Advertisement
Source : magnific.com/@vwalakte

Berapa Biaya Hidup untuk Kuliah di Inggris? Biaya Hidup hingga Sewa Kos-kosan

Cari tahu biaya hidup kuliah di Inggris, mulai dari sewa tempat tinggal, makan, transportasi, hingga tips mengatur pengeluaran mahasiswa.

30 April 2026 Gita Pradina
Ringkasan Artikel
  • Perkiraan biaya hidup: di luar London sekitar £900–£1.400/bulan (≈ Rp21–32,8 juta) dan di London sekitar £1.300–£1.600/bulan (≈ Rp30,4–37,4 juta); per tahun masing‑masing bisa mencapai Rp252–394 juta (luar London) dan Rp365–450 juta (London), tergantung gaya hidup.
  • Biaya tempat tinggal paling besar: asrama/hunian kampus £480–£800/bulan (≈ Rp11,2–18,7 juta), homestay £400–£800 (≈ Rp9,3–18,7 juta), sewa privat di kota besar/London bisa mencapai £1.600–£2.100/bulan (≈ Rp37,4–49,2 juta).
  • Perlu diperhitungkan biaya tambahan dan strategi pengelolaan: visa & IHS, deposit, utilitas, buku/alat praktikum; hemat dengan memilih kota terjangkau, memasak sendiri, berbagi tempat tinggal, kerja paruh waktu, dan anggaran bulanan disiplin.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Berapa biaya hidup untuk kuliah di Inggris? Pertanyaan ini sering muncul di kalangan pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Inggris memang menjadi salah satu tujuan favorit karena kualitas universitasnya yang diakui dunia.

Ketika mempersiapkan biaya, banyak orang hanya fokus pada biaya kuliah, padahal pengeluaran sehari-hari justru menjadi komponen terbesar selama tinggal di luar negeri.

Oleh karena itu, artikel Mamikos ini akan membahas secara lengkap dan rinci untuk menjawab pertanyaan “berapa biaya hidup untuk kuliah di Inggris?” agar kamu lebih siap sebelum berangkat. Yuk, simak selengkapnya! 🚀🎓💸

Gambaran Umum Biaya Hidup Mahasiswa di Inggris

Berapa biaya hidup untuk kuliah di Inggris?
magnific.com/@vwalakte
Berapa Besaran Uang Saku LPDP Luar Negeri per Bulan? Ini Rinciannya

Secara umum, biaya hidup mahasiswa di Inggris berkisar antara £900 hingga £1.400 per bulan untuk wilayah di luar London. Jika dikonversikan ke rupiah dengan asumsi kurs April 2026 sekitar Rp23.400 per pound sterling, jumlah ini setara dengan sekitar Rp21 juta hingga Rp32,8 juta per bulan.

Kisaran ini biasanya mencakup berbagai kebutuhan utama seperti tempat tinggal, makanan, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Sementara itu, untuk mahasiswa yang tinggal di London, biaya hidup cenderung lebih tinggi, yaitu sekitar £1.300 hingga £1.600 per bulan atau sekitar Rp30,4 juta hingga Rp37,4 juta. Perbedaan ini dipengaruhi oleh harga sewa tempat tinggal dan biaya hidup yang memang lebih mahal di ibu kota Inggris tersebut.

5 Universitas Luar Negeri yang Menawarkan Beasiswa, Gratis Biaya Kuliah hingga Biaya Hidup 

Dalam satu tahun, total biaya hidup mahasiswa di luar London dapat mencapai sekitar Rp252 juta hingga Rp394 juta. Adapun di London, total biaya hidup per tahun bisa berada di kisaran Rp365 juta hingga Rp450 juta, tergantung gaya hidup dan pilihan tempat tinggal.

Biaya Sewa Tempat Tinggal di Inggris

Salah satu pengeluaran terbesar dalam menjawab pertanyaan “berapa biaya hidup untuk kuliah di Inggris?” adalah biaya tempat tinggal. Pengeluaran ini bahkan bisa mencapai lebih dari setengah total biaya bulanan.

Biaya Kuliah UGM per Semester Jalur Mandiri Sarjana (S1), Ini Kisarannya!

Jika mahasiswa memilih tinggal di asrama kampus atau hunian sederhana di luar London, biaya yang perlu disiapkan biasanya berkisar antara £480 hingga £800 per bulan, tergantung kota dan jenis akomodasi. Jika dikonversikan ke rupiah dengan asumsi kurs April 2026 sekitar Rp23.400 per pound sterling, sekitar Rp11,2 juta hingga Rp18,7 juta.

Sementara itu, jika memilih menyewa tempat tinggal di luar kampus, biaya akan jauh lebih tinggi, terutama di kota besar. Di London, harga sewa apartemen bisa mencapai £1.600 hingga £2.100 per bulan atau sekitar Rp37,4 juta hingga Rp49,2 juta. Jenis hunian ini biasanya berupa kamar atau unit yang disewa secara mandiri maupun bersama, yang konsepnya mirip seperti kos-kosan di Indonesia. 

Selain itu, ada juga opsi homestay atau tinggal bersama keluarga lokal. Biaya untuk pilihan ini berkisar antara £400 hingga £800 per bulan atau sekitar Rp9,3 juta hingga Rp18,7 juta, tergantung lokasi dan fasilitas.

Biaya Makan dan Kebutuhan Harian

Selain tempat tinggal, biaya makan juga menjadi pengeluaran utama mahasiswa yang merantau ke Inggris. Secara umum, biaya makan mahasiswa di Inggris berada di kisaran £80 hingga £250 per bulan, tergantung kebiasaan konsumsi dan gaya hidup. Jika dikonversikan ke rupiah, jumlah ini setara dengan sekitar Rp1,8 juta hingga Rp5,8 juta per bulan.

Angka ini biasanya berlaku untuk mahasiswa yang lebih sering memasak sendiri dan berbelanja bahan makanan di supermarket. Jika kamu lebih sering makan di luar, pengeluaran tentu akan meningkat.

Biaya Transportasi Mahasiswa di Inggris

Biaya transportasi merupakan salah satu komponen penting karena hampir semua mahasiswa mengandalkan transportasi umum untuk aktivitas sehari-hari.

Secara umum, biaya transportasi mahasiswa di Inggris berkisar antara £50 hingga £100 per bulan di kota-kota selain London. Kisaran ini tergantung pada jarak tempat tinggal ke kampus serta frekuensi penggunaan transportasi seperti bus, tram, atau kereta lokal.

Sementara itu, di London, biaya transportasi cenderung lebih tinggi. Pengeluaran bulanan biasanya berada di kisaran £70 hingga £150 per bulan jika menggunakan kartu transportasi atau sistem pembayaran contactless.

Dalam beberapa kasus, biaya bisa lebih tinggi tergantung zona perjalanan. Misalnya, untuk penggunaan rutin di pusat London (zona 1–2), biaya transportasi bisa mencapai sekitar £100 hingga £160 per bulan.

Jika dikonversikan ke rupiah, maka biaya transportasi mahasiswa di Inggris berada di kisaran Rp1 juta hingga Rp3,7 juta per bulan.

Uang Pangkal UNY Jalur Mandiri 2026 yang Perlu Diketahui Calon Maba 2026

Biaya Internet, Hiburan, dan Kebutuhan Tambahan

Dalam menghitung biaya hidup untuk kuliah di Inggris, kamu juga perlu memasukkan pengeluaran tambahan seperti internet dan hiburan.

Biaya paket internet biasanya mulai dari £10 atau sekitar Rp200 ribuan. Selain itu, biaya gym berkisar antara £20 hingga £40 per bulan tergantung fasilitas yang digunakan.

Untuk hiburan seperti nonton, traveling, atau nongkrong, jumlahnya sangat bergantung pada gaya hidup masing-masing mahasiswa. Jika tidak dikontrol, pengeluaran di bagian ini bisa menjadi cukup besar.

Strategi Mengelola Biaya Hidup di Inggris

Setelah memahami berbagai komponen pengeluaran, langkah berikutnya yang tidak kalah penting adalah mengelola biaya tersebut dengan tepat. Tanpa perencanaan yang baik, biaya hidup dapat terasa semakin berat karena tingginya harga kebutuhan sehari-hari. 

Oleh karena itu, kamu perlu menerapkan beberapa strategi berikut agar kondisi finansial tetap stabil selama menjalani studi.

1. Memilih Kota dengan Biaya Hidup Lebih Terjangkau

Memilih lokasi tempat tinggal menjadi langkah awal yang sangat menentukan. Kota besar seperti London memang menawarkan banyak fasilitas, tetapi biaya hidupnya jauh lebih tinggi dibandingkan kota kecil.

Dengan memilih kota yang lebih terjangkau, kamu dapat menekan pengeluaran secara signifikan tanpa mengurangi kualitas pendidikan yang didapat.

2. Mengatur Anggaran Bulanan secara Disiplin

Membuat perencanaan keuangan setiap bulan dapat membantu kamu mengontrol pengeluaran. Dengan mengetahui kebutuhan utama dan prioritas, kamu bisa menghindari pemborosan. Kebiasaan mencatat pengeluaran juga akan memudahkan dalam mengevaluasi kondisi finansial secara berkala.

3. Memasak Sendiri untuk Kebutuhan Sehari-hari

Memasak sendiri menjadi salah satu cara paling efektif untuk menghemat pengeluaran selama kuliah di Inggris. Selain lebih hemat, kamu juga bisa menyesuaikan menu dengan kebutuhan, selera, dan bahkan kondisi kesehatan. 

Kebiasaan ini dapat mengurangi ketergantungan pada makanan di luar yang cenderung lebih mahal dan kurang terkontrol dari segi nutrisi. Dengan perencanaan belanja yang baik, kamu juga dapat mengatur pengeluaran makan agar lebih stabil setiap bulannya. 

4. Memanfaatkan Berbagai Fasilitas Mahasiswa

Mahasiswa di Inggris memiliki banyak keuntungan berupa potongan harga di berbagai layanan, mulai dari transportasi hingga tempat makan. Dengan memanfaatkan fasilitas ini, kamu dapat mengurangi pengeluaran tanpa harus mengorbankan kebutuhan sehari-hari.

5. Menggunakan Transportasi secara Efisien

Memilih tempat tinggal yang dekat dengan kampus dapat membantu mengurangi biaya transportasi. Selain itu, berjalan kaki atau bersepeda juga bisa menjadi alternatif yang lebih hemat sekaligus menyehatkan. Jika harus menggunakan transportasi umum, kamu bisa memilih opsi yang paling sesuai dengan kebutuhan.

6. Bekerja Paruh Waktu untuk Menambah Pemasukan

Mahasiswa internasional di Inggris memiliki kesempatan untuk bekerja paruh waktu selama masa studi. Penghasilan dari pekerjaan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus melatih kemandirian. Namun, penting untuk tetap menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kegiatan akademik.

7. Berbagi Tempat Tinggal dengan Mahasiswa Lain

Tinggal bersama teman atau memilih hunian bersama dapat membantu mengurangi biaya sewa. Selain lebih hemat, kamu juga bisa berbagi tanggung jawab dalam mengelola kebutuhan rumah tangga. 

Cara ini cukup umum dilakukan oleh mahasiswa untuk menekan pengeluaran selama kuliah. Konsepnya sendiri mirip seperti kos-kosan di Indonesia, di mana beberapa orang tinggal dalam satu rumah atau apartemen dengan kamar masing-masing, tetapi berbagi fasilitas seperti dapur dan ruang bersama. 

Dengan menerapkan strategi-strategi tersebut, biaya hidup di Inggris dapat dikelola dengan lebih baik. Kunci utamanya adalah konsisten dalam mengatur keuangan dan menyesuaikan gaya hidup agar tetap seimbang dengan kemampuan finansial.

Biaya Tambahan yang Sering Terlewat

Saat membahas biaya hidup untuk kuliah di Inggris, banyak mahasiswa hanya fokus pada biaya utama seperti sewa dan makan. Padahal, ada biaya tambahan penting seperti visa pelajar dan Immigration Health Surcharge (IHS) yang wajib dibayar agar bisa tinggal dan mengakses layanan kesehatan di Inggris. Biaya ini biasanya dibayarkan di awal sebelum keberangkatan.

Selain itu, ada juga pengeluaran akademik seperti buku, modul, dan perlengkapan kuliah yang sering tidak diperhitungkan. Beberapa jurusan bahkan membutuhkan biaya tambahan untuk praktikum atau alat khusus. Ditambah lagi, pada bulan pertama, mahasiswa biasanya mengeluarkan biaya lebih besar untuk deposit tempat tinggal dan membeli kebutuhan dasar.

Biaya lain yang sering terlewat adalah utilitas seperti listrik, internet, serta pengeluaran gaya hidup seperti hiburan atau traveling. Meski terlihat kecil, jika tidak dikontrol, pengeluaran ini bisa membengkak. Oleh karena itu, penting untuk memasukkan semua komponen ini agar perhitungan biaya hidup lebih realistis.

Penutup

Mengetahui berapa biaya hidup untuk kuliah di Inggris menjadi langkah penting sebelum memutuskan melanjutkan studi ke luar negeri. Dari biaya tempat tinggal yang porsinya paling besar, hingga kebutuhan sehari-hari seperti makan, transportasi, dan pengeluaran tambahan, semuanya perlu dipersiapkan dengan matang. 

Meski biaya hidup di Inggris tergolong tinggi, kamu tetap dapat mengelolanya dengan strategi yang tepat, seperti memilih hunian yang sesuai, memasak sendiri, dan mengatur anggaran secara disiplin. Dengan memahami gambaran biaya sejak awal, kamu bisa menyusun rencana keuangan yang lebih realistis. 

Jadi, mulai persiapkan dari sekarang agar pengalaman kuliah di Inggris dapat berjalan lebih nyaman, terencana, dan minim kendala finansial, serta lebih siap menghadapi tantangan hidup mandiri. 🚀🎓💸

Referensi:


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta

Advertisement