17 Cara Mengatasi Lemas saat Puasa Ramadan agar Tetap Fit dan Tidak Mudah Drop
Penerapan pola hidup sehat saat menjalankan ibadah puasa sangat wajib dilakukan agar tetap memiliki energi yang cukup untuk menunaikan kewajiban.
6. Konsumsi Sayur dan Buah yang Menghidrasi Tubuh
Buah dan sayur dengan kadar air tinggi bukan hanya sumber cairan, tetapi juga kaya akan elektrolit seperti kalium dan magnesium yang penting untuk fungsi saraf dan otot.
Serat alami dalam sayuran mampu memperlambat proses pencernaan, membantu menahan air di dalam usus lebih lama, serta mencegah lonjakan gula darah yang tidak stabil setelah makan.
7. Hindari Makanan Terlalu Manis atau Berlemak saat Sahur
Konsumsi gula sederhana berlebih saat sahur akan memicu lonjakan insulin secara mendadak, yang diikuti dengan penurunan kadar gula darah secara drastis (hypoglycemia) beberapa jam setelahnya.
Hal tersebut sering membuat orang merasa sangat lemas dan mengantuk padahal masih pukul 10 atau 11 pagi. Sementara itu, makanan berlemak tinggi (gorengan) akan memperlambat pengosongan lambung yang dapat memicu asam lambung naik selama berpuasa.
8. Atur Waktu Tidur dengan Bijak
Cara mengatasi lemas saat puasa ramadan berikutnya adalah mengatur waktu istirahat/tidur dengan lebih bijaksana. Kualitas tidur sangat memengaruhi hormon ghrelin (pemicu lapar) dan leptin (pemicu kenyang).
Jika kamu kurang tidur karena terjaga hingga larut malam, hormon lapar justru akan meningkat, yang bisa membuat puasa terasa jauh lebih berat keesokan harinya.
Mengambil waktu tidur singkat atau power nap di siang hari justru dapat menurunkan kadar kortisol (hormon stres) dan memberikan kesegaran instan pada sistem saraf pusat.
9. Tetap Lakukan Olahraga Ringan
Masih di daftar cara mengatasi lemas saat puasa Ramadan, Mamikos sarankan untuk tetap berolahraga secara ringan. Sebab berolahraga saat puasa justru membantu melancarkan peredaran oksigen ke seluruh tubuh dan otak.
Hal tersebut secara alami mampu mengusir rasa kantuk dan lemas. Kuncinya adalah pada intensitas dan waktu; lakukan latihan beban ringan atau peregangan di sore hari mendekati waktu berbuka agar cairan yang hilang bisa segera diganti.
Aktivitas fisik ringan tersebut juga akan menjaga agar sendi dan otot tidak kaku akibat terlalu banyak berbaring.
10. Perhatikan Porsi saat Berbuka
Ketika perut dalam keadaan kosong selama belasan jam, sistem pencernaan masuk ke mode istirahat. Mengisinya langsung dengan porsi banyak dan besar justru akan memaksa jantung bekerja ekstra keras memompa darah ke sistem pencernaan.
Hal tersebut dapat mengakibatkan aliran darah ke otak berkurang dan memicu rasa kantuk hebat setelah makan .
Oleh karenanya, berbukalah dengan porsi kecil terlebih dahulu untuk “membangunkan” enzim pencernaan secara pelan-pelan.
11. Mengelola Stres dan Pikiran
Kelelahan saat menjalankan puasa sering kali berakar dari faktor psikologis atausugesti pikiran bahwa “puasa itu melemaskan”. Dengan menjaga manajemen stres dan tetap aktif secara mental, tubuh akan melepaskan hormon endorfin yang membantu meningkatkan ambang toleransi terhadap rasa lapar dan haus.
Fokuskan pada niat puasa dan rutinitas harian yang produktif. Sebab hal tersebut dapat membuat waktu terasa berjalan lebih cepat dan tubuh terasa jauh lebih ringan.
12. Mandi Air Dingin pada Siang Hari
Saat menjalani puasa, suhu inti tubuh cenderung meningkat karena dehidrasi ringan, yang sering kali memicu rasa kantuk dan lemas (efek fatigue).
Mandi dengan air dingin atau sekadar membasuh wajah dan leher dengan air es dapat memberikan efek kejutan termal yang memicu pelepasan hormon adrenalin.
Hal ini juga secara instan meningkatkan detak jantung dan aliran oksigen ke otak, sehingga kamu merasa lebih segar dan tetap waspada.
Halaman:

