Cara Membaca Stand Meter Listrik beserta Hitung Besaran Tagihannya

Cara Membaca Stand Meter Listrik beserta Hitung Besaran Tagihannya – Listrik yang didistribusikan oleh PLN tentu saja tidak gratis, kamu harus membayar tagihan dalam jangka waktu tertentu (umumnya setiap bulan).

Terjadang, kamu mungkin ingin mengetahui sendiri berapa besaran biaya listrik yang harus dibayarkan.

Untuk mengetahuinya sebenarnya cukup mudah, kamu hanya perlu membaca atau menghitungnya melalui stand meter listrik pada kWh rumahmu. Yuk, ketahui caranya melalui ulasan berikut!

Apa Itu Stand Meter Listrik?

Sumber: Pexels.com / @Daniel Reche

Apa itu stand meter?

Bagi kamu yang belum pernah mendengarnya, jangan khawatir karena sebelum mengulas cara membaca stand meter listrik beserta hitung besaran tagihannya. Mamikos akan jelaskan terlebih dahulu tentang stand meter,

Mengutip dari Kompas.com, Manager PT PLN yaitu Intan Fahdiana menjelaskan bahwa stand meter adalah salah satu cara yang diberikan oleh PLN kepada pelanggannya untuk memudahkan pelanggan untuk menghitung besaran listrik yang dipakai karena banyak dari pelanggan yang merasa tidak puas jika dihitung secara rata-rata.

Secara lebih jelasnya, stand meter atau biasa disebut juga dengan istilah meteran listrik adalah sebuah alat yang memiliki fungsi untuk mengukur besaran dari listrik yang digunakan oleh pelanggan.

Dimana meteran listrik atau kWh meter ini akan dipakai sebagai sumber informasi untuk pengguna atau petugas terkait besaran jumlah tenaga listrik yang digunakan setiap harinya.

Dengan mengetahui pemakaian daya listrik pelanggan, hal ini juga akan digunakan oleh petugas PLN untuk menentukan berapa besaran tagihan biaya yang harus dibayarkan.

Kapan Harus Membayar Biaya Tagihan Listrik?

Untuk pelanggan listrik pascabayar, pihak PLN menetapkan peraturan agar pelanggan dapat tepat waktu dalam membayarkan tagihan listrik.

Pelanggan yang melewati tenggat waktu akhir pembayaran yang telah ditentukan akan dikenakan denda.

Peraturan ini sudah diatur di dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya yang Terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh PT PLN (Persero).

Pelanggan dengan Tarif Tenaga Listrik Reguler harus membayar tagihan listrik sesuai dengan periode pembayaran yang ditetapkan oleh PT PLN (Persero). 

Kemudian dalam syarat serta ketentuan untuk Pasang Baru atau Perubahan Daya Online di antara PT PLN dengan pelanggan juga telah dicantumkan bahwa akhir dari pembayaran tagihan listrik yaitu jatuh pada tanggal 20 setiap bulannya.

Lalu, bayar tagihan listrik sebaiknya tanggal berapa? Untuk menghindari denda keterlambatan, sebaiknya tagihan listrik dibayarkan sebelum tanggal 20.

Dimana, kamu sudah bisa membayarkan tagihan mulai dari tanggal 2 atau 3 setiap bulannya.

Namun, apabila kamu berhalangan membayar tagihan listrik di awal bulan, kamu dapat membayar selambat-lambatnya pada tanggal 20. Jika lebih dari itu kamu akan dikenakan denda.

Bagaimana Cara Membaca Stand Meter Listrik Beserta Hitung Besaran Tagihannya?

Banyak yang ingin mengetahui bagaimana cara membaca stand meter listrik beserta hitung besaran tagihannya.

Hal ini dikarenakan dengan membaca dan menghitungnya sendiri, kamu dapat memperkirakan berapa besaran biaya yang harus dibayarkan.

Dengan begitu, kamu juga dapat menyiapkan uang yang sesuai jumlahnya untuk melakukan pembayaran.

Cara membaca stand meter listrik beserta hitung besaran tagihannya cukup mudah. Yang mana untuk membacanya terbagi ke dalam dua cara yaitu cara membaca stand meter listrik analog dan digital.

Nah, berikut adalah cara membaca keduanya:

1. Cara Membaca Stand Meter Listrik Analog

  • Pertama tentu saja kamu harus mencari meteran listrik di rumahmu terlebih dahulu.
  • Setelah sudah menemukannya, kamu dapat langsung memperhatikan jarum yang ada pada meteran listrik. Dimana jarum meteran listrik analog umumnya akan berputar sesuai dengan jumlah daya listrik yang telah digunakan di rumahmu.
  • Catatlah angka yang ditunjukan oleh jarum, pastikan semua angka pada jarum kamu tulis dari yang berada di kanan hingga kiri. Angka-angka ini nantinya dapat digunakan untuk menghitung besaran tenaga listrik yang telah digunakan.

2. Cara Membaca Stand Meter Listrik Digital

  • Sama seperti cara menghitung stand meter analog, yang pertama perlu kamu lakukan adalah mencari meteran listrik digital di rumahmu.
  • Perhatikanlah angka yang ditampilkan dalam meteran listrik digita. Angka tersebut menunjukan listrik kamu dalam kilowatt jam atau kWh.
  • Catatlah besaran angka yang tercantum dalam meteran listrik digitalmu. Nantinya angka ini dapat kamu gunakan untuk menghitung besaran penggunaan tenaga listrik di rumahmu.

Cara Hitung Besaran Tagihan Listrik

Nah, setelah mengetahui cara membaca stand meter listrik. Selanjutnya kamu mungkin ingin mengetahui bagaimana cara hitung besaran listrik perbulan.

Seperti yang sudah Mamikos katakan tadi, dengan menghitung kisaran tagihan sendiri, hal ini dapat sangat membantu kamu untuk mempersiapkan uang untuk membayar tagihannya.

Berbeda dengan cara membaca stand meter yang mungkin simpel untuk menghitung besaran tagihan listrik tentunya cukup detail karena harus menggunakan rumus.

Namun, tenang saja karena caranya cukup mudah untuk dilakukan.

Untuk menghitung besaran tagihan listrik, kamu harus menuliskan besaran angka pada stand meter bulan lalu dan bulan sekarang.

Nah, untuk lebih jelasnya, berikut adalah cara menghitung besaran tagihan listrik yang bisa kamu pelajari dan ikuti.

Contoh, sebuah rumah memiliki stand meter yang menunjukan angka sebesar 037810  untuk penggunaan pada bulan Juni 2023.

Sedangkan untuk penggunaan listrik di bulan lalu yaitu Juli 2023, stand meternya menunjukan pada angka sebesar 036600. 

Rumah ini menggunakan tegangan listrik rendah dengan daya yang hanya sebesar 900 VA. Dimana, berdasarkan dari kebijakan PLN, tarif listrik per kWh untuk golongan tersebut hanya sebesar Rp1.325 saja. 

Berdasarkan hal tersebut, berikut cara menghitung tagihan biayanya:

Pertama yang harus kamu lakukan adalah kurangi terlebih dahulu angka stand meter pada bulan lalu (Juni) dengan angka stand meter di bulan sekarang (Juli). Jika melihat pada contoh di atas maka hasilnya yaitu:

03781 – 03660 = 1210 = 121 kWh

Hasil dari daya listrik yang digunakan berdasarkan contoh pengggunaan listrk di atas adalah 121 kWh.

Setelah itu, kalikan besaran kWh tersebut dengan tarif sesuai golongan seperti berikut ini:

121 kWh x Rp1.325 = Rp 160.325

Hasilnya, besaran biaya yang harus kamu bayarkan untuk pemakaian listrik dalam kurun waktu Juni – Juli 2023 adalah Rp 160.325.

Demikian informasi yang bisa Mamikos sampaikan mengenai cara membaca stand meter listrik beserta hitung besaran tagihannya.

Jangan lupa untuk selalu bayar tagihan listrik tepat waktu ya agar tidak dikenakan sanksi denda. Semoga bermanfaat!


Klik dan dapatkan info kost di dekat mu:

Kost Jogja Murah

Kost Jakarta Murah

Kost Bandung Murah

Kost Denpasar Bali Murah

Kost Surabaya Murah

Kost Semarang Murah

Kost Malang Murah

Kost Solo Murah

Kost Bekasi Murah

Kost Medan Murah