Bagaimana Menerapkan Experiential Learning dalam Pembelajaran Bersama dengan Guru Lain?
Penerapan experiential learning dalam pembelajaran bersama guru lain, memiliki tiga tahapan, yaitu perencanaan kolaborasi antar guru, pelaksanaan aktivitas, dan evaluasi/refleksi bersama.
Bagaimana menerapkan experiential learning dalam pembelajaran bersama dengan guru lain di sekolah? Di dalam kolaborasi antar guru dalam menerapkan metode pembelajaran inovatif, pertanyaan tersebut sering kali dibahas.
Experiential learning merupakan metode pembelajaran yang berfokus pada pengalaman langsung. Proses belajar berpusat pada siswa. Menurut Kolb (2014) yang dikutip dari Jurnal Implementasi Model Pembelajaran Experiential Learning sebagai Bagian dari Program Sekolah Ramah Anak, experiential learning secara harfiah berarti belajar dari aktifitas mengalami dan merefleksikan apa yang telah dipelajari.
Siswa tidak hanya aktif dalam menyampaikan pikirannya, tetapi juga praktik secara langsung. Melalui pengalaman nyata, hasil belajar siswa semakin efektif. 📖✨
Bagaimana Menerapkan Experiential Learning dalam Pembelajaran Bersama dengan Guru Lain di Lingkungan Sekolah?
Penerapan experiential learning dalam pembelajaran bersama guru lain, memiliki tiga tahapan. Berikut ini penjelasannya.
1. Perencanaan yang Dilakukan Bersama
Antar guru bekerja sama untuk merancang aktivitas pembelajaran berbasis pengalaman nyata. Kegiatan pembelajaran yang bisa dilakukan seperti studi lapangan, simulasi, hingga eksperimen.
Sesama guru harus menentukan tujuan pembelajaran yang terukur dan jelas. Supaya kompetensi siswa dapat dicapai dengan baik, setiap guru harus memiliki peran dan tanggung jawab sesuai keahlian.
2. Pelaksanaan Aktivitas
Pembelajaran berbasis pengalaman bisa dilakukan dengan pembentukan team teaching. Para siswa terbagi ke dalam kelompok kecil. Kemudian, beberapa guru berperan sebagai pendamping.
Setiap guru memiliki peran sesuai dengan bidang yang dikuasainya. Guru bisa bergantian atau bersamaan untuk memberikan bimbingan.
Pelaksanaan team teaching bisa dilakukan saat siswa belajar di luar sekolah. Misalnya saja, kunjungan industri.
3. Evaluasi dan Refleksi Bersama
Evaluasi dan refleksi bersama dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Setiap guru melakukan penilaian terhadap hasil belajar siswa. Tidak hanya dari aspek pengetahuan, tetapi juga keterampilan.
Setiap guru saling merefleksikan proses pembelajaran yang sudah dilaksanakan. Bekerja sama untuk mengidentifikasi hasil dan tantangan setelah pembelajaran berlangsung. Setelah itu, memperbaiki strategi pembelajaran berikutnya agar lebih efektif dan inovatif.
Penutup
Bagaimana menerapkan experiential learning dalam pembelajaran bersama dengan guru lain untuk meningkatkan hasil belajar siswa?
Jawabannya, ada tiga tahapan utama. Pertama, merencanakan kolaborasi antar guru yang jelas dan terstruktur. Kedua, melaksanakan pembelajaran berbasis pengalaman dengan kerja sama yang baik. Ketiga, melakukan evaluasi dan refleksi bersama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:
Kost Dekat UGM Jogja
Kost Dekat UNPAD Jatinangor
Kost Dekat UNDIP Semarang
Kost Dekat UI Depok
Kost Dekat UB Malang
Kost Dekat Unnes Semarang
Kost Dekat UMY Jogja
Kost Dekat UNY Jogja
Kost Dekat UNS Solo
Kost Dekat ITB Bandung
Kost Dekat UMS Solo
Kost Dekat ITS Surabaya


