Advertisement
Source : freepik.com

17 Cara Mengatasi Lemas saat Puasa Ramadan agar Tetap Fit dan Tidak Mudah Drop

Penerapan pola hidup sehat saat menjalankan ibadah puasa sangat wajib dilakukan agar tetap memiliki energi yang cukup untuk menunaikan kewajiban.

16 Februari 2026 Nana

13. Praktikkan Teknik Pernapasan Dalam

Rasa lemas saat menjalani puasa sering kali disebabkan oleh kurangnya pasokan oksigen ke otak akibat postur tubuh yang membungkuk karena lemas.

Oleh karenanya, cara mengatasi lemas saat puasa Ramadan adalah dengan mempraktikkan teknik pernapasan perut.

Caranya: Tarik napas dalam melalui hidung selama 4 detik, tahan 4 detik, dan buang perlahan selama 8 detik.

Teknik satu ini membantu menurunkan kadar kortisol (hormon stres) dan meningkatkan saturasi oksigen dalam darah, yang secara alami memberikan suntikan energi tanpa perlu kalori.

14. Gunakan Aromaterapi yang Segar

Indra penciuman terhubung langsung dengan bagian otak yang mengatur emosi dan energi. Gunakan minyak esensial atau diffuser dengan aroma menyebarkan yang telah terbukti secara ilmiah dapat mengurangi kelelahan mental dan meningkatkan konsentrasi.

15. Lakukan Earthing atau Jalan Tanpa Alas Kaki

Jika memungkinkan, cobalah berjalan tanpa alas kaki di atas rumput atau tanah (earthing) selama beberapa menit saja. Secara biofisika, berkontak langsung dengan bumi dapat membantu menetralkan radikal bebas dalam tubuh dan memperbaiki sirkulasi darah.

Cara mengatasi lemas saat puasa Ramadan satu ini dapat memberikan efek relaksasi sekaligus menyegarkan sistem saraf yang tegang karena menahan lapar dan haus.

16. Hindari Paparan Matahari Berlebih

Sinar matahari langsung mempercepat proses penguapan cairan tubuh melalui pori-pori kulit (perspirasi), meskipun kamu tidak merasa berkeringat deras.

Jika kamu banyak beraktivitas di luar ruangan, carilah tempat yang teduh atau gunakan pelindung seperti payung dan topi. Menjaga suhu tubuh tetap sejuk jadi cara mengatasi lemas saat puasa Ramadan yang efektif.

17. Mengonsumsi Madu dan Kurma dalam Jumlah Ganjil saat Sahur

Madu mengandung kombinasi glukosa dan fruktosa yang unik. Glukosa memberikan energi instan, sementara fruktosa diserap lebih lambat sebagai energi cadangan.

Mengombinasikannya dengan kurma (yang kaya akan kalium) saat makan sahur akan membantu menjaga keseimbangan elektrolit dan mencegah kram otot atau lemas yang disebabkan ketidakseimbangan mineral selama menjalani puasa.

Penutup

Kunci utama dalam menjalani ibadah puasa dengan penuh stamina dan kekhusyukan terletak pada keseimbangan antara pola makan yang bergizi, hidrasi yang terjadwal, dan manajemen istirahat yang benar dan disiplin. 🕌🍉

Dengan menerapkan strategi yang telah Mamikos paparkan di atas, kamu tidak hanya menjaga raga tetap bugar, tetapi juga memastikan produktivitas harian tetap optimal.

Ingatlah bahwa kondisi fisik yang prima akan membantu kamu menjalankan ibadah dengan lebih khidmat dan bermakna tanpa terhalang oleh rasa lemas berlebihan yang bisa mengganggu ibadah.

Referensi:


Halaman:

Advertisement