Cara Melakukan Analisis SWOT dalam Penyusunan Strategi Perusahaan dan Contohnya
Ingin tahu bagaimana cara melakukan analisis SWOT dalam penyusunan strategi perusahaan dan contohnya? Dalam artikel ini, Mamikos akan mengupasnya secara lengkap untuk kamu. Cek, yuk!
4. Membantu perusahaan untuk mengantisipasi ancaman
Dunia bisnis sangat kompetitif, ancaman bisa datang dari mana saja. Dengan melakukan analisis SWOT, perusahaan akan tahu apa saja ancaman-ancaman yang mungkin dapat muncul dan menghambat jalan bisnis mereka.
Dengan mengetahui ancaman yang bisa muncul, perusahaan dapat melakukan strategi antisipasi sedini mungkin untuk menghindari atau setidaknya meminimalkan risiko yang diakibatkan oleh ancaman tersebut.
Apa Tujuan Analisis SWOT?
Dari penjelasan di atas, sebenarnya sudah sangat jelas tujuan dari melakukan analisis SWOT.
Dimana analisis SWOT sendiri bertujuan untuk membantu perusahaan dalam mengambil keputusan dengan memberikan gambaran-gambaran jelas secara menyeluruh terkait kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman perusahaan.
Dimana semua aspek tersebut dapat datang dari ranah internal atau eksternal yang dapat mempengaruhi perusahaan.
Dengan pemahaman yang lengkap terhadap kondisi internal dan eksternal, perusahaan akan jauh lebih terarah dan berdasarkan realita dalam menentukan strategi sehingga dapat meningkatkan keberhasilan dalam mencapai tujuan bisnis.
Bagaimana Cara Melakukan Analisis SWOT dalam Penyusunan Strategi Perusahaan?
Setiap perusahaan mungkin memiliki metode berbeda dalam melakukan analisis SWOT, namun pada dasarnya analisis ini bertujuan untuk membantu perusahaan dalam membaca kondisi internal maupun eksternal yang dapat dijadikan sebagai data pengambilan keputusan yang strategis.
Adapun cara melakukan analisis SWOT dalam penyusunan strategi perusahaan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
Cara Melakukan Analisis SWOT dalam Penyusunan Strategi Perusahaan
1. Identifikasi faktor internal
Sebelum mengidentifikasi faktor eksternal, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengidentifikasi faktor internal dari perusahaan sendiri.
Faktor internal merupakan hal yang berasal dari dalam perusahaan dan dapat dikendalikan seperti kekuatan (strength) dan weakness (kelemahan).
Sangat penting untuk mengetahui kedua faktor internal tersebut, karena dengan mengetahui kekuatan dan kelemahan, perusahaan dapat memaksimalkan kekuatan dan mengatasi kelemahan agar dapat menghadapi tantangan bisnis dengan lebih baik lagi.
Selain itu, mengetahui kedua faktor tersebut juga dapat membantu perusahaan untuk mengidentifikasi peluang demi inovasi dan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Nah, untuk mengidentifikasi faktor internal seperti kekuatan dan kelemahan, kamu dapat menganalisisnya dengan cara berikut ini:
a. Strength (Kekuatan)
Strength merupakan kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan yang dapat memberikan pengaruh positif terhadap perusahaan itu sendiri baik di masa kini ataupun masa mendatang. Untuk mengetahui apa kekuatan perusahaanmu, kamu dapat melakukan beberapa analisa berikut ini:
- Kelebihan apa saja yang dimiliki oleh perusahaan saat ini?
- Apa saja hal yang membuat perusahaan lebih baik dari perusahaan lain?
- Keunikan apa saja yang dimiliki oleh perusahaan?
- Apa yang mendorong perusahaan kita mendapatkan penjualan?
- Apa yang dilihat dan dirasakan konsumen perusahaan sebagai sebuah kelebihan?
b. Weakness (Kelemahan)
Weakness adalah kebalikan dari strength, ini merupakan sebuah kondisi kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan yang bisa memberikan dampak buruk atau risiko terhadap perusaah itu sendiri baik di masa kini maupun mendatang.
Untuk mengetahui apa saja kelemahan perusahaan, kamu dapat menganalisisnya dengan beberapa hal berikut ini:
- Apa saja yang dapat ditingkatkan dalam perusahaan?
- Apa saja hal yang harus dihindari oleh perusahaan?
- Faktor apa saja yang dapat membuat perusahaan kehilangan penjualan?
- Apa yang dilihat dan dirasakan oleh konsumen sebagai suatu kelemahan dari perusahaan?
- Apa yang dilakukan oleh pesaing atau perusahaan lain sehingga mereka lebih unggul dari perusahaan kita?
Halaman:

