Advertisement
Source : Getty Images/alancrosthwaite

Apa saja yang Termasuk Investasi Leher ke Atas? Ini Pengertian dan Contohnya

Tidak bermodalkan aset fisik, investasi leher ke atas fokus pada pengembangan diri dengan cara menambah wawasan atau ilmu pengetahuan baru.

3 Juli 2025 Bella Carla

4. Memperhatikan dosen atau guru

Investasi leher ke atas yang pertama kali kamu lakukan dimulai sejak kamu sudah mengikuti pendidikan formal seperti sekolah.

Jika mengikuti pendidikan formal, tentunya kamu akan terlibat dalam sesi pengajaran di kelas yang dipimpin oleh guru atau dosen.

Dari mendengarkan penjelasan inilah kamu secara tidak langsung sudah mendapat ilmu untuk bisa digunakan pada kehidupan sehari-hari di masa depan.

5. Mencari mentor

Selain guru dan dosen, kamu juga bisa mendapatkan ilmu langsung dari ahlinya atau seorang mentor. Nah, mentor ini bisa saja dari keluarga, teman, rekan kerja, atau pembicara dari seminar.

Oh ya, kamu juga bisa mencari mentor dengan berkoneksi di media sosial seperti LinkedIn, lho. Menurut Forbes, penting untuk mencari mentor yang memiliki minat dan bidang yang ingin kamu tekuni karena proses transfer ilmu akan berjalan lebih lancar nantinya.

Penutup

Nah, di atas tadi sudah Mamikos rangkumkan pengertian hingga contoh investasi leher ke atas yang perlu kamu ketahui. 🧐💬

Investasi leher ke atas sederhananya menginvestasikan isi kepala atau otak kita. Prosesnya bisa dilakukan dengan cara meningkatkan pemahaman ilmu, mengasah kemampuan (skill), dan memperkuat empati serta simpati kepada sesama.

Buat kamu masih ingin mengulik lebih banyak tentang informasi menarik lainnya, seperti Contoh Jenis Investasi Jangka Panjang dan Pendek hingga Jenis Investasi Terbaik, silahkan kunjungi situs blog Mamikos dan temukan informasinya di sana.

FAQ

Contoh investasi leher ke atas apa saja?

Beberapa jenis investasi leher ke atas, mulai dari sosial, spiritual, ketrampilan, mengenali kemampuan diri sendiri, dan masih banyak lagi lainnya.

Apa saja tiga jenis investasi?

Tiga jenis investasi, ada deposito, emas, property.

Investasi apa yang cocok untuk jangka panjang?

Jenis-jenis Investasi Jangka Panjang ada Saham: Bukti kepemilikan seseorang atas sebuah perusahaan. Obligasi: Surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan. Reksa Dana: Kumpulan dana dari berbagai investor yang dikelola oleh pihak professional yang disebut manajer investasi.

Apa aturan 30 30 30 untuk berinvestasi?

Aturan tabungan pensiun 30:30:30:10 membantu Anda menginvestasikan pendapatan secara terorganisasi. Aturan ini menyarankan untuk menginvestasikan 30% tabungan ke dalam saham, 30% dalam obligasi, 30% untuk real estate, dan 10% sisanya dalam bentuk uang tunai dan setara kas.

Kapan sebaiknya mulai berinvestasi?

Salah satu waktu terbaik untuk mulai berinvestasi adalah ketika kamu sudah memiliki penghasilan tetap. Dengan adanya pemasukan yang stabil, kamu bisa menyisihkan sebagian uang untuk investasi tanpa mengganggu kebutuhan sehari-hari.

Referensi:


Halaman:

Advertisement