3 Cara Membuat KPI Karyawan Individu Perusahaan dan Contohnya

3 Cara Membuat KPI Karyawan Individu Perusahaan dan Contohnya – Setiap perusahaan tentu mengiginkan karyawannya bekerja secara maksimal.

Salah satu cara perusahaan mengukur kinerja karyawan adalah dengan KPI (Key Performance Indicator).

Membuat KPI tentu bukanlah hal yang mudah, umumnya hanya individu tertentu di dalam perusahaan seperti manajer, supervisor, kepala tim, atau posisi strategis lainnya yang diberikan wewenang untuk merancangnya.

Berikut Cara Membuat KPI Karyawan Individu dan Contohnya

unsplash.com/freddiemarriage

Key Performance Indicator (KPI) merupakan indikator terpenting yang digunakan perusahaan untuk mengukur kinerja bisnis dan memastikan pencapaian tujuan bisnis.

Menyediakan parameter yang jelas dan terukur, KPI berguna untuk mengevaluasi kontribusi karyawan terhadap tujuan organisasi dan membantu memastikan bahwa sumber daya perusahaan digunakan secara optimal.

Selain untuk mengukur kinerja jangka panjang perusahaan, KPI juga seringkali digunakan untuk mengukur performa kerja karyawan.

Oleh karena itu, setiap karyawan tentunya memiliki KPI yang berbeda-beda dan harus dicapai dalam jangka waktu tertentu.

Jika seorang karyawan belum berhasil mencapai KPI yang sudah ditentukan, maka karyawan tersebut akan dievaluasi lebih lanjut oleh HRD dan pimpinannya langsung.

Namun, masih banyak karyawan perusahaan merasa kesulitan untuk membuat KPI.

Sebenarnya, membuat KPI bukanlah hal yang sulit, namun diperlukan beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Untuk lebih jelasnya, kamu bisa simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Apa
itu KPI?

Sebelum mengetahui cara membuat KPI karyawan, tentu kamu harus memahami terlebih dahulu pengertian dari KPI itu sendiri.

Menurut buku berjudul Panduan Praktis Penilaian Kinerja Karyawan karya Ir. M. Budihardjo dan ‎Andriansyah, secara umum KPI diartikan sebagai indikator yang digunakan untuk memonitor tingkat pencapaian ‘target kinerja’ dari suatu perusahaan.

Dalam
dunia kerja, KPI merupakan singkatan dari Key Performance Indicator yang
berarti serangkaian indikator kinerja penting bersifat terukur dan memberikan
informasi sejauh mana sasaran strategis perusahaan sudah berhasil dicapai.

Di level perusahaan, KPI dibuat berdasarkan tujuan yang ingin dicapai. Mengingat indikator tersebut dipakai untuk mengetahui apakah perusahaan telah berhasil mencapai goals atau belum.

Sedangkan di level individual, KPI dibuat berdasarkan job description di setiap departemen guna mengukur apakah setiap tugas dan tanggung jawab dijalankan dengan baik dan apakah target pekerjaan tercapai.

Apa
Manfaat KPI?

Ada
beberapa kelebihan dalam penilaian kinerja karyawan melalui sistem KPI, antara
lain:

  • KPI dapat memudahkan perusahaan untuk mengukur atau mengevaluasi kinerja karyawan.
  • KPI dapat membuat karyawan lebih mengerti atau memahami mengenai apa yang diharapkan perusahaan terhadap dirinya.
  • Melalui KPI, hasil kinerja yang menjadi lebih terukur dapat dijadikan sebagai acuan guna pemberian penghargaan atau reward.
  • KPI dapat memberikan referensi sebuah perusahaan untuk mencapai tujuannya.

Hal
Penting dalam Menyusun KPI Karyawan

Berikut
adalah beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam menyusun KPI karyawan.

1.
Goals dan Objectives Perusahaan

Goals merupakan tujuan yang hendak dicapai organisasi bisnis dalam waktu yang sudah ditetapkan.

Sedangkan objectives adalah langkah-langkah yang diambil perusahaan dan dijalankan karyawan untuk mencapai goals.

Sebagai contoh, dalam periode 1, perusahaan ingin menaikkan market share.

Maka langkah yang perlu dilakukan adalah meningkatkan daya saing, mendorong inovasi, memperbaiki customer relations, dan seterusnya.

Goals dan objectives ini harus diberitahukan kepada setiap karyawan.

2.
Posisi Perusahaan dalam Industri Sejenis

Manajemen perlu membagikan informasi terkait posisi perusahaan dalam persaingan bisnis saat ini kepada seluruh karyawan.

Hal ini nantinya digunakan untuk membuat target yang ingin dicapai perusahaan dan poin-poin yang harus dilakukan ke depannya.

3.
Membuat Target Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Menetapkan target jangka panjang dan jangka pendek juga perlu dilakukan.

Misalnya, target jangka pendek dalam waktu kurang dari 2 tahun adalah menutup biaya perusahaan.

Sementara target jangka panjangnya adalah dalam kurun lebih dari 3 tahun harus meraih profit dan ekspansi.

4.
Review Target dengan Tim

Target tidak hanya ditentukan oleh manajemen dan manajer departemen, tetapi juga perlu dibicarakan dengan seluruh anggota tim.

Mengapa proses review ini penting? Beberapa di antaranya adalah untuk transparansi, menumbuhkan motivasi, mendorong kolaborasi, serta review berkala dan melakukan penyesuaian.

Peninjauan dilakukan agar dapat mengetahui apakah pencapaian target sesuai dengan waktu yang ditetapkan.

Selain itu, perusahaan juga perlu menyesuaikan goals dan objectives jika terjadi perubahan persaingan bisnis. atau memperbaiki langkah-langkah yang diperlukan apabila strategi tidak berjalan sesuai rencana.

Sebagai contoh, beberapa perusahaan yang terdampak Covid-19 merevisi KPI dengan menurunkan target yang ingin dicapai.

Jika di di awal perusahaan memiliki target yang ambisius, misalnya ekspansi, maka dapat direvisi menjadi lebih realistis, seperti bertahan hidup.

Cara
Membuat KPI Karyawan Individu

Simak
beberapa langkah untuk membuat contoh KPI karyawan berikut ini:

1.
Objektif dan Strategi Perusahaan Harus Jelas dan Realistis

Langkah pertama dalam membuat KPI karyawan adalah memastikan bahwa tujuan perusahaan telah ditetapkan dengan jelas dan realistis.

KPI harus terkait langsung dengan tujuan strategis perusahaan dan membantu dalam mencapai visi jangka panjang.

Misalnya, jika perusahaan ingin meningkatkan pangsa pasar, maka KPI dapat dibuat berkaitan dengan peningkatan penjualan atau ekspansi ke wilayah baru.

2.
Menentukan Job Description

Deskripsi
pekerjaan adalah daftar tugas yang harus dilakukan untuk setiap peran.
Tugas-tugas ini menentukan KPI untuk karyawan.

Misalnya, deskripsi pekerjaan sales yakni menjual produk. Dalam hal ini KPI sales harus menjual100 unit produk dalam 30 hari. 

KPI ini menjadi alat evaluasi terlepas dari apakah sales sudah berhasil menyelesaikan job description atau belum.

3.
Menyusun Matriks Penilaian

Menyusun
KPI yang baik untuk mengukur kinerja karyawan tentunya memerlukan pendekatan
yang sistematis dan memenuhi kriteria SMART (Specific, Measureable,
Achievable, Relevant, dan Time phased
). 
Berikut uraiannya:

a.
Spesifik (specific)

Tentukan
secara spesifik apa yang ingin diukur atau dicapai melalui KPI. Perlu diingat
bahwa KPI harus fokus, jelas, dan terkait langsung dengan tujuan atau tugas
karyawan.

b.
Terukur (measureable)

Penilaian terukur (measureable) berfokus pada penggunaan indikator yang dapat dihitung atau diobservasi dengan jelas.

Hal ini penting guna memastikan bahwa KPI yang ditetapkan dapat diukur secara obyektif dan memberikan data yang dapat digunakan dalam proses evaluasi kinerja.

c.
Dapat dicapai (achievable)

Pastikan bahwa KPI yang ditetapkan dapat dicapai oleh karyawan dengan upaya yang memadai.

Dalam membuat KPI, sebaiknya hindari penentuan nilai KPI yang terlalu tinggi atau tidak realistis.

Pertimbangkan sumber daya, waktu, dan kemampuan karyawan dalam menetapkan target yang dapat dicapai.

d.
Relevan (relevant)

Jangan lupa untuk memastikan bahwa KPI yang ditetapkan relevan dengan tugas dan tanggung jawab karyawan, serta tujuan organisasi secara keseluruhan.

Ingat, KPI harus berhubungan langsung dengan kontribusi karyawan terhadap pencapaian tujuan bisnis.

e.
Terjadwal (time-phased)

Terakhir,
tetapkan batasan waktu untuk mencapai KPI. Dengan menetapkan batas waktu maka
dapat membantu menciptakan fokus dan meningkatkan akuntabilitas.

Contoh
KPI Karyawan Individu

Berikut
ini adalah beberapa contoh KPI (Key Performance Indicators) yang dapat
digunakan untuk mengukur kinerja karyawan dalam berbagai bidang.

Contoh KPI untuk HRD

employers.glints.com

Contoh KPI untuk Finance

employers.glints.com

Contoh KPI untuk Staff Admin

employers.glints.com

Nah, di atas tadi adalah informasi terkait cara membuat KPI karyawan individu perusahaan dan contohnya.

Semoga informasi yang Mamikos bagikan di atas dapat membantu kamu dalam menyusun KPI ya.

Jika kamu ingin mencari informasi menarik dan bermanfaat lainnya, kamu bisa kunjungi situs blog Mamikos dan temukan informasinya di sana.


Klik dan dapatkan info kost di dekat mu:

Kost Jogja Murah

Kost Jakarta Murah

Kost Bandung Murah

Kost Denpasar Bali Murah

Kost Surabaya Murah

Kost Semarang Murah

Kost Malang Murah

Kost Solo Murah

Kost Bekasi Murah

Kost Medan Murah