Berapa Biaya Hidup untuk Kuliah di Inggris? Biaya Hidup hingga Sewa Kos-kosan
Cari tahu biaya hidup kuliah di Inggris, mulai dari sewa tempat tinggal, makan, transportasi, hingga tips mengatur pengeluaran mahasiswa.
- Perkiraan biaya hidup: di luar London sekitar £900–£1.400/bulan (≈ Rp21–32,8 juta) dan di London sekitar £1.300–£1.600/bulan (≈ Rp30,4–37,4 juta); per tahun masing‑masing bisa mencapai Rp252–394 juta (luar London) dan Rp365–450 juta (London), tergantung gaya hidup.
- Biaya tempat tinggal paling besar: asrama/hunian kampus £480–£800/bulan (≈ Rp11,2–18,7 juta), homestay £400–£800 (≈ Rp9,3–18,7 juta), sewa privat di kota besar/London bisa mencapai £1.600–£2.100/bulan (≈ Rp37,4–49,2 juta).
- Perlu diperhitungkan biaya tambahan dan strategi pengelolaan: visa & IHS, deposit, utilitas, buku/alat praktikum; hemat dengan memilih kota terjangkau, memasak sendiri, berbagi tempat tinggal, kerja paruh waktu, dan anggaran bulanan disiplin.
Biaya Transportasi Mahasiswa di Inggris
Biaya transportasi merupakan salah satu komponen penting karena hampir semua mahasiswa mengandalkan transportasi umum untuk aktivitas sehari-hari.
Secara umum, biaya transportasi mahasiswa di Inggris berkisar antara £50 hingga £100 per bulan di kota-kota selain London. Kisaran ini tergantung pada jarak tempat tinggal ke kampus serta frekuensi penggunaan transportasi seperti bus, tram, atau kereta lokal.
Sementara itu, di London, biaya transportasi cenderung lebih tinggi. Pengeluaran bulanan biasanya berada di kisaran £70 hingga £150 per bulan jika menggunakan kartu transportasi atau sistem pembayaran contactless.
Dalam beberapa kasus, biaya bisa lebih tinggi tergantung zona perjalanan. Misalnya, untuk penggunaan rutin di pusat London (zona 1–2), biaya transportasi bisa mencapai sekitar £100 hingga £160 per bulan.
Jika dikonversikan ke rupiah, maka biaya transportasi mahasiswa di Inggris berada di kisaran Rp1 juta hingga Rp3,7 juta per bulan.
Biaya Internet, Hiburan, dan Kebutuhan Tambahan
Dalam menghitung biaya hidup untuk kuliah di Inggris, kamu juga perlu memasukkan pengeluaran tambahan seperti internet dan hiburan.
Biaya paket internet biasanya mulai dari £10 atau sekitar Rp200 ribuan. Selain itu, biaya gym berkisar antara £20 hingga £40 per bulan tergantung fasilitas yang digunakan.
Untuk hiburan seperti nonton, traveling, atau nongkrong, jumlahnya sangat bergantung pada gaya hidup masing-masing mahasiswa. Jika tidak dikontrol, pengeluaran di bagian ini bisa menjadi cukup besar.
Strategi Mengelola Biaya Hidup di Inggris
Setelah memahami berbagai komponen pengeluaran, langkah berikutnya yang tidak kalah penting adalah mengelola biaya tersebut dengan tepat. Tanpa perencanaan yang baik, biaya hidup dapat terasa semakin berat karena tingginya harga kebutuhan sehari-hari.Â
Oleh karena itu, kamu perlu menerapkan beberapa strategi berikut agar kondisi finansial tetap stabil selama menjalani studi.
1. Memilih Kota dengan Biaya Hidup Lebih Terjangkau
Memilih lokasi tempat tinggal menjadi langkah awal yang sangat menentukan. Kota besar seperti London memang menawarkan banyak fasilitas, tetapi biaya hidupnya jauh lebih tinggi dibandingkan kota kecil.
Dengan memilih kota yang lebih terjangkau, kamu dapat menekan pengeluaran secara signifikan tanpa mengurangi kualitas pendidikan yang didapat.
2. Mengatur Anggaran Bulanan secara Disiplin
Membuat perencanaan keuangan setiap bulan dapat membantu kamu mengontrol pengeluaran. Dengan mengetahui kebutuhan utama dan prioritas, kamu bisa menghindari pemborosan. Kebiasaan mencatat pengeluaran juga akan memudahkan dalam mengevaluasi kondisi finansial secara berkala.
3. Memasak Sendiri untuk Kebutuhan Sehari-hari
Memasak sendiri menjadi salah satu cara paling efektif untuk menghemat pengeluaran selama kuliah di Inggris. Selain lebih hemat, kamu juga bisa menyesuaikan menu dengan kebutuhan, selera, dan bahkan kondisi kesehatan.Â
Kebiasaan ini dapat mengurangi ketergantungan pada makanan di luar yang cenderung lebih mahal dan kurang terkontrol dari segi nutrisi. Dengan perencanaan belanja yang baik, kamu juga dapat mengatur pengeluaran makan agar lebih stabil setiap bulannya.Â
4. Memanfaatkan Berbagai Fasilitas Mahasiswa
Mahasiswa di Inggris memiliki banyak keuntungan berupa potongan harga di berbagai layanan, mulai dari transportasi hingga tempat makan. Dengan memanfaatkan fasilitas ini, kamu dapat mengurangi pengeluaran tanpa harus mengorbankan kebutuhan sehari-hari.
5. Menggunakan Transportasi secara Efisien
Memilih tempat tinggal yang dekat dengan kampus dapat membantu mengurangi biaya transportasi. Selain itu, berjalan kaki atau bersepeda juga bisa menjadi alternatif yang lebih hemat sekaligus menyehatkan. Jika harus menggunakan transportasi umum, kamu bisa memilih opsi yang paling sesuai dengan kebutuhan.
6. Bekerja Paruh Waktu untuk Menambah Pemasukan
Mahasiswa internasional di Inggris memiliki kesempatan untuk bekerja paruh waktu selama masa studi. Penghasilan dari pekerjaan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus melatih kemandirian. Namun, penting untuk tetap menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kegiatan akademik.
Halaman:

