5 Cara Melunasi Hutang Pinjol 2025, Ini Solusinya Jika Tidak Sanggup Membayar
Terjerat hutang pinjol tentunya bisa menjadi beban berat yang menghambat dalam mencapai tujuan finansial. Ketahui cara melunasinya di sini.
5. Gunakan Metode Pembayaran yang Sesuai
Cara terakhir, kamu bisa memanfaatkan metode debt snowball dan metode longsoran utang. Di mana metode debt snowball dilakukan dengan cara menempatkan semua uang ekstra untuk membayar utang terkecil.
Artinya, kamu bisa menyusutkan kredit yang menumpuk dari berbagai sumber dengan membayarnya terlebih dahulu dari jumlah terkecil.
Sementara, metode longsoran utang dilakukan dengan cara fokus membayar pinjaman yang memiliki tingkat bunga terlebih dahulu.
Dengan begitu, seiring dengan pelunasan utang pinjol, jumlah bunga total yang harus dibayarkan pun jauh lebih sedikit.
Solusi Jika Tidak Sanggup Membayar Utang Pinjol
Apabila kamu sudah terlanjur mengambil pinjol dan tidak mampu membayar cicilannya, terdapat beberapa solusi yang dapat dilakukan. Mengutip detik, berikut solusi yang bisa dilakukan jika mengalami gagal bayar:
1. Restrukturisasi Pinjaman
Restrukturisasi adalah upaya yang dilakukan terhadap nasabah yang kesulitan membayar tagihan. Caranya bukan dengan menghapus utang pinjolnya, namun dengan diberi keringanan dalam membayar cicilannya.
Melalui restrukturisasi, kamu bisa melakukan negosiasi dengan pihak pemberi pinjol untuk memperoleh keringanan.
Contoh keringanan ini adalah pengurangan suku bunga, perpanjangan tenor, pengurangan tunggakan pokok, serta penambahan fasilitas kredit.
2. Hindari Mengambil Pinjaman Lain
Apabila kamu mengalami kondisi seperti ini, disarankan untuk tidak mengambil pinjaman lain untuk membayar utang sebelumnya, ya.
Karena, utang yang menjadi tanggung jawab kamu bertambah banyak. Bila keadaan finansial buruk, kamu malah akan kesulitan membayar pinjaman tersebut.
3. Menjual Aset yang Dimiliki
Sebagai gantinya, kamu mungkin bisa menjual aset atau barang-barang berharga yang dimiliki. Nantinya hasil yang diperoleh dari penjualan aset bisa digunakan untuk melunasi utang pinjol yang menumpuk.
Jika kamu memiliki tabungan atau dana darurat, kamu bisa menggunakannya untuk membayar tagihan pinjol.
Risiko Hukum Jika Galbay Pinjol
Salah satu risiko terbesar adalah potensi gagal bayar (galbay) pinjol, yang sering kali menimbulkan konsekuensi yang tidak ringan bagi peminjam. Dampaknya bisa sangat serius, antara lain:
1. Pembengkakan bunga dan denda
Pembengkakan bunga dan denda merupakan salah satu dampak utama dari galbay pinjol yang dirasakan.
Meskipun OJK telah menetapkan batas maksimum bunga harian untuk pinjol legal adalah 0,1 persen per hari untuk pinjaman produktif dan 0,3 persen per hari untuk pinjaman konsumtif.
Namun bunga dan dendanya tetap saja Β terus berkembang dan bisa memberikan beban berat bagi peminjam.
Sebagai contoh, jika kamu meminjam uang sebesar Rp1 juta dengan bunga 0,3 persen per hari selama 30 hari, maka total bunga yang harus kamu bayarkan adalah Rp90 ribu.
Kondisi ini tentunya membuat kamu akan semakin kesulitan untuk melunasi utangnya, karena bunga dan denda yang terus bertambah seiring waktu.
2. Catatan buruk di SLIK OJK
Gagal bayar pinjol juga dapat berdampak negatif pada skor kredit kamu di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, lho.
Keterlambatan pembayaran atau gagal dalam membayar pinjaman akan tercatat dan mempengaruhi riwayat kredit kamu, yang pada gilirannya dapat mengurangi peluang untuk mendapatkan pinjaman di masa depan.
Selain itu, skor kredit yang buruk juga bisa mempengaruhi kesempatan kamu dalam mendapatkan pekerjaan, terutama di sektor-sektor yang memeriksa latar belakang finansial calon karyawan.
Hal ini tentunya semakin memperburuk kondisi finansial dan profesional bagi kamu yang sudah terlanjur terjebak dalam masalah pinjol.
Halaman:


