Cara Cek Perusahaan Penipu atau Tidak beserta Ciri-cirinya, Awas Jobseeker Wajib Tahu Ini!
Jangan sampai terjebak, ini dia cara cek perusahaan penipu atau tidak sebelum melamar pekerjaan. Ketahui ciri-cirinya dalam artikel ini!
- Loker palsu sangat umum di Indonesia dan berisiko besar—membuang waktu, pencurian/penyalahgunaan data pribadi, penipuan finansial (diminta biaya), eksploitasi tenaga kerja, kebocoran data, hingga terseret aktivitas ilegal.
- Tanda perusahaan/lowongan penipu: informasi tidak transparan, reputasi buruk di internet, tawaran terlalu bagus, meminta biaya atau data berlebihan (KTP/NPWP/rekening), legalitas tidak jelas, atau model Ponzi/piramida.
- Cara cek sebelum melamar: verifikasi website dan sosial media resmi, cari nama dan review di Google/Google Maps, periksa alamat/kontak/email, cek legalitas di Kemenkumham/OJK/Bappebti, dan tanyakan di forum/komunitas karier.
Sebagai jobseeker mendapatkan tawaran pekerjaan dengan cepat tentu merupakan hal yang paling didambakan. Apalagi di tengah kondisi pasar dunia kerja yang semakin kompetitif setiap harinya.
Sayangnya, saat ini banyak sekali oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang membagikan lowongan pekerjaan palsu dengan iming-iming proses rekrutmen yang cepat dan gaji tinggi. Selain membuang-buang waktu, melamar di loker bodong sangat merugikan karena berisiko pencurian dan penyalahgunaan data lamaran.
Nah, agar terhindar dari lowongan pekerjaan palsu, penting bagi kamu mengetahui cara cek perusahaan penipu atau tidak beserta ciri-cirinya. Di bawah ini Mamikos akan membantumu untuk mengetahuinya sebelum melamar pekerjaan! 📧💼
Daftar Isi
Risiko Melamar Pekerjaan di Perusahaan Penipu

Mengutip dari Kompas, Indonesia adalah salah satu negara di Asia-Pasifik dengan penyebaran lowongan pekerjaan palsu paling banyak di Asia.
Dimana Indonesia menyumbang 62% loker bodong di wilayah Asia. Loker bodong ini biasanya paling banyak menyasar pada beberapa pekerjaan seperti administrasi, logistik, tourism, manufaktur, hingga retail dan disebarkan melalui platform online seperti media sosial atau bahkan website dan aplikasi pencarian kerja seperti Jobstreet dan LinkedIn.
Melamar di perusahaan penipu tentu saja sangat merugikan. Selain membuang-buang waktu dan energi, hal ini juga dapat memberikan banyak kerugian yang lainnya, diantaranya:
- Risiko pencurian dan penyalahgunaan data yang kamu kirimkan saat melamar. Perusahaan penipu biasanya akan meminta kandidat untuk memberikan dokumen-dokumen penting seperti KTP, NPWP, dan rekening bank.
- Risiko penipuan finansial, perusahaan penipu biasanya akan menuntut kandidat untuk membayarkan sejumlah uang untuk keperluan biaya administrasi, pelatihan kerja, atau peralatan kerja. Ketika kandidat membayarkan biaya tersebut, perusahaan biasanya akan menghilang tanpa kejelasan.
- Risiko eksploitasi tenaga kerja, dalam beberapa kasus perusahaan penipu akan memberikan kontrak sah kepada kandidat, namun tidak memberikan gaji atau benefit sesuai kesepakatan ketika sudah bekerja.
- Risiko kebocoran data pribadi, beberapa perusahaan penipu biasanya akan memperjualbelikan data-data pelamar kepada pihak lain. Hal ini dapat mengganggu keamananmu.
- Risiko terjebak dalam kegiatan ilegal dan terjerat hukum. Dalam beberapa kasus, perusahaan penipu dapat memakai identitas pelamar untuk melakukan kegiatan ilegal sehingga pelamar dapat terseret ke masalah hukum.
Seperti Apa Ciri-ciri Perusahan Penipu atau Loker Palsu?
Sebelum melamar pekerjaan, ada baiknya untuk lebih teliti dalam menelaah informasi lowongan pekerjaan agar tidak terjebak pada perusahaan penipu.
Kamu harus mengenali ciri-ciri apakah lowongan pekerjaan atau perusahaan yang akan kamu lamar benar-benar legit atau penipuan.
Nah, berikut adalah beberapa ciri-ciri perusahaan penipu:
1. Informasi yang Diberikan Tidak Transparan
Ciri-ciri pertama yang harus kamu waspadai ketika melamar pekerjaan adalah kejelasan informasi pada lowongan pekerjaan.
Perusahaan penipu biasanya tidak akan memberikan informasi perusahaan dengan jelas seperti tidak mencantumkan alamat kantor, nomor telepon, dan identitas pemilik.
Informasi terkait perusahaan di internet pun biasanya sangat minim, sulit untuk menemukan informasi lebih lanjut melalui website yang kredibel atau website resmi perusahaan itu sendiri.
Halaman:



