10 Cara Membedakan Emas Asli dan Palsu secara Manual dengan Hasil Akurat

10 Cara Membedakan Emas Asli dan Palsu secara Manual dengan Hasil Akurat – Saat ini, berinvestasi emas menjadi salah satu pilihan populer.

Meskipun begitu, jangan sampai kamu sembarangan dalam berinvestasi ya, pastikan emas tersebut asli terlebih dahulu. Cara mudah untuk mengecek apakah emas tersebut asli adalah dengan meminta sertifikat keaslian.

Namun sayangnya, tidak semua emas asli memiliki sertifikat. Itu sebabnya, penting untuk kamu mengetahui cara membedakan emas palsu dan asli secara manual sebelum memutuskan untuk membeli emas.

Berikut Kumpulan Cara Membedakan Emas Asli dan Palsu Secara Manual

unsplash.com/zlataky

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, emas menjadi salah satu pilihan investasi yang banyak dipilih oleh masyarakat.

Hal itu dikarenakan berinvestasi emas dianggap lebih aman dan menguntungkan sebab harganya tergolong lebih stabil dan cenderung selalu naik.

Meskipun terbilang aman, tentunya masyarakat yang memilih untuk investasi emas wajib mengetahui keasliannya.

Sebenarnya,
tanpa perlu melakukan serangkaian tes, kamu dapat dengan mudah menakar keaslian
sebuah emas dari harganya.

Apabila
emas yang ditawarkan harganya jauh lebih murah dari harga pasaran, sudah pasti kamu
harus lebih waspada.

Berikut adalah beberapa cara mudah untuk membedakan emas asli dan palsu secara manual yang bisa kamu praktikan dengan mudah.

1. Emas Palsu dapat Mengubah Warna Kulit

Tahukah
kamu bahwa emas palsu dan emas asli dapat kamu ketahui dengan cara mengenakannya
beberapa menit saja?

Nah, salah satu ciri emas palsu yang perlu kamu coba ketika ingin beli aksesoris emas adalah dengan mengenakannya sebentar.

Jika emas tersebut palsu, biasanya warna kulitmu akan tampak menjadi agak gelap atau kehijau-hijauan.

Perubahan warna kulit tersebut bukan mitos, melainkan reaksi kimia yang dikeluarkan kulit kamu saat bersentuhan dengan emas palsu.

Pada emas asli, reaksi tersebut tidak akan kamu temukan sama sekali. Namun, kamu juga perlu berhati-hati, ya. Terkadang perubahan warna emas juga tergantung oleh kepekaan mata.

Jika kamu masih ragu dengan cara ini, kamu bisa melakukan pengujian dengan cara berikutnya.

2. Emas Palsu Beratnya Lebih Ringan

Kamu
juga dapat mengetahui emas asli atau palsu dari beratnya. Jika emas tersebut
beratnya lebih ringan dibanding ukurannya, maka besar kemungkinan emas tersebut
adalah palsu.

Namun,
jika emas terasa lebih berat meskipun bentuknya kecil, kemungkinan besar emas
tersebut adalah emas asli.

Meskipun
begitu, jika kamu belum ahli, jangan melakukan langkah yang satu ini tanpa
bantuan alat seperti timbangan, ya.

Agar
lebih aman lagi, kamu bisa meminta bantuan pada orang yang sudah terbiasa
mengukur emas dengan merasakan beratnya.

Cara
satu ini memang terkesan subjektif karena untuk mengetahui berat dan ringan
sebuah emas tentu kamu memerlukan pembanding.

Jika
kamu memiliki emas perhiasan, kamu bisa membawa dan membandingkannya dengan
emas yang akan kamu beli.

3. Tes Suara dan Kekuatan Permukaan

Kamu
ditawari emas dengan harga murah dari pasaran? Kamu bisa menguji keasliannya
melalui suara dan perubahan pada permukaannya, lho.

Dari segi suara, kamu bisa uji dengan mengetuk emas tersebut menggunakan koin.

Ketika suara yang dihasilkan berdering panjang dan bernada agak tinggi, kemungkinan besar emas yang kamu pegang adalah emas asli.

Sebab,
pada emas palsu suara yang dihasilkan berdering pendek dan bernada rendah. Namun,
kamu memerlukan pendengaran yang jeli dan cermat untuk melakukan uji suara pada
emas, ya.

Setelah
melakukan uji suara, kamu bisa menggunakan keramik atau kertas dan goreskan
pada emas tersebut.

Setelah digores, jika pada keramik atau kertas muncul warna hitam maka sudah dapat dipastikan emas yang kamu pegang adalah emas palsu.

4. Meneteskan Asam Nitrat atau Dekatkan pada Magnet

Cara
membedakan emas asli dan palsu selanjutnya adalah menggunakan asam nitrat. Nah,
asam nitrat dan magnet dapat kamu gunakan sebagai alat untuk menguji keaslian
emas.

Caranya
cukup mudah, kamu hanya perlu meneteskan asam nitrat ke permukaan emas dan
mengamati perubahan warnanya.

Jika emas berubah warna, maka bisa dipastikan bahwa emas tersebut adalah emas palsu.

Namun, jika emas emas tidak mengalami perubahan setelah diteteskan asam nitrat, maka emas tersebut kemungkinan besar asli.

Selain
menggunakan asam nitrat, kamu juga bisa memanfaatkan magnet untuk mengetes
keaslian emas.

Caranya,
kamu hanya perlu mendekatkan magnet pada emas dan melihat apakah emas tersebut
tertarik oleh magnet atau tidak.

Bila
tertarik, maka besar kemungkinan bahwa emas tersebut adalah emas asli. Jika emas
tidak bereaksi sama sekali ketika didekatkan dengan magnet, besar kemungkinan bahwa
emas tersebut adalah palsu.

Namun,
tentunya pengujian menggunakan magnet juga harus disertai dengan serangkaian
pengujian lainnya, ya.

5. Memiliki Sertifikat dari Aneka Tambang

Cara
paling mudah untuk membedakan emas asli dan palsu yang lebih akurat adalah
dengan melihat sertifikatnya.

Jika
emas tersebut asli, umumnya akan selalu dilengkapi dengan sertifikat. Terlebih
jika emas tersebut diproduksi oleh PT. Antam.

Namun,
kamu juga harus teliti karena ada kalanya sertifikat tersebut juga palsu. Untuk
memastikan keasliannya, kamu bisa mengecek keaslian sertifikat dengan
menggunakan bantuan sinar Ultraviolet.

Jika
sertifikat tersebut memiliki garis-garis minor warna-warni seperti uang kertas,
maka sertifikat tersebut adalah sertifikat asli.

Selain
itu, kamu juga perlu memastikan adanya logo watermark perusahaan pada
sertifikat. Sebab, ketika sertifikatnya alsi, maka emas tersebut dijamin 100%
keasliannya.

6. Rendam dalam Segelas Air

Kamu
juga bisa menguji keaslian emas dengan menggunakan segelas air. Mengutip dari The
Peach Box, disebutkan bahwa emas yang berbentuk koin maupun batangan adalah
logam padat dengan kadar 19.32 g/ml.

Sehingga, jika diletakkan di dalam air maka seharusnya emas tersebut tenggelam dengan cepat.

Mengingat emas yang palsu tidak bersifat padat sehingga ia akan mengambang. Jika tenggelam pun, prosesnya akan terjadi dengan sangat lambat dibandingkan emas asli.

Meski
begitu, emas palsu atau tidak murni juga dapat tenggelam karena dibantu oleh
campuran logam lainnya.

Nah,
apabila ingin mencegah hal tersebut, kamu dapat mengetahuinya dengan mengukur
jumlah air yang bertambah ketika dimasukkan emas.

Caranya,
ukur berat emasmu kemudian tuangkan air di gelas dan isi hingga setengah penuh.
Kemudian, ambil emas dan masukkan ke gelas yang sudah diisi air.

Catatlah
ketinggian air, kemudian cek perbedaannya sebelum dan sesudah dimasukkan emas.
Kemudian, bagi berat emas dengan besaran beda tinggi air sebelum dan sesudah
dimasukkan emas

Jika jumlah bertambahnya air sama atau mendekati dengan kepadatan emas, bisa dipastikan emas tersebut adalah asli. Perlu diingat bahwa kepadatan dari emas sangat bergantung pada seberapa besar karatnya, ya.

7. Tidak Berubah Warna Seiring Waktu

Perlu
kamu ketahui bahwa emas asli tidak akan berubah warna. Jika emasmu berubah
warna, maka kemungkinan besar emas tersebut sudah dicampur dengan logam.

Seperti
yang kita tahu, emas 24 karat akan memiliki warna oranye kekuningan. Sedangkan,
emas yang sudah dicampur oleh logam lainnya akan memiliki warna yang cenderung
gelap.

Kamu
juga dapat mengecek keaslian emas dengan menggosokkannya ke kulit yang sudah
kering setelah diberi make up foundation.

Apabila
setelah digosokkan muncul garis di kulit, berarti emas tersebut adalah emas
asli. Namun, jika ada perubahan warna pada kulit, maka emas tersebut
kemungkinan emas tersebut tidak murni atau palsu.

8. Memiliki Karat dan Tanda Emas

Tahukah
kamu bahwa emas asli umumnya diukur dengan menggunakan satuan karat? Nah, emas
murni memiliki nilai 24 karat yang berarti mengandung 99,9% emas murni.

Sayangnya,
emas murni sangat jarang dibuat untuk perhiasan karena emas yang digunakan
biasanya telah dicampur dengan logam lain untuk membuatnya lebih kuat.

Emas
asli memiliki beberapa kode, seperti 18K, 14K, atau 10K yang menunjukkan
proporsi emas murni dalam campuran.

Nah,
semakin kecil angka karatnya, maka semakin banyak logam campuran yang ada dalam
emas.

9. Menggigit Emas

Buat
kamu yang sering menonton pertandingan olahraga, tentunya sering melihat para
atlet pemenang juara 1 berselebrasi dengan menggigit medali emasnya bukan?

Nah,
hal tersebut ternyata bisa jadi referensi untuk kamu mengetahui perbedaan emas
asli dan palsu, lho. Pasalnya, semakin tinggi kadar karat sebuah emas, maka
akan semakin lunak pula permukaannya.

Jadi,
ketika kamu menggigitnya, akan ada sedikit bekas gigitan yang akan tertinggal. Hanya
saja, metode ini cuma berlaku untuk membuktikan keaslian logam mulia, ya.

Kamu tidak bisa menerapkan cara yang satu ini pada emas perhiasan, sebab kandungan logam tambahan di dalamnya akan membuat permukaan perhiasan menjadi lebih keras.

10. Mampu Menghantarkan Panas dan Listrik

Selain tidak bersifat magnetis, emas juga dikenal sebagai penghantar panas dan listrik yang baik, lho.

Emas
mempunyai tingkat konduktivitas yang tinggi, hampir sebaik perak dan tembaga.
Kamu bisa memanfaatkan sifat konduktif emas ini untuk memeriksa keasliannya.

Jika kamu memiliki perhiasan emas, kamu bisa mencoba menghantarkan panas atau listrik melalui permata tersebut.

Nah, jika emas tersebut asli, maka akan dengan cepat menghantarkan panas atau listrik dengan sangat baik.

Nah,
itulah kumpulan cara membedakan emas asli dan palsu secara manual yang bisa
Mamikos bagikan.

Sekarang
kamu dapat dengan mudah mengecek apakah emas milikmu itu masuk dalam kategori
asli atau palsu, kan?

Buat kamu masih ingin mengulik lebih banyak informasi bermanfaat dan menarik lainnya, silakan kunjungi situs blog Mamikos dan temukan informasinya di sana.


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Murah

Kost Jakarta Murah

Kost Bandung Murah

Kost Denpasar Bali Murah

Kost Surabaya Murah

Kost Semarang Murah

Kost Malang Murah

Kost Solo Murah

Kost Bekasi Murah

Kost Medan Murah