17 Cara Mengatasi Lemas saat Puasa Ramadan agar Tetap Fit dan Tidak Mudah Drop
Penerapan pola hidup sehat saat menjalankan ibadah puasa sangat wajib dilakukan agar tetap memiliki energi yang cukup untuk menunaikan kewajiban.
- Atur sahur dan pola makan: jangan melewatkan sahur; pilih karbohidrat kompleks, cukup protein, serta sayur dan buah yang menghidrasi; hindari makanan terlalu manis atau berlemak; bisa tambahkan madu dan kurma saat sahur.
- Jaga hidrasi dan batasi kafein: terapkan rumus 2-4-2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas malam, 2 gelas sahur), kurangi konsumsi kafein atau imbangi dengan air, serta hindari paparan matahari berlebih untuk mencegah dehidrasi.
- Pola hidup sehat untuk tetap fit: atur waktu tidur dan power nap, lakukan olahraga ringan dekat waktu berbuka, atur porsi saat berbuka, kelola stres; praktikkan teknik napas, mandi air dingin, aromaterapi atau earthing untuk menyegarkan tubuh.
Menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan sering kali mendatangkan tantangan fisik tersendiri, terutama munculnya rasa lemas dan kantuk yang dapat menghambat produktivitas harian.
Kondisi tersebut biasanya dipicu oleh perubahan pola makan, hidrasi yang tidak terjadwal, hingga kurangnya kualitas istirahat yang membuat tubuh terasa cepat “drop” sebelum waktu berbuka tiba.
Menyadari hal tersebut, Mamikos pun merangkum beberapa tips dan cara mengatasi lemas saat puasa Ramadan agar tetap fit dan tidak mudah drop di artikel kali ini. 🧕🍽️☪️
Daftar Isi
Daftar Cara Mengatasi Lemas saat Puasa Ramadan agar Tetap Fit

Menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadan adalah kewajiban yang harus ditunaikan seorang muslim dan muslimah. Agar tidak mudah drop dan tetap fit saat menjalani ibadah, kamu perlu tahu bagaimana cara mengatasi lemas saat puasa Ramadan.
Sebab, dengan memahami strategi nutrisi yang tepat dan penyesuaian gaya hidup yang cerdas, kamu bisa tetap tampil bugar, fokus, dan penuh energi sepanjang hari tanpa harus mengorbankan kekhusyukan beribadah.
Di dalam artikel Mamikos kali ini, kamu bakal mengetahui seperti apa saja cara mengatasi lemas saat puasa Ramadan agar nantinya tubuhmu tetap fit dan tidak mudah tumbang.
Mudah Diikuti! Cara Mengatasi Lemas saat Ibadah Puasa
Berikut ini sudah Mamikos rangkum beberapa cara mengatasi lemas saat puasa Ramadan agar tetap fit dan tidak mudah sakit yang dapat dengan mudah kamu ikuti:
1. Jangan Melewatkan Sahur
Bersantap sahur berfungsi sebagai kompensasi atas waktu makan siang yang hilang. Secara biologis, saat kamu melewatkan sahur, tubuh akan terpaksa mengambil cadangan energi dari lemak dan otot lebih awal.
Jika hal itu dibiarkan, keton dalam darah yang menyebabkan bau mulut, sakit kepala, dan kelelahan ekstrem akan terpicu secara otomatis. Sahur merupakan kunci untuk menjaga metabolisme tetap berjalan normal meski frekuensi makan berkurang.
2. Fokus pada Karbohidrat Kompleks
Karbohidrat kompleks memiliki indeks glikemik rendah, yang berarti molekul gulanya dipecah dan diserap ke dalam aliran darah secara pelan dan konstan.
Berbeda dengan nasi putih atau roti tawar yang cepat membuat tubuh merasa lapar, makanan seperti nasi merah atau kentang justru memberikan pasokan glukosa yang stabil untuk otak dan otot selama berjam-jam, sehingga kamu bisa terhindar dari rasa lemas di siang bolong.
3. Cukupi Kebutuhan Protein Harian
Protein memiliki efek termik yang tinggi dan memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna dibandingkan nutrisi lainnya, sehingga memberikan rasa kenyang yang lebih lama dan awet.
Tak hanya itu saja, asupan protein yang cukup saat makan menu sahur dan berbuka berfungsi untuk mencegah penyusutan massa otot selama menjalani ibadah puasa.
Dengan otot yang tetap terjaga, metabolisme tubuh akan tetap tinggi dan kamu tidak akan merasa lunglai atau kehilangan tenaga saat menjalani aktivitas sehari-hari.
4. Wajib Menerapkan Rumus Hidrasi 2-4-2
Tubuh manusia terdiri dari sekitar 60% air, dan penurunan cairan sebesar 2% saja mampu menurunkan konsentrasi dan kekuatan fisik secara drastis.
Dengan membagi asupan air (2 gelas saat berbuka untuk hidrasi awal, 4 gelas malam hari untuk pengisian cadangan, dan 2 gelas saat makan sahur untuk persiapan), kamu sedang memastikan volume darah tetap stabil dan ginjal bekerja optimal tanpa harus membebani pencernaan dalam satu waktu.
5. Hindari Kafein Berlebihan
Kafein bersifat diuretik yang merangsang ginjal untuk mengeluarkan lebih banyak natrium ke dalam urine, yang menarik air ikut keluar.
Jika kamu meminum kopi secara berlebihan saat santap sahur, tubuh akan lebih cepat kehilangan cairan melalui urin sebelum siang hari tiba, yang mempercepat risiko dehidrasi.
Mamikos sarankan batasi konsumsi kafein harian atau pastikan setiap gelas kopi dibarengi dengan dua gelas air putih ekstra.
6. Konsumsi Sayur dan Buah yang Menghidrasi Tubuh
Buah dan sayur dengan kadar air tinggi bukan hanya sumber cairan, tetapi juga kaya akan elektrolit seperti kalium dan magnesium yang penting untuk fungsi saraf dan otot.
Serat alami dalam sayuran mampu memperlambat proses pencernaan, membantu menahan air di dalam usus lebih lama, serta mencegah lonjakan gula darah yang tidak stabil setelah makan.
7. Hindari Makanan Terlalu Manis atau Berlemak saat Sahur
Konsumsi gula sederhana berlebih saat sahur akan memicu lonjakan insulin secara mendadak, yang diikuti dengan penurunan kadar gula darah secara drastis (hypoglycemia) beberapa jam setelahnya.
Hal tersebut sering membuat orang merasa sangat lemas dan mengantuk padahal masih pukul 10 atau 11 pagi. Sementara itu, makanan berlemak tinggi (gorengan) akan memperlambat pengosongan lambung yang dapat memicu asam lambung naik selama berpuasa.
8. Atur Waktu Tidur dengan Bijak
Cara mengatasi lemas saat puasa ramadan berikutnya adalah mengatur waktu istirahat/tidur dengan lebih bijaksana. Kualitas tidur sangat memengaruhi hormon ghrelin (pemicu lapar) dan leptin (pemicu kenyang).
Jika kamu kurang tidur karena terjaga hingga larut malam, hormon lapar justru akan meningkat, yang bisa membuat puasa terasa jauh lebih berat keesokan harinya.
Mengambil waktu tidur singkat atau power nap di siang hari justru dapat menurunkan kadar kortisol (hormon stres) dan memberikan kesegaran instan pada sistem saraf pusat.
9. Tetap Lakukan Olahraga Ringan
Masih di daftar cara mengatasi lemas saat puasa Ramadan, Mamikos sarankan untuk tetap berolahraga secara ringan. Sebab berolahraga saat puasa justru membantu melancarkan peredaran oksigen ke seluruh tubuh dan otak.
Hal tersebut secara alami mampu mengusir rasa kantuk dan lemas. Kuncinya adalah pada intensitas dan waktu; lakukan latihan beban ringan atau peregangan di sore hari mendekati waktu berbuka agar cairan yang hilang bisa segera diganti.
Aktivitas fisik ringan tersebut juga akan menjaga agar sendi dan otot tidak kaku akibat terlalu banyak berbaring.
10. Perhatikan Porsi saat Berbuka
Ketika perut dalam keadaan kosong selama belasan jam, sistem pencernaan masuk ke mode istirahat. Mengisinya langsung dengan porsi banyak dan besar justru akan memaksa jantung bekerja ekstra keras memompa darah ke sistem pencernaan.
Hal tersebut dapat mengakibatkan aliran darah ke otak berkurang dan memicu rasa kantuk hebat setelah makan .
Oleh karenanya, berbukalah dengan porsi kecil terlebih dahulu untuk “membangunkan” enzim pencernaan secara pelan-pelan.
11. Mengelola Stres dan Pikiran
Kelelahan saat menjalankan puasa sering kali berakar dari faktor psikologis atausugesti pikiran bahwa “puasa itu melemaskan”. Dengan menjaga manajemen stres dan tetap aktif secara mental, tubuh akan melepaskan hormon endorfin yang membantu meningkatkan ambang toleransi terhadap rasa lapar dan haus.
Fokuskan pada niat puasa dan rutinitas harian yang produktif. Sebab hal tersebut dapat membuat waktu terasa berjalan lebih cepat dan tubuh terasa jauh lebih ringan.
12. Mandi Air Dingin pada Siang Hari
Saat menjalani puasa, suhu inti tubuh cenderung meningkat karena dehidrasi ringan, yang sering kali memicu rasa kantuk dan lemas (efek fatigue).
Mandi dengan air dingin atau sekadar membasuh wajah dan leher dengan air es dapat memberikan efek kejutan termal yang memicu pelepasan hormon adrenalin.
Hal ini juga secara instan meningkatkan detak jantung dan aliran oksigen ke otak, sehingga kamu merasa lebih segar dan tetap waspada.
13. Praktikkan Teknik Pernapasan Dalam
Rasa lemas saat menjalani puasa sering kali disebabkan oleh kurangnya pasokan oksigen ke otak akibat postur tubuh yang membungkuk karena lemas.
Oleh karenanya, cara mengatasi lemas saat puasa Ramadan adalah dengan mempraktikkan teknik pernapasan perut.
Caranya: Tarik napas dalam melalui hidung selama 4 detik, tahan 4 detik, dan buang perlahan selama 8 detik.
Teknik satu ini membantu menurunkan kadar kortisol (hormon stres) dan meningkatkan saturasi oksigen dalam darah, yang secara alami memberikan suntikan energi tanpa perlu kalori.
14. Gunakan Aromaterapi yang Segar
Indra penciuman terhubung langsung dengan bagian otak yang mengatur emosi dan energi. Gunakan minyak esensial atau diffuser dengan aroma menyebarkan yang telah terbukti secara ilmiah dapat mengurangi kelelahan mental dan meningkatkan konsentrasi.
15. Lakukan Earthing atau Jalan Tanpa Alas Kaki
Jika memungkinkan, cobalah berjalan tanpa alas kaki di atas rumput atau tanah (earthing) selama beberapa menit saja. Secara biofisika, berkontak langsung dengan bumi dapat membantu menetralkan radikal bebas dalam tubuh dan memperbaiki sirkulasi darah.
Cara mengatasi lemas saat puasa Ramadan satu ini dapat memberikan efek relaksasi sekaligus menyegarkan sistem saraf yang tegang karena menahan lapar dan haus.
16. Hindari Paparan Matahari Berlebih
Sinar matahari langsung mempercepat proses penguapan cairan tubuh melalui pori-pori kulit (perspirasi), meskipun kamu tidak merasa berkeringat deras.
Jika kamu banyak beraktivitas di luar ruangan, carilah tempat yang teduh atau gunakan pelindung seperti payung dan topi. Menjaga suhu tubuh tetap sejuk jadi cara mengatasi lemas saat puasa Ramadan yang efektif.
17. Mengonsumsi Madu dan Kurma dalam Jumlah Ganjil saat Sahur
Madu mengandung kombinasi glukosa dan fruktosa yang unik. Glukosa memberikan energi instan, sementara fruktosa diserap lebih lambat sebagai energi cadangan.
Mengombinasikannya dengan kurma (yang kaya akan kalium) saat makan sahur akan membantu menjaga keseimbangan elektrolit dan mencegah kram otot atau lemas yang disebabkan ketidakseimbangan mineral selama menjalani puasa.
Penutup
Kunci utama dalam menjalani ibadah puasa dengan penuh stamina dan kekhusyukan terletak pada keseimbangan antara pola makan yang bergizi, hidrasi yang terjadwal, dan manajemen istirahat yang benar dan disiplin. 🕌🍉
Dengan menerapkan strategi yang telah Mamikos paparkan di atas, kamu tidak hanya menjaga raga tetap bugar, tetapi juga memastikan produktivitas harian tetap optimal.
Ingatlah bahwa kondisi fisik yang prima akan membantu kamu menjalankan ibadah dengan lebih khidmat dan bermakna tanpa terhalang oleh rasa lemas berlebihan yang bisa mengganggu ibadah.
Referensi:
Badan Terasa Lemas di Bulan Puasa? Ini 5 Cara Ampuh Mengatasinya [Daring]. Tautan: https://www.halodoc.com/artikel/badan-terasa-lemas-di-bulan-puasa-ini-5-cara-ampuh-mengatasinya?srsltid=AfmBOoroLHXxwDFUQ7NNf_oQtNQE5rUblg-E26pBGn4N1vdVPUd8VZTZ
Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:
Kost Jogja Murah
Kost Jakarta Murah
Kost Bandung Murah
Kost Denpasar Bali Murah
Kost Surabaya Murah
Kost Semarang Murah
Kost Malang Murah
Kost Solo Murah
Kost Bekasi Murah
Kost Medan Murah




