5 Cara Menghitung Harga Wajar Saham untuk Investasi dan Contohnya
Kalau kamu tidak mau merugi saat berinvesatsi melalui saham, maka harus menyimak artikel Mamikos kali ini.
Contoh Perhitungan
Misalkan sebuah perusahaan memiliki:
- PER saat ini: 15
- Pertumbuhan laba tahunan: 20%
Langkah perhitungan:
PEG = PER / Pertumbuhan Laba
PEG = 15 / 20
PEG = 0,75
Hasil PEG 0,75 menunjukkan harga saham saat ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan laba perusahaan, sehingga menjadi pertimbangan bagi investor untuk membeli saham.
3. Metode Price to Book Value (PBV)
Selanjutnya ada metode Price to Book Value atau PBV, yang merupakan cara menilai harga saham dengan membandingkan harga saham saat ini dengan nilai buku perusahaan per lembar saham. Nilai buku sendiri dihitung dari total aset perusahaan dikurangi total kewajiban.
Metode ini sering digunakan oleh investor yang fokus pada nilai intrinsik perusahaan. PBV akan membantu melihat apakah harga saham saat ini sudah mencerminkan nilai aset yang dimiliki perusahaan.
Selain itu, saham perusahaan yang sedang dalam tahap pemulihan atau belum menghasilkan laba tetap bisa dianalisis menggunakan PBV, lho.
Rumus PBV:
PBV = Harga Saham / Nilai Buku per Saham
Contoh Perhitungan
Misalkan sebuah perusahaan memiliki:
- Harga saham saat ini: Rp 5.000
- Nilai buku per saham: Rp 4.000
Langkah perhitungan:
PBV = 5.000 / 4.000
PBV = 1,25
Hasil PBV 1,25 menunjukkan harga saham saat ini sedikit lebih tinggi dibandingkan nilai aset perusahaan per saham, sehingga investor bisa mempertimbangkan apakah saham tersebut layak dibeli atau menunggu harga lebih sesuai dengan nilai buku.
4. Metode Dividend Yield (DY)
Dividend Yield atau DY digunakan untuk menghitung persentase dividen yang diterima investor dari harga saham. Metode yang satu ini membantu investor menilai seberapa besar keuntungan dari dividen dibandingkan dengan harga saham saat ini.
Rumus Dividend Yield:
DY (%) = Dividen per Saham / Harga Saham x 100%
Contoh Perhitungan
Misalkan sebuah perusahaan membagikan dividen sebesar Rp 200 per lembar saham, dan harga saham saat ini adalah Rp 4.000 per lembar.
DY = 200 / 4.000 x 100%
DY = 5%
Artinya, investor akan menerima dividen sebesar 5% dari harga saham setiap tahunnya. Semakin tinggi Dividend Yield, semakin besar keuntungan yang diperoleh dari dividen, sehingga metode ini cocok untuk investor yang fokus pada pendapatan pasif dari dividen.
5. Metode Price to Earning Ratio (PER)
Metode Price to Earning Ratio (PER) adalah cara menilai harga wajar saham dengan membandingkan harga saham per lembar dengan laba bersih perusahaan per saham (EPS). EPS sendiri dihitung dari laba bersih perusahaan dibagi jumlah saham yang beredar.
Rumus PER:
PER = Harga Saham / EPS
PER menunjukkan berapa banyak investor membayar untuk setiap unit laba yang dihasilkan perusahaan. Semakin tinggi PER, artinya investor membayar lebih untuk setiap rupiah laba, sedangkan PER yang lebih rendah menunjukkan harga saham relatif lebih terjangkau dibanding laba yang dihasilkan.
Untuk menilai apakah harga saham wajar, PER sebuah perusahaan sebaiknya dibandingkan dengan PER rata-rata perusahaan lain di industri yang sama.
Contoh Perhitungan
Misalkan sebuah perusahaan memiliki:
- Harga saham: Rp 12.000
- Laba bersih: Rp 6 miliar
- Jumlah saham beredar: 2 juta lembar
Langkah 1 – Hitung EPS:
EPS = 6.000.000.000 / 2.000.000
EPS = Rp 3.000 per saham
Langkah 2 – Hitung PER:
PER = 12.000 / 3.000
PER = 4
Jika rata-rata PER perusahaan lain di industri sama adalah 6, maka harga saham perusahaan ini lebih rendah dibanding rata-rata industri, sehingga bisa dipertimbangkan sebagai harga yang lebih terjangkau dibanding laba yang dihasilkan.
Cara Menghitung Harga Saham Per Lembar
Setelah memahami berbagai metode untuk menghitung harga wajar saham, sebagai investor, kamu juga perlu mengetahui harga saham per lembar.
Harga saham per lembar adalah nilai nominal saham yang biasanya dicatat di pasar, yaitu harga satu unit saham yang diperdagangkan.
Mengetahui harga per lembar akan membantumu sebagai investor untuk memahami berapa biaya untuk membeli satu saham dan mempermudah perhitungan jumlah saham yang bisa dibeli sesuai modal.
Rumus sederhana:
Harga Saham per Lembar = Modal / Jumlah Saham yang Diterbitkan
Contoh Perhitungan
Misalkan sebuah perusahaan memiliki:
- Modal ditempatkan: Rp 10.000.000.000
- Jumlah saham yang diterbitkan: 2.000.000 lembar
Langkah perhitungan:
Harga Saham per Lembar = 10.000.000.000 / 2.000.000
Harga Saham per Lembar = Rp 5.000
Artinya, setiap lembar saham perusahaan bernilai Rp 5.000. Jika investor ingin membeli 100 lembar saham, maka total biayanya adalah Rp 500.000.
Halaman:

