Berapa Gaji TKI dan ART di Taiwan? Cek UMR Terbaru & Biaya Hidup per Bulan
Taiwan menduduki posisi pertama sebagai negara dengan penempatan TKI terbanyak tahun 2026.
- Taiwan menjadi tujuan favorit pekerja migran Indonesia pada 2026 dengan proporsi penempatan tertinggi (31,11%)—faktor utamanya upah lebih tinggi, biaya hidup relatif terjangkau, stabilitas politik‑ekonomi, dan tingginya permintaan tenaga kerja (termasuk karena populasi lansia).
- Upah: UMR Taiwan diperkirakan NT$29.500/bulan (2026) ≈ Rp16,1 juta; kisaran gaji menurut pekerjaan: ART NT$20.000–40.000 (≈Rp10,9–21,9 jt), buruh pabrik NT$27.470–60.000, profesional hingga NT$100.000.
- Cara kerja legal: jalur resmi lewat program pemerintah (SP2T/BP2MI), agensi terdaftar, job portal, studi di Taiwan; penting menguasai Mandarin dan mengurus visa kerja (mis. Gold Card) sesuai jenis pekerjaan.
Hingga saat ini, Taiwan menjadi negara dengan proporsi penempatan pekerja migran Indonesia paling tinggi dan peningkatan kuantitas paling tajam tiap bulannya dibandingkan negara-negara lain.
Fenomena ini menjadikan Taiwan dikenal sebagai negara tujuan favorit banyak migran untuk berangkat mencari nafkah di tanah asing.
Lantas, berapa besaran gaji pekerja migran atau TKI di Taiwan? Yuk simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut.
Daftar Isi
Berikut Info Besaran Gaji TKI dan ART di Taiwan Terbaru

Menurut Data Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) pada kuartal satu tahun 2026 menuturkan bahwa 65.813 WNI merupakan pekerja migran luar negeri dengan dominasi pekerjaan pada sektor informal seperti pekerja rumah tangga.
Di sisi lain, Taiwan, Malaysia, Hongkong, Jepang, dan Singapura kerap menduduki top lima negara dengan penempatan pekerja migran Indonesia terbanyak tahun 2026 ini.
Diungguli oleh Taiwan dengan proporsi sebaran mencapai 31,11% dari total keseluruhan penempatan pekerja migran Indonesia.
Mengapa Taiwan Menjadi Negara Tujuan Favorit bagi TKI?
Taiwan masih menjadi negara tujuan favorit pertama bagi pekerja migran Indonesia atau tenaga kerja Indonesia (TKI) untuk bekerja. Ada banyak faktor yang membuat demikian, antara lain:
1. Upah Minimum di Taiwan lebih tinggi dibandingkan Indonesia
Pertama, upah minimum pekerja di Taiwan faktanya lebih tinggi dibandingkan Indonesia, meski berada pada sektor pekerjaan yang sama.
Gaji pokok pekerja migran di Taiwan per Januari 2026 berada di sekitar NT$29.500 – NT$40.000 per bulan atau 16,1 juta – 21,9 juta untuk sektor informal seperti asisten rumah tangga, pengasuh, dan perawat lansia.
Sementara untuk tenaga kerja migran berbasis profesional, gaji pokok mereka mencapai angka NT$40.000 – NT$100.000 per bulan atau 21,9 juta – 54 juta.
2. Biaya hidup yang relatif rendah
Alasan berikutnya yang masih linier dengan gaji layak dan disuguhkan oleh Taiwan adalah biaya hidup di Asia Tenggara yang relatif lebih rendah dan terjangkau daripada negara-negara tujuan pekerja migran lain seperti Singapura dan Australia.
Sektor manufaktur dan semikonduktor mendominasi industri domestik negara, menjadikan peluang permintaan tenaga kerja dan lembur berbayar semakin meninggi pada sektor ini.
3. Kondisi politik dan ekonomi Taiwan yang terkontrol dengan baik
Alasan selanjutnya mengapa Taiwan menjadi negara yang menarik bagi para TKI adalah sistem tata kelola pemerintahan dan ekonomi domestik yang terkendali.
Negara ini tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai negara agraris kecil yang banyak bergantung pada bantuan asing.
Pada tahun 1960, menurut survei langsung dari World Bank pendapatan per kapita Taiwan saat itu hanya US$146 dengan lebih dari 80% penduduk bekerja di sektor pertanian.
Jauh melesat di dasawarsa-dasawarsa selanjutnya, kini pendapatan PDB per kapita Taiwan hampir menyentuh US$41.586 dengan 70% didominasi aktivitas ekspor.
Bahkan saat ini, Taiwan menjadi salah satu pemain utama rantai pasok produk berteknologi tinggi seperti semikonduktor dan chip yang didistribusikan ke mancanegara.
Bangkitnya ekonomi Taiwan ibarat menjadi gawang kosong bagi para pekerja migran untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang lebih layak di sana.
Meskipun sedikit banyaknya kondisi politik Taiwan masih bergejolak dengan China, namun agaknya dengan kerjasama dan dukungan erat dari Amerika Serikat, Taiwan akan mampu menghadapi setiap dinamika yang terjadi.
Kestabilan kondisi dalam negeri juga merupakan faktor kunci para pekerja migran berbondong-bondong datang ke Taiwan.
4. Lapangan kerja terbuka lebar
Keempat, lapangan pekerjaan di Taiawan yang masih terbuka lebar. Seperti yang diketahui, mekanisme Program SP2T (Special Placement Program to Taiwan) yang dikomandoi oleh Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI/BP2MI) resmi dijalankan.
Program ini meliputi sektor-sektor utama seperti manufaktur dan industri, perawat dan caregiver, serta perhotelan dan jasa.
Dengan mekanisme program seperti ini dari pemerintah Indonesia, kesempatan bekerja di Taiwan menjadi lebih mudah dan transparan bagi deretan pekerjaan yang banyak dibutuhkan.
Pelaksanaannya juga lebih terintegrasi secara digital dengan pengawasan langsung oleh pemerintah sehingga menghindarkan dari segala bentuk penipuan seperti scam dan calo.
Sementara disisi lain pada sektor informal (non-high skill jobs), permintaan tenaga kerja semakin meninggi.
Mengingat jika Taiwan sedang mengalami aging population atau penurunan populasi dengan mayoritas lansia. Angka penuaan penduduk yang semakin bertambah membuat tawaran pekerjaan pada bidang pengasuh dan perawat lansia di Taiwan naik drastis.
Tak hanya itu saja, sebagian besar pendapatan keluarga di Taiwan berarus dua arah. Artinya, baik ayah atau ibu dalam suatu keluarga sama-sama bekerja dan berpendapatan.
Sehingga, kesempatan untuk mengasuh anak dan mengurus urusan rumah tangga secara bersamaan tampaknya kurang fleksibel.
Berapa Besaran UMR di Taiwan?
Dilansir dari Indonesia Focus Taiwan, per 1 Januari 2025, pemerintah Taiwan resmi menaikkan upah minimum sebagai berikut:
- Upah minimum bulanan: NT$28.590
- Upah minimum per jam: NT$190
Jika dikonversi, maka upah minimum di Taiwan tahun 2026 dalam rupiah setara dengan:
- Upah minimum bulanan: Rp15.637.230
- Upah minimum per jam: Rp103.930
Oleh karena itu, upah minimum di Taiwan tahun 2026 dalam rupiah diperkirakan setara dengan:
- Upah minimum bulanan: sekitar Rp16.136.500
- Upah minimum per jam: sekitar Rp107.250
Estimasi ini dihitung berdasarkan asumsi kenaikan upah minimum Taiwan pada 2026 serta kurs rupiah yang relatif stabil dibanding tahun sebelumnya. Nilai aktual dapat berubah mengikuti kebijakan resmi dan pergerakan nilai tukar.
Sebagai perbandingan, berikut ini data UMR Taiwan dalam enam tahun terakhir dilansir dari Trading Economics:
- 2026: NT$29.500 (Rp16.136.500)
- 2025: NT$28.590 (Rp15.637.230)
- 2024: NT$27.470 (Rp15.025.690)
- 2023: NT$26.400 (Rp14.446.800)
- 2022: NT$25.300 (Rp13.839.100)
- 2021: NT$24.000 (Rp13.128.000)
- 2020: NT$23.800 (Rp13.018.600)
Halaman:

