Cara Cek Perusahaan Penipu atau Tidak beserta Ciri-cirinya, Awas Jobseeker Wajib Tahu Ini!
Jangan sampai terjebak, ini dia cara cek perusahaan penipu atau tidak sebelum melamar pekerjaan. Ketahui ciri-cirinya dalam artikel ini!
2. Memiliki Reputasi yang Buruk di Internet
Ciri kedua perusahaan penipu bisanya memiliki reputasi atau citra yang buruk di internet.
Orang-orang yang pernah terjebak sebagai korban di perusahaan tersebut biasanya akan memberikan review negatif di internet seperti pada forum, sosial media, dan lainnya.
Sebagai jobseeker sangat penting untuk mengecek review perusahaan terlebih dahulu sebelum memproses lamaran.
3. Memberikan Iming-Iming Tawaran yang Terlalu Bagus
Salah satu senjata utama perusahaan penipu dalam mencari korban adalah tawaran yang sangat bagus.
Perusahaan penipu biasanya akan memberikan iming-iming tawaran yang sangat menjanjikan kepada kandidat seperti keuntungan yang besar tanpa risiko atau tanpa perlu kerja keras dan kualifikasi yang jelas.
4. Mengharuskan Pelamar Untuk Membayar Sejumlah Biaya
Apabila perusahaan yang kamu lamar mengharuskanmu untuk membayar sejumlah biaya dengan alasan tidak jelas seperti biaya administrasi ataupun biaya lainnya. Kamu harus sigap dan waspada dengan perusahan tersebut.
Perusahaan resmi dan legal biasanya tidak akan membebankan biaya sepeserpun kepada kandidat dalam proses rekrutmen mereka.
5. Tidak Memiliki Legalitas yang Jelas
Ciri selanjutnya untuk mengetahui perusahaan penipu atau tidak yaitu pada legalitasnya.
Perusahaan penipu biasanya tidak memiliki legalitas yang jelas seperti izin usaha dan dokumen legal lainnya yang diakui secara resmi oleh pemerintah.
6. Menawarkan Skema Ponzi/Piramida
Ciri perusahaan penipu selanjutnya yaitu menawarkan skema ponzi atau piramida. Perusahaan akan fokus pada rekrutmen karyawan baru dibandingkan penjualan produk yang real.
Pelamar biasanya akan diberikan iming-iming keuntungan tinggi jika berhasil merekrut orang lain namun tanpa adanya produk yang jelas untuk dijual.
7. Meminta Informasi Data Diri yang Berlebihan dan Tidak Relevan
Perusahaan penipu juga biasanya akan meminta pelamar untuk menyerahkan berbagai dokumen atau data diri secara berlebih seperti KTP, NPWP, kartu kredit, atau bank rekening padahal masih dalam proses rekrutmen. Data-data tersebut biasanya akan disalahgunakan atau dijual.
Bagaimana Cara Cek Perusahaan Penipu atau Tidak?
Karena ingin mendapatkan pekerjaan dengan cepat, biasanya banyak jobseeker yang akan menyebar banyak lamaran pekerjaan tanpa memperhatikan perusahaan yang dilamar benar-benar legit dan bukan penipuan.
Hal tersebut merupakan praktik yang lumrah dilakukan oleh para jobseeker. Mengingat lowongan kerja setiap harinya semakin ketat sedangkan pencari kerja semakin banyak.
Selain itu, Indonesia juga merupakan salah satu negara dengan tingkat pengangguran paling tinggi di Asia. Tempo menyebutkan bahwa tingkat pengangguran di Indonesia mencapai 4.76% per maret 2025 kemarin.
Lowongan pekerjaan yang ketat, pencari kerja yang terus menerus meningkat, dan regulasi pemerintah yang buruk menjadi ladang menguntungkan bagi perusahaan-perusahaan penipu untuk menjaring banyak korban.
Sebagai jobseeker, kamu harus tetap waspada terhadap lowongan-lowongan pekerjaan palsu yang banyak tersebar di internet. Nah, untuk menghindarinya, kamu dapat melakukan beberapa cara cek lowongan kerja palsu atau perusahaan penipu di bawah ini:
1. Cek Website dan Sosial Media Resmi Perusahaan yang Akan Kamu Lamar
Cara paling mudah pertama untuk mengecek perusahaan penipu atau tidak yaitu dengan memeriksa website dan sosial media resmi mereka.
Perusahaan resmi biasanya akan memiliki website dengan informasi yang jelas, mencantumkan visi dan misi, scope kerja, informasi jasa atau produk yang ditawarkan, alamat kantor, kontak perusahaan, dan masih banyak lagi yang lainnya.
media sosialnya juga biasanya aktif mengunggah konten yang berkaitan dengan lingkup kerja perusahaan.
Jika perusahaan yang kamu lamar tidak memiliki website dan media sosial dengan ciri-ciri tersebut, maka kamu harus waspada adanya indikasi penipuan.
Halaman:

