17 Cara Mengatasi Lemas saat Puasa Ramadan agar Tetap Fit dan Tidak Mudah Drop
Penerapan pola hidup sehat saat menjalankan ibadah puasa sangat wajib dilakukan agar tetap memiliki energi yang cukup untuk menunaikan kewajiban.
13. Praktikkan Teknik Pernapasan Dalam
Rasa lemas saat menjalani puasa sering kali disebabkan oleh kurangnya pasokan oksigen ke otak akibat postur tubuh yang membungkuk karena lemas.
Oleh karenanya, cara mengatasi lemas saat puasa Ramadan adalah dengan mempraktikkan teknik pernapasan perut.
Caranya: Tarik napas dalam melalui hidung selama 4 detik, tahan 4 detik, dan buang perlahan selama 8 detik.
Teknik satu ini membantu menurunkan kadar kortisol (hormon stres) dan meningkatkan saturasi oksigen dalam darah, yang secara alami memberikan suntikan energi tanpa perlu kalori.
14. Gunakan Aromaterapi yang Segar
Indra penciuman terhubung langsung dengan bagian otak yang mengatur emosi dan energi. Gunakan minyak esensial atau diffuser dengan aroma menyebarkan yang telah terbukti secara ilmiah dapat mengurangi kelelahan mental dan meningkatkan konsentrasi.
15. Lakukan Earthing atau Jalan Tanpa Alas Kaki
Jika memungkinkan, cobalah berjalan tanpa alas kaki di atas rumput atau tanah (earthing) selama beberapa menit saja. Secara biofisika, berkontak langsung dengan bumi dapat membantu menetralkan radikal bebas dalam tubuh dan memperbaiki sirkulasi darah.
Cara mengatasi lemas saat puasa Ramadan satu ini dapat memberikan efek relaksasi sekaligus menyegarkan sistem saraf yang tegang karena menahan lapar dan haus.
16. Hindari Paparan Matahari Berlebih
Sinar matahari langsung mempercepat proses penguapan cairan tubuh melalui pori-pori kulit (perspirasi), meskipun kamu tidak merasa berkeringat deras.
Jika kamu banyak beraktivitas di luar ruangan, carilah tempat yang teduh atau gunakan pelindung seperti payung dan topi. Menjaga suhu tubuh tetap sejuk jadi cara mengatasi lemas saat puasa Ramadan yang efektif.
17. Mengonsumsi Madu dan Kurma dalam Jumlah Ganjil saat Sahur
Madu mengandung kombinasi glukosa dan fruktosa yang unik. Glukosa memberikan energi instan, sementara fruktosa diserap lebih lambat sebagai energi cadangan.
Mengombinasikannya dengan kurma (yang kaya akan kalium) saat makan sahur akan membantu menjaga keseimbangan elektrolit dan mencegah kram otot atau lemas yang disebabkan ketidakseimbangan mineral selama menjalani puasa.
Penutup
Kunci utama dalam menjalani ibadah puasa dengan penuh stamina dan kekhusyukan terletak pada keseimbangan antara pola makan yang bergizi, hidrasi yang terjadwal, dan manajemen istirahat yang benar dan disiplin. 🕌🍉
Dengan menerapkan strategi yang telah Mamikos paparkan di atas, kamu tidak hanya menjaga raga tetap bugar, tetapi juga memastikan produktivitas harian tetap optimal.
Ingatlah bahwa kondisi fisik yang prima akan membantu kamu menjalankan ibadah dengan lebih khidmat dan bermakna tanpa terhalang oleh rasa lemas berlebihan yang bisa mengganggu ibadah.
Referensi:
Badan Terasa Lemas di Bulan Puasa? Ini 5 Cara Ampuh Mengatasinya [Daring]. Tautan: https://www.halodoc.com/artikel/badan-terasa-lemas-di-bulan-puasa-ini-5-cara-ampuh-mengatasinya?srsltid=AfmBOoroLHXxwDFUQ7NNf_oQtNQE5rUblg-E26pBGn4N1vdVPUd8VZTZ
Halaman:
