survei rumah yang mendetail terkait kapan renovasi terakhir dilakukan atau apakah pernah ada perbaikan struktur yang signifikan.

Jika ragu, kamu dapat mengajak tenaga ahli bangunan untuk melakukan inspeksi sebelum membeli rumah.

Pemeriksaan ini sangat membantu untuk mengidentifikasi kerusakan tersembunyi dan memperkirakan kebutuhan renovasi ke depan, dengan biaya yang relatif kecil dibandingkan risiko kerugian di masa depan.

7. Kualitas Material Bangunan

Selain struktur bangunan, kualitas material juga perlu diperhatikan dengan saksama. Periksa jenis rangka atap, kondisi keramik, kusen pintu dan jendela, serta plafon. 

Sebagai bagian dari tips membeli rumah bekas, ketelitian dalam mengecek kualitas material dapat membantumu menghindari rasa kecewa sekaligus memastikan rumah yang dibeli benar-benar nyaman dan layak huni tanpa perlu banyak renovasi tambahan.

8. Sistem Kelistrikan Rumah

Pastikan instalasi listrik rumah terpasang dengan rapi dan aman. Periksa daya listrik yang tersedia, kondisi kabel, panel listrik, serta posisi stop kontak di setiap ruangan. Sistem kelistrikan yang tidak sesuai standar berisiko menimbulkan korsleting dan membahayakan penghuni rumah.

Selain itu, tanyakan apakah instalasi listrik pernah diperbarui atau masih menggunakan sistem lama. Informasi ini penting untuk memperkirakan kebutuhan perbaikan ke depan dan memastikan sistem kelistrikan rumah mampu menunjang kebutuhan sehari-hari dengan aman dan nyaman.

9. Saluran Air dan Sanitasi

Periksa aliran air bersih, sumber air yang digunakan, serta kondisi pipa di seluruh bagian rumah. Pastikan air mengalir lancar, tidak berbau, dan tidak berubah warna. Selain itu, cek sistem pembuangan limbah untuk memastikan tidak ada kebocoran atau sumbatan yang dapat menimbulkan masalah di kemudian hari.

Saluran air dan sanitasi yang buruk dapat berdampak langsung pada kenyamanan dan kesehatan penghuni rumah.

Dengan memastikan sistem ini berfungsi dengan baik sejak awal, kamu dapat menghindari risiko gangguan kesehatan serta biaya perbaikan yang tidak terduga setelah rumah ditempati.

10. Ventilasi dan Pencahayaan

Ventilasi yang baik membuat sirkulasi udara di dalam rumah lebih lancar sehingga hunian terasa sejuk dan sehat. Perhatikan jumlah dan posisi jendela, arah hadap rumah, serta aliran udara di setiap ruangan, terutama kamar tidur dan dapur.

Selain ventilasi, pencahayaan alami juga perlu diperhatikan karena dapat mengurangi kelembapan dan penggunaan listrik di siang hari. Rumah dengan pencahayaan yang cukup umumnya terasa lebih nyaman dan mendukung kualitas hidup penghuni dalam jangka panjang.

11. Riwayat Banjir dan Lingkungan

Cari tahu apakah rumah atau kawasan sekitarnya pernah mengalami banjir, baik banjir besar maupun genangan rutin saat hujan deras. Informasi ini bisa diperoleh dengan bertanya langsung kepada warga sekitar atau mengamati kondisi saluran air di lingkungan tersebut.

Rumah yang berada di area rawan banjir berpotensi menimbulkan biaya perawatan lebih tinggi dan menurunkan nilai properti. Oleh karena itu, riwayat banjir menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan sebelum membeli rumah.

Halaman: