7 Cara Membuat Cerita Fantasi Sendiri yang Menarik Dengan Khayalan atau Imajinasi Pribadi

7 Cara Membuat Cerita Fantasi Sendiri yang Menarik Dengan Khayalan atau Imajinasi Pribadi – Siapa bilang menulis cerita adalah hal yang sulit?

Namun, jika disuruh menulis cerita fantasi tentu memang tidak semudah seperti menulis cerita lainnya!

Cerita fantasi memiliki tingkat kesulitan tersendiri, utamanya jika cerita fantasi dibangun dengan khayalan atau imajinasi sendiri.

Nah, untuk menulis cerita fantasi kamu harus memiliki ilmunya.

Nah, kamu bisa menulis cerita fantasi asal mengetahui teknik untuk menulisnya.

Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengetahui definisi hingga teknis menulis cerita fantasi.

Berikut ini adalah hal-hal tentang cerita fantasi yang harus kamu tahu. Agar tidak bingung, pastikan untuk membaca artikel ini sampai selesai ya!

Memahami Seluk Beluk Cerita Fantasi

https://www.freepik.com/author/vecstock

Apa itu cerita fantasi?

Cerita fantasi merupakan jenis cerita yang berlangsung dalam dunia atau realitas yang dibangun secara imajinatif dan seringkali melibatkan unsur-unsur yang tidak ada dalam dunia nyata.

Dalam cerita fantasi, penulis memiliki kebebasan untuk menciptakan dunia, karakter, makhluk, kekuatan magis, dan aturan yang tidak terikat oleh kenyataan fisik atau ilmiah.

Cerita fantasi cenderung mengandung elemen-elemen seperti berikut:

Elemen-elemen Cerita Fantasi

1. Dunia Alternatif

Cerita fantasi biasanya masih tetap membawa unsur realisme walau berbeda dari dunia nyata.

Dunia ini bisa sangat mirip dengan dunia nyata atau memiliki perbedaan dramatis dalam hal geografi, budaya, dan aturan fisik.

2. Makhluk dan Karakter Fantastis

Cerita fantasi sering menampilkan makhluk-makhluk seperti peri, naga, elf, orc, atau makhluk-makhluk lain yang tidak ada dalam kehidupan sehari-hari.

Karakter-karakter ini memiliki sifat khas yang sering kali mencerminkan mitos atau konvensi genre tertentu.

3. Kekuatan Magis atau Supranatural

Banyak cerita fantasi melibatkan unsur-unsur magis atau kekuatan supranatural yang memungkinkan karakter untuk melakukan hal-hal yang tidak mungkin dalam dunia nyata.

Kekuatan ini bisa berkisar dari sihir sederhana hingga kekuatan yang mengubah dunia.

4. Konflik Epik

Konflik dalam cerita fantasi seringkali memiliki skala epik, seperti perjuangan antara kebaikan dan kejahatan, penyelamatan dunia, atau pencarian untuk menemukan benda-benda ajaib.

5. Perjalanan dan Pencarian

Karakter-karakter dalam cerita fantasi sering melakukan perjalanan fisik atau pencarian emosional yang penting bagi perkembangan mereka.

6. Alegori dan Simbolisme

Beberapa cerita fantasi dapat menggunakan alegori atau simbolisme untuk menggambarkan tema-tema yang lebih dalam atau menggambarkan situasi dalam dunia nyata melalui konteks imajiner.

7. Latar yang Kaya

Penulis cerita fantasi sering menciptakan latar belakang yang mendalam, termasuk sejarah, budaya, bahasa, dan geografi dunia imajinatif mereka.

8. Pertumbuhan Karakter

Meskipun berlangsung dalam dunia fantastis, karakter-karakter dalam cerita fantasi biasanya mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang dapat terhubung dengan pengalaman manusia yang lebih luas.

9. Keajaiban dan Keindahan

Cerita fantasi dapat memperlihatkan keajaiban dan keindahan yang jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pemandangan ajaib, aksi-aksi heroik, dan momen-momen magis.

Sedangkan cara membuat cerita fantasi sendiri yang menarik dengan khayalan dan imajinasi adalah dengan hal-hal berikut ini!

Cara Membuat Cerita Fantasi Sendiri

1. Meramu Konsep yang Unik

Cara membuat cerita fantasi sendiri yang pertama adalah menentukan konsep.

Membuat konsep unik dalam cerita melibatkan kombinasi kreativitas dan pemikiran yang di luar batasan konvensional.

Pertama, lihatlah genre atau tema yang ingin Anda eksplorasi, kemudian tambahkan elemen yang jarang atau belum pernah digunakan sebelumnya. 

Anda bisa memutar balik ekspektasi atau menggabungkan dua ide yang kontras untuk menciptakan konsep yang menarik.

Selain itu, pertimbangkan berbagai aspek dunia cerita Anda, seperti latar belakang budaya, sistem sosial, atau teknologi yang berbeda dari dunia nyata. 

Dengan menambahkan elemen yang tidak lazim atau imajinatif, Anda akan menciptakan dunia yang unik dan menarik.

Selanjutnya, kembangkan elemen unik ini dengan detail dan konsistensi, dan pastikan bahwa mereka memainkan peran penting dalam alur dan karakter cerita Anda.

Terakhir, jangan takut untuk mempertanyakan konvensi dan berani berkreasi.

Dengan memikirkan di luar kotak, Anda dapat menciptakan konsep cerita yang benar-benar berbeda dan memukau pembaca dengan kebaruan yang menarik.

2. Membentuk Karakter yang Menarik

Poin kedua dari cara membuat cerita fantasi sendiri.

Menciptakan karakter yang menarik dalam cerita melibatkan perpaduan antara kedalaman psikologis dan interaksi dengan dunia di sekitarnya.

Sebuah karakter yang menarik memiliki keunikan dalam kepribadian, dilema internal, dan transformasi seiring perkembangan cerita. 

Detail-detail kecil seperti ekspresi wajah yang terulang, bahasa tubuh yang khas, dan cara berbicara yang unik dapat memberikan kedalaman pada karakter. Sifat-sifat ambivalen membuat karakter terasa lebih manusiawi dan relatable. 

Pertimbangkan bagaimana latar belakang karakter, termasuk pengalaman masa lalu dan nilai-nilai yang membentuk mereka, dapat mempengaruhi tindakan dan pilihan mereka dalam cerita. 

Dalam interaksi dengan karakter lain, konflik dan hubungan yang bervariasi dapat mengungkapkan lebih banyak tentang kepribadian dan memunculkan dinamika yang menarik. 

Semua ini bergabung untuk menciptakan karakter yang lebih dari sekadar kata-kata di atas halaman—mereka hidup, tumbuh, dan menyentuh emosi pembaca dengan cara yang mendalam dan berarti.

3. Meracik Konflik yang Memikat

Cara membuat cerita fantasi sendiri selanjutnya. Ciptakan konflik yang memikat dalam cerita melibatkan merancang hambatan atau tantangan yang mendorong karakter dan alur cerita ke arah yang lebih menarik.

Konflik ini bisa bersifat internal atau eksternal, dan dapat membentuk dasar untuk pertumbuhan karakter serta dinamika alur cerita secara keseluruhan.

Konflik eksternal adalah bentuk konflik yang melibatkan interaksi karakter dengan dunia di sekitarnya.

Ini bisa berupa konflik dengan alam, perjuangan melawan musuh fisik atau figuratif, atau bahkan kompetisi. 

Konflik eksternal dapat memberikan aksi dan ketegangan yang menarik untuk cerita.

Namun, konflik eksternal yang baik juga mencerminkan konflik internal karakter, memaksa mereka untuk menghadapi kelemahan atau rasa takut mereka.

Di sisi lain, konflik internal berkaitan dengan perjuangan batin karakter. Ini bisa berupa perang antara keinginan yang bertentangan, dilema moral, atau pertarungan untuk mengatasi ketidakpastian atau trauma masa lalu. 

Konflik internal memberikan dimensi emosional yang dalam pada karakter dan memungkinkan pembaca untuk merasakan ikatan yang lebih kuat dengan mereka.

4. Masukkan Unsur Magis 

Membuat elemen magis dalam cerita adalah proses yang menggabungkan imajinasi dan konsistensi. Sebuah cara membuat cerita fantasi yang tidak boleh dilupakan.

Elemen magis ini menghadirkan dunia yang berbeda dari realitas kita, memungkinkan karakter-karakter untuk melakukan hal-hal luar biasa. 

Pertama, Anda perlu menetapkan aturan dan batasan yang mengatur cara sihir atau kekuatan magis beroperasi dalam dunia Anda.

Ini akan memberikan kerangka untuk keajaiban yang terjadi. Selanjutnya, kembangkan sistem magis yang unik—mungkin melibatkan mantra, artefak khusus, atau energi magis. 

Sesuaikan sistem ini dengan budaya dan sejarah dunia Anda agar terasa lebih kaya. Elemen magis haruslah memiliki konsekuensi, baik itu efek samping atau bahaya tertentu bagi pengguna.

Kaitkan kekuatan magis dengan karakter, sesuaikan dengan kepribadian dan perjalanan mereka. 

Gunakan elemen magis untuk menciptakan konflik dan tantangan yang mendorong karakter-karakter Anda.

Tetapi ingat, penting untuk menjaga konsistensi dalam penggunaan sihir dan memastikan bahwa elemen ini mendukung perkembangan karakter serta alur cerita secara keseluruhan.

5. Menggabungkan Realisme dengan Fantasi

Menggabungkan realisme dan fantasi dalam sebuah cerita melibatkan penciptaan dunia yang memiliki akar dalam kenyataan, tetapi juga menghadirkan elemen-elemen fantastis yang memukau. 

Dengan membangun latar belakang yang kuat dan terperinci, seperti sejarah, budaya, dan norma sosial yang menggambarkan realisme, Anda memberikan dasar yang meyakinkan bagi dunia cerita Anda.

Dalam hal ini, elemen fantasi seperti sihir atau makhluk ajaib dapat diperkenalkan. Poin ini menjadi salah satu cara membuat cerita fantasi yang wajib dipikirkan.

Namun, penting untuk menetapkan aturan dan batasan yang konsisten untuk elemen fantasi ini, sehingga kehadiran mereka tetap terjelaskan dalam konteks cerita.

Sementara karakter-karakter Anda merespons elemen-elemen fantastis dengan rasa takjub atau konflik internal, konflik eksternal dapat muncul dari interaksi antara realitas dan fantasi. 

Ketika menggabungkan realisme dan fantasi, perhatian terhadap detail dan nuansa penting. Ini bisa berarti menjelaskan dengan cermat bagaimana teknologi, masyarakat, dan individu merespons dan berinteraksi dengan dunia yang berpadu antara hal nyata dan yang tak terduga. 

6. Membuat Cerita Fantasi dengan Alur yang Dinamis

Menciptakan alur yang dinamis dalam cerita melibatkan pengembangan peristiwa yang terus bergerak maju, menggugah minat pembaca, dan mempertahankan ketegangan.

Alur dinamis berarti menghindari stagnasi dan mengejutkan pembaca dengan peristiwa yang tidak terduga, yang menguji karakter dan mendorong perubahan dalam narasi. 

Pertama, perencanaan adalah kunci: tentukan titik awal, titik tengah, dan puncak konflik alur cerita Anda.

Dari sini, biarkan peristiwa berkembang dalam urutan yang logis namun menarik. 

Berikan karakter-karakter Anda tujuan, keinginan, dan hambatan yang saling bertentangan. Konflik yang datang dari pertentangan ini akan memberikan dorongan alur yang kuat.

Pertimbangkan perubahan dan perkembangan karakter: karakter harus menghadapi dilema dan konsekuensi yang menantang, mendorong pertumbuhan dan perubahan dalam diri mereka. 

Dorong konflik eksternal dan internal, dengan memadukan momen tindakan dan refleksi dalam cerita.

Gunakan teknik cliffhanger atau twist tak terduga di akhir bab atau adegan untuk mempertahankan minat pembaca dan mendorong mereka untuk terus membaca. 

Berikan dinamika dengan mengubah tempo narasi: akselerasi untuk meningkatkan ketegangan, dan lambatkan untuk mengembangkan karakter dan hubungan.

Selain itu, ciptakan sub-plot yang membingkai atau berhubungan dengan alur utama.

Ini memberikan variasi dalam narasi dan dapat memberikan informasi tambahan tentang dunia dan karakter.

Ingatlah bahwa penjelasan yang berlebihan atau infodump dapat menghambat alur, jadi selipkan informasi penting dalam dialog atau situasi yang alami.

Dengan merangkul keragaman situasi, konflik, dan tindakan, alur cerita Anda akan menjadi dinamis dan tak terduga, menjaga pembaca terlibat dalam perjalanan yang penuh kejutan.

7. Perhatikan Perkembangan Karakter

Cara membaut cerita fantasi selanjutnya adalah memperhatikan perkembangan karakter.

Membuat perkembangan karakter yang meyakinkan dalam cerita melibatkan penjelajahan mendalam terhadap transformasi emosional, mental, dan moral karakter dari awal hingga akhir cerita. 

Pertama, tetapkan arketipe karakter pada awal cerita: siapa mereka, keinginan apa yang dimiliki, dan apa hambatan utama yang menghadang.

Dari sini, hadirkan situasi atau peristiwa yang memaksa karakter untuk menghadapi tantangan dan konflik yang mengubah mereka. 

Perkembangan karakter bisa melibatkan perubahan sikap, nilai, atau pandangan hidup, serta pengungkapan sisi diri yang lebih dalam.

Untuk membuat perkembangan karakter yang konsisten, penting untuk membangun perubahan mereka atas dasar pemicu yang muncul dalam cerita.

Caranya bisa melalui konfrontasi dengan masalah internal atau eksternal, hubungan dengan karakter lain, atau peristiwa yang merubah perspektif mereka. 

Dalam perjalanan ini, jelaskan perubahan perasaan, pemikiran, dan tindakan karakter secara bertahap dan alami.

Gunakan interaksi dengan situasi dan orang lain untuk membantu karakter mengatasi ketidakpastian dan ketakutan yang mungkin menghambat perkembangan mereka.

Penutup

Setelah membaca cara membuat  cerita fantasi di atas, apa kini kamu sudah siap untuk membuat cerita fantasi?

Jika iya, maka kamu bisa memulainya dari sekarang!

Jika masih ingin mencari referensi tentang membuat cerita fantasi, kamu bisa mengunjungi artikel dari Mamikos yang lain ya!


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta