Cara Membuat Proposal Berbagai Keperluan yang Baik dan Benar

Cara Membuat Proposal Berbagai Keperluan yang Baik dan Benar – Teman-teman Mamikos pasti sering mendengar kata proposal, bukan? Proposal merupakan salah satu dokumen yang biasa digunakan di dunia pekerjaan. Namun, di dunia pendidikan seperti organisasi siswa dan mahasiswa juga sering menggunakan proposal untuk membuat suatu kegiatan. Anak OSIS, Himpunan Mahasiswa, BEM, dan panitia acara pasti cukup akrab dengan proposal.

Cara Membuat Proposal Berbagai Keperluan

belajarbahsa.github.io

Proposal adalah suatu bentuk permohonan atau pengajuan mengenai sebuah ide dan pemikiran untuk mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Dukungan dapat diberikan dalam bentuk bantuan dana, izin kegiatan, izin usaha, partisipasi, dan lain sebagainya. 

Proposal berisi penjabaran tentang kegiatan atau usaha yang akan dilaksanakan. Pihak yang mengajukan proposal harus menjabarkan alasan membuat kegiatan, tujuan kegiatan, manfaat kegiatan, waktu dan lokasi kegiatan, dan beberapa hal penting lainnya.

Bagaimana cara membuat proposal yang baik dan benar? Di bawah ini Mamikos akan jabarkan secara lengkap. Yuk, simak sampai akhir. 

Pengertian Proposal Menurut Para Ahli 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), proposal adalah rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja.

Menurut Hasnun Anwar, proposal adalah  suatu rencana yang disusun untuk kegiatan tertentu.

Menurut Jay, proposal adalah suatu alat bantu manajemen standar agar manajemen dapat berfungsi secara efisien.

Menurut Riefky, proposal adalah suatu bentuk rancangan kegiatan yang dibuat dalam bentuk formal dan standar.

Menurut Hadi, proposal adalah suatu usulan terstruktur untuk agenda kerja sama bisnis antar lembaga, perusahaan, usulan kegiatan sampai pada pemecahan masalah.

Menurut Keraf, proposal adalah saran atau permintaan kepada seseorang atau suatu badan untuk mengerjakan atau melakukan suatu pekerjaan.

Secara umum, proposal dapat diartikan sebagai suatu pengajuan atau permohonan yang berisi rencana dalam bentuk rancangan kegiatan atau usaha. Proposal dibuat oleh perorangan, organisasi, komunitas, dan lembaga yang sifatnya formal dan resmi. 

Jenis Proposal Berdasarkan Tujuan

Berdasarkan Tujuannya, Proposal terdiri dari 4 jenis, yaitu:

  1. Proposal penelitian. Proposal ini pada yang umumnya digunakan pada bidang akademisi. Misalnya, proposal penelitian mata kuliah, skripsi, tesis, disertasi, dan lainnya. Biasanya proposal penelitian ini diajukan sebagai kegiatan penelitian.
  2. Proposal kegiatan. Proposal ini dibuat untuk melakukan suatu kegiatan. Membuat proposal kegiatan dapat dilakukan oleh individu, kelompok, dan organisasi. Contohnya, konser musik, pameran, seminar nasional, pentas seni, dan lain sebagainya. 
  3. Proposal bisnis. Proposal ini berhubungan dengan bisnis, baik bisnis perorangan maupun kelompok. Contoh proposal bisnis seperti mendirikan suatu usaha, proposal kerjasama antar perusahaan, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan bisnis.
  4. Proposal proyek. Proposal ini digunakan pada dunia bisnis. Biasanya proposal proyek berisi rangkaian rencana kegiatan pembangunan seperti pembuatan jalan desa, pembangunan sekolah, pembuatan waduk, dan lain sebagianya. 

Jenis Proposal Berdasarkan Formatnya

Berdasarkan formatnya, proposal terdiri dari 3 jenis, yaitu:

  1. Proposal Formal. Proposal formal adalah jenis proposal resmi atau baku yang harus memiliki tiga bagian utama, yaitu pendahuluan, isi proposal, serta data pelengkap. Pendahuluan proposal formal terdiri atas sampul, halaman judul, kata pengantar, daftar isi serta lembar pengesahan.
  2. Proposal Semi-formal. Proposal semi-formal adalah proposal yang tidak memiliki struktur lengkap seperti proposal formal. Namun, proposal ini masih menggunakan bentuk baku. Selain itu, proposal semi-formal harus tetap disajikan dalam bentuk yang rapi. Biasanya proposal ini isinya lebih kreatif seperti memberi warna-warna, gambar, dan desain menarik lainnya. 
  3. Proposal Non-formal. Proposal non-formal adalah proposal yang tidak terlalu resmi dan baku. Pada umumnya, proposal ini dibuat dalam bentuk memorandum atau surat. Meskipun bersifat non-formal, membuat proposal ini harus tetap memperhatikan unsur-unsur seperti  masalah, saran, pemecahan masalah serta permohonan.

Tujuan Membuat Proposal

Secara umum, proposal dibuat dengan 3 tujuan bear, yaitu:

  1. Proposal dibuat dengan tujuan untuk memperoleh bantuan dana dari pihak-pihak yang ingin berkontribusi.
  2. Proposal juga dibuat dengan tujuan untuk mendapatkan dukungan dari pihak-pihak yang turut bertanggung jawab dan mengetahui. 
  3. Tujuan membuat proposal yang terakhir adalah untuk mendapatkan perizinan, baik dari pihak yang memiliki tempat acara maupun dari pihak lain seperti keamanan. 

Fungsi Membuat Proposal

Proposal memiliki fungsi sesuai dengan jenisnya, sebagai berikut:

  1. Proposal kegiatan berfungsi untuk memberikan informasi mengenai suatu kegiatan secara lebih detail, terutama bagian pengajuan dana.
  2. Proposal bisnis berfungsi untuk memberikan gambaran dan proyeksi mengenai pendirian usaha agar dapat memperhitungkan kebutuhan dana dan untung rugi mendirikan usaha 
  3. Proposal panelitian berfungsi sebagai dasar penelitian terutama penelitia yang berkaitan dengan ekonomi, agama, budaya, sosial, dan bidang ilmu lainnya. 
  4. Proposal proyek berfungsi sebagai dasar untuk melakukan tender. 

Manfaat Membuat Proposal

  1. Sebagai arahan untuk panitia pelaksana kegiatan atau proyek untuk melaksanakan kegiatan atau proyek 
  2. Menjadi rencana yang mengarahkan panitia dalam melaksanakan kegiatan tersebut.
  3. Menjelaskan kepada pihak-pihak yang ingin mengetahui kegiatan yang akan diselenggarakan.
  4. Sebagai cara untuk meyakinkan para donatur/sponsor agar memberikan dukungan material maupun finansial dalam mewujudkan kegiatan yang telah direncanakan.

Cara Membuat Proposal Kegiatan

Berikut ini adalah cara membuat proposal kegiatan secara sistematis. 

1. Halaman Judul

Cover atau halaman judul atau cover berisi judul kegiatan dan nama pihak yang menyelenggarakan kegiatan atau usaha. Biasanya judul proposal dibuat lebih menarik agar menarik perhatian orang yang membacanya. Dengan begitu mereka dapat memiliki keinginan untuk berpartisipasi.

2. Latar belakang

Latar belakang proposal berisi pengenalan tentang organisasi penyelenggara dan kegiatan itu sendiri. Uraikan latar belakang dengan menjelaskan alasan mengadakan kegiatan dan manfaat serta keuntungan yang didapatkan. Secara umum, isi latar belakang adalah menyampaikan maksud umum ke maksud khusus. 

3. Nama kegiatan

Bagian ini berisi nama kegiatan yang digunakan dalam penyelenggaraan acara. Nama kegiatan biasanya disamakan dengan  judul kegiatan di bagian halaman depan.Hal ini dimaksudkan untuk tidak menimbulkan kerancuan atau beda presepsi. 

4. Tema kegiatan 

Tema kegiatan merepresentasikan gambaran keseluruhan kegiatan yang akan diselenggarakan. Tema kegiatan mewakili seluruh gagasan yang diangkat dalam acara tersebut. Sebelum membuat proposal, tema memang harus dipikirkan terlebih dahulu untuk menentukan tujuan dan menyusun rangkaian acara dengan baik. 

5. Tujuan kegiatan

Tujuan kegiatan berisi alasan diselenggarakannya sebuah kegiatan. Tujuan dapat terdiri dari beberapa poin, tapi tujuan utama harus disampaikan terlebih dahulu. Misalnya, memperkenalkan kembali kuliner tradisional Indonesia kepada masyarakat umum dan dunia wisatawan mancanegara. Tujuan keduanya adalah membukukan resep-resep makanan yang mulai hilang atau dilupakan. 

6. Bagian Kegiatan.

Bagian kegiatan menjelaskan bentuk kegiatan yang akan dilakukan dalam kegiatan tersebut. Misalnya, selain bazar makan, terdapat panggung hiburan, lomba makan, dan lomba memasak. 

7. Waktu dan tempat kegiatan 

Bagian ini berisi rincian mengenai waktu pelaksanaan, hari, tanggal, bulan, dan tahun. Kemudian, tempat kegiatan juga harus dicantumkan secara jelas dan detail. Misalnya, Lapangan Parkir Gelora Bung Karno Sisi Barat. 

8. Susunan acara. 

Susunan acara berisi tentang rangkaian kegiatan sejak dimulainya kegiatan hingga berakhir. Susunan acara disusun berurutan sesuai dengan waktu pelaksanaanya. Bisanya, susunan acara juga dilengkapi dengan keterangan lokasi. 

9. Uraian pelaksanaan kegiatan 

Uraian pelaksanaan kegiatan biasanya berbentuk tabel mirip susunan acara, tapi isinya lebih lengkap. Kurang lebih, uraian pelaksanaan menjelaskan suatu kegiatan secara lebih detail. Misalnya, pada acara pembukaan bazar di uraikan pihak-pihak yang akan memberi sambutan, durasi waktu memberi sambutan, terdapat acara pemotongan pita atau pemukulan gong, dan lain sebagainya. Uraian pelaksanaan kegiatan dapat dikatakan sebagai gambaran teknis setiap detail acara. 

10. Penyelenggara kegiatan

Bagian berisi keterangan pihak yang menjadi penyelenggara kegiatan. Penyelenggara kegiatan adalah suatu individu, organisasi atau kelompok yang akan melaksanakan kegiatan. Pada bagian penyelenggara perlu pula ditampilkan nama dan nomor kontak atau sekretariat yang dapat dihubungi.

11. Susunan panitia

Bagian ini berisi susunan kepanitiaan yang telah terbentuk dari kegiatan tersebut sesuai dengan divisi dan jawaban masing-masing. Susunan panitia ditampilkan agar pihak yang membaca dapat memiliki data yang jelas dengan mengenal dengan siapa pihaknya akan bekerja sama.

12. Estimasi dana

Estimasi dana berisi rincian sumber dana atau pemasukan, pengeluaran, dan kebutuhan dana yang diperlukan. Estimasi dana disusun secara sederhana, tapi tetap menggunakan prinsip penyusunan keuangan. Perkiraan dana adalah bagian penting dalam cara membuat proposal kegiatan yang ditujukan untuk donatur maupun sponsor.

13. Peserta

Peserta dapat juga diartikan target pasar atau target pengunjung,, disesuaikan dengan bentuk proposal yang diajukan. Bagian ini berisi keterangan tentang siapa yang akan ikut dalam kegiatan yang diselenggarakan. 

14. Penutup

Penutup berisi kalimat yang menyatakan harapan agar banyak pihak yang diajak untuk bekerja sama dapat tertarik dan ingin mendukung kegatan tersebut. Pada bagian paling akhir terdapat tanda tangan Ketua Pelaksana dan diketahui Penanggung Jawab kegiatan.

15. Penawaran Kerjasama.

Bagi proposal yang ditujukan kepada donatur dan sponsor untuk memperoleh bantuan dana, proposal perlu ditambah dengan penawaran kerja sama. Penawaran ini biasanya berisi beberapa keuntungan yang akan didapatkan sponsor jika bersedia memberi dukungan dana. 

Demikian uraian Mamikos mengencai cara membuat proposal berbagai keperluan yang baik dan benar. Teman-teman sudah pendapat gambaran yang cukup jelas, bukan? Setelah ini, silahkan mulai menyusun proposal kegiatanmu. Buat proposal yang menarik tanpa menghilangkan format dan tatanan dasarnya, ya. 


Klik dan dapatkan info kost di dekat mu:

Kost Jogja Harga Murah

Kost Jakarta Harga Murah

Kost Bandung Harga Murah

Kost Denpasar Bali Harga Murah

Kost Surabaya Harga Murah

Kost Semarang Harga Murah

Kost Malang Harga Murah

Kost Solo Harga Murah

Kost Bekasi Harga Murah

Kost Medan Harga Murah