Cara Membuat Jurnal yang Baik dan Benar beserta Contohnya Lengkap

Bingung Bikin Jurnal? Yuk, Intip Caranya!- Sebagai mahasiswa, kalian pasti sering mendapatkan tugas dari dosen untuk membuat jurnal, kan? Jurnal ini kalian susun berdasarkan riset maupun penelitian yang sudah kalian lakukan baik individu maupun berkelompok.

Para mahasiswa biasanya merasakan kewalahan bila mendapatkan tugas ini. Apalagi tidak sedikit diantara mereka belum mengetahui cara membuat jurnal. 

Cara Membuat Jurnal yang Baik dan Benar

unsplash.com

Dalam membuat jurnal, ada beberapa hal yang harus kalian perhatikan, lho. Hal-hal yang berkaitan dengan jurnal ini akan kalian ketahui dalam artikel ini.

Lantas, bagaimana cara membuat jurnal ilmiah? Kalian pastinya sudah tidak sabar untuk mengintip caranya, kan? 

Pembuatan jurnal pada dasarnya merupakan bentuk ringkasan dari hasil penelitian maupun riset yang sudah kalian lakukan di lapangan.

Semua hasil yang kalian tuangkan pada jurnal tentunya berdasarkan data yang didapat dengan metodologi penelitian.

Kalian harus memahami penelitian yang kalian lakukan sehingga mudah dalam menyajikan data tersebut yang berwujud jurnal. 

Selain berdasarkan riset maupun penelitian, pembuatan jurnal ini juga biasanya berasal dari skripsi yang kalian miliki.

Sebagai mahasiswa Strata-1, kalian pastinya diminta untuk membuat tugas akhir mahasiswa dalam bentuk skripsi atau sejenisnya. Hasil akhir dari skripsi tersebut dibuat dalam bentuk jurnal.

Makanya, artikel ini juga sangat bermanfaat bagi kalian yang sedang mencari cara membuat jurnal skripsi.

Ada beberapa hal yang sebaiknya kalian pahami sebelum membuat jurnal. Nah, berikut beberapa hal yang perlu kalian perhatikan dalam pembuatan jurnal.

Telah memiliki hasil penelitian sesuai dengan kaidah metodologi penelitian

Sebelum membuat jurnal, kalian pastinya harus memiliki hasil penelitian. Tanpa adanya hasil penelitian, tentunya kalian tidak akan bisa menyusun jurnal.

Lantas, hasil apa yang akan kalian tuangkan bila sebelumnya tidak melakukan penelitian maupun riset? Tentu sungguh lucu, kan?

Maka, siapkan dulu hasil penelitian yang sudah kalian dapatkan di lapangan. Hal ini untuk membantu kalian saat penulisan jurnal.

Kalian juga wajib menyesuaikan hasil penelitian dengan kaidah metodologi penelitian. Jangan sampai data yang kalian himpun tidak ilmiah. 

Telah mendapatkan persetujuan dari berbagai pihak

Hasil penelitian yang kalian dapatkan tentunya perlu mendapatkan persetujuan dari berbagai pihak. Apalagi sebagai mahasiswa akhir, pastinya kalian akan mendapatkan arahan dari dosen pembimbing.

Sebelum menyusunnya ke dalam bentuk jurnal, kalian harus meminta persetujuan dari dosen pembimbing. 

Kalian tentu akan merasakan beberapa proses revisi sebelum membuat jurnal. Proses perbaikan ini harus kalian ikuti dengan baik dan sesuai dengan kritik dan saran dari para dosen pembimbing.

Bila kalian mengikuti arahan dari dosen pembimbing, mereka pasti akan segera menyetujui hasil penelitian yang kalian lakukan. Setelah itu, kalian harus mencari tahu cara membuat jurnal.

Memahami format jurnal yang akan dituju

Sebelum mengetahui kerangka, kalian juga sebaiknya memahami apa itu jurnal. Jangan sampai kalian hingga detik ini belum mengerti jurnal. Tentu terlalu jauh bila hingga detik ini belum memahaminya.

Pada dasarnya, jurnal ilmiah merupakan suatu publikasi mengenai hasil penelitian maupun riset ilmiah yang dilakukan oleh seorang individu maupun kelompok.

Pihak yang mempublikasikan jurnal biasanya memiliki aturan yang berbeda-beda.

Namun pada dasarnya memiliki komponen kerangka yang sama. Adapun format penulisan jurnal adalah sebagai berikut. pada dasarnya memiliki komponen kerangka yang sama. Adapun format penulisan jurnal adalah sebagai berikut.

Susunan Pada Jurnal yang Benar

1. Judul

Penulisan judul pada jurnal biasanya lebih ringkas dari judul penelitian sesungguhnya. Bahkan, judul biasanya memiliki aturan tidak lebih dari 12 kata dengan sistematika pengetikan yang beragam.

2. Identitas Peneliti

Para penulis dari jurnal biasanya akan dicantumkan di bawah judul. Identitas ini meliputi nama peneliti, instansi, dan surat elektronik.

Penulisan identitas peneliti juga sebaiknya memperhatikan ketentuan dari pihak penerbit jurnal.

3. Abstrak

Abstrak merupakan ringkasan dari hasil penelitian yang memuat tujuan penelitian, metode, serta hasil penelitian.

Penulisan abstrak ini biasanya dibuat 2 bahasa yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Untuk panjang abstrak setiap bahasa biasanya 150 kata. 

4. Keyword 

Di dalam abstrak harus memuat keyword atau kata kunci. Biasanya kata kunci ini terdiri dari 3-5 kata kunci.

Kalian harus mengetik ulang keyword ini di bawah abstrak baik abstrak dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

Untuk itu, kalian harus memperhatikan tata cara penulisan jurnal pada penerbit yang dituju.

5. Pendahuluan

Saat membuat proposal maupun laporan penelitian, kalian pastinya telah memiliki naskah pendahuluan, kan?

Nah, pendahuluan ini harus kalian ringkas dan ambil garis besarnya yang kemudian kalian tuangkan ke dalam pendahuluan jurnal.

Ada ketentuan khusus mengenai pendahuluan pada jurnal yang biasanya sudah tercantum pada setiap ketentuan penerbit jurnal.

6. Metode Penelitian

Sama halnya dengan pendahuluan, pada metode penelitian jurnal juga kalian ambil dari proposal maupun laporan penelitian.

Kalian tidak perlu menginput data-data yang banyak namun ambil garis besarnya saja secara umum.

7. Hasil dan Pembahasan

Hasil penelitian harus kalian ringkas agar halaman jurnal tidak terlalu banyak. Begitu pun dengan pembahasan, tuangkan hal-hal yang penting saja pada kerangka jurnal.

8. Kesimpulan

Pada kesimpulan, ulas hal-hal yang penting dan berkaitan dengan penelitian tersebut. Buat kesimpulan secara ringkas dan sesuainya dengan abstrak yang tercantum pada jurnal.

9. Daftar Pustaka

Banyak peneliti yang tidak menyadari bahwa semua sumber yang mereka gunakan pada jurnal tidak semuanya tercatat pada daftar pustaka.

Kalian harus meneliti ulang penulisan daftar pustaka dan jangan sampai ada pengutipan yang tidak kalian catat sumbernya.

Bahkan, jangan sampai kalian menambahi daftar pustaka sementara pada naskah tidak ditemukan sumber tersebut. 

Ketika menulis daftar pustaka juga harus memperhatikan style dari penulisan tersebut. Sebagian besar penerbit jurnal biasanya akan menggunakan style APA untuk menulis daftar pustaka.

Tuangkan hasil penelitian ke dalam kerangka jurnal

Setelah mengetahui kerangka dari jurnal, langkah selanjutnya yakni tuangkan hasil penelitian tersebut ke dalam pedoman penulisan jurnal.

Jangan masukan semua tulisan dari laporan penelitian ke dalam jurnal. Kalian sebaiknya menarik garis besar dari setiap kerangkanya.

Hal yang perlu diketahui adalah banyaknya kata atau halaman yang ditentukan oleh pihak penerbit. Tidak semua penerbit jurnal memiliki aturan yang sama.

Namun pada dasarnya mereka biasanya mematok batas maksimal penulisan jurnal sebanyak 10 halaman. Untuk itu, kalian tidak perlu memasukkan semua tulisan pada laporan penelitian ke jurnal yang akan kalian buat.

Review kembali jurnal yang telah dibuat

Setelah menyusun jurnal sesuai dengan ketentuan penulisan jurnal, maka kalian harus mereview kembali dari jurnal yang telah kalian susun. Pastikan bahwa jurnal tersebut sudah sesuai dengan ketentuan.

Bila sudah, kalian dapat memindahkannya ke dalam word yang sesuai dengan ketentuan dari pihak penerbit. Cara membuat jurnal di word ini tentunya sangat mudah untuk kalian pahami, kan?

Demikian cara membuat jurnal yang bisa kalian terapkan untuk hasil penelitian. Kini kalian sudah tidak perlu pusing dalam menyusun jurnal, kan?


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Harga Murah

Kost Jakarta Harga Murah

Kost Bandung Harga Murah

Kost Denpasar Bali Harga Murah

Kost Surabaya Harga Murah

Kost Semarang Harga Murah

Kost Malang Harga Murah

Kost Solo Harga Murah

Kost Bekasi Harga Murah

Kost Medan Harga Murah