Arti dan Tulisan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Taqabbal Ya Karim
Ucapan yang paling umum saat peringatan dua Hari Besar umat Muslim adalah Taqabbalallahu Minna Wa Minkum. Berikut penjelasan arti dan cara tulisnya.
Jawaban Taqabbalallahu Minna Wa Minkum
Mungkin beberapa diantara kamu masih bingung atau ada yang masih kurang paham bagaimana cara menjawab jika ada yang mengucapkan taqabbalallahu minna wa minkum taqabbal ya karim pada kita?
Nah untuk menjawabnya kamu bisa dengan mengucapkan “Aamiin” / semoga Allah mengabulkan. Namun memang tentu tidak cukup jika hanya menjawab dengan Aamiin saja.
Maka seharusnya kita juga bisa menjawabnya dengan yang lebih baik. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Q.S. An Nisaa ayat 86 yang artinya:
“Jika kalian diberi salam dalam bentuk apa pun maka balaslah salam yang lebih baik atau jawablah dengan yang semisal.” (Q.S. An Nisaa ayat 86).
Jika ada yang memberikan doa “taqobalallahu minna wa minkum”, maka kamu semua bisa menjawab dengan ucapan atau doa “minna waminkum taqobbal ya karim”.
Arti dari jawaban itu adalah: “Ya Allah Yang Maha Mulia terimalah amal kami dan kamu”.
Keistimewaan Doa Taqabbalallahu Minna Wa Minkum
Sebagai penutup sebelum Mamikos sudahi pembahasan lengkap mengenai arti dan tulisan taqabbalallahu minna wa minkum taqabbal ya karim, maka perlu kamu ketahui juga bahwa ada beberapa keistimewaan dari doa taqabbalallahu minna wa minkum tersebut.
Doa taqabbalallahu minna wa minkum tidak menyalahi Al-Quran dan Sunnah meski memang tidak pernah dicontohkan Rasul. Lafadz doa sendiri tidak pernah dibatasi oleh Rasul.
Di bawah ini adalah beberapa keistimewaan doa taqabbalallahu minna wa minkum seperti yang tertulis:
1. Menghidupkan sunnah
Pada poin pertama, doa tersebut diyakini menghidupkan sunnah. Meskipun ucapan lain (misalnya minal aidin wal faizin) sama sekali tidak dilarang, namun ucapan taqabbalallahu minna wa minkum memiliki keutamaan tersendiri yakni menghidupkan sunnah yang dicontohkan para sahabat dan mendapatkan legalitas dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Kemudian salah satu keutamaan besar menghidupkan sunnah adalah mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya.
مَنْ أَحْيَا سُنَّةً مِنْ سُنَّتِى فَعَمِلَ بِهَا النَّاسُ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا لاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
“Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun“ (HR. Ibnu Majah; shahih lighairihi)
Kesimpulannya, apabila kamu mengucapkan dan mempopulerkan ucapan sekaligus doa ini, dan ada orang lain yang mengamalkannya, maka Insya Allah kamu akan mendapatkan pahala seperti pahala mereka tanpa mengurangi sedikitpun pahala mereka.
Luar biasa bukan. Hanya doa yang hanya sebaris saja, tapi manfaatnya seluar biasa ini.
2. Ucapan Berpahala
Karena sejak awal kamu sudah tahu bahwa ini adalah doa, maka kamu pun sudah bisa menduga bahwa ucapan doa itu juga mengandung pahala.
Bahkan jika tidak ada yang mengikuti sekalipun, atau karena semua orang sudah mengucapkan doa ini, kamu akan tetap mendapatkan pahala dari mengucapkan doa ini.
Sebab ini termasuk dalam doa atau ucapan yang baik. Di dalamnya kamu menyebut nama Allah, mengagungkan-Nya, berdoa kepada-Nya, mengharap kepada-Nya, mendoakan sesama muslim. Semua hal tadi tentu saja adalah sebuah kebaikan yang mendatangkan pahala.
Kalimat atau ucapan doa tersebut juga merupakan syiar Islam yang begitu orang mendengar, maka ia akan ingat Allah dan ingat agama Islam ini. Semua hal tersebut juga mendatangkan pahala.
3. Mengikuti sahabat Rasulullah
Dengan mengamalkan ucapan ini termasuk salah satu upaya mengikuti sahabat Nabi radhiyallahu anhum yang pada hakikatnya mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Tentang orang yang mengikuti sahabat Nabi dengan baik, Allah mengisyaratkan bahwa mereka akan secara otomatis mendapatkan ridha-Nya.
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha terhadap mereka dan mereka ridha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At Taubah: 100)
Halaman:

