Cara Menghitung Persen Bunga Pinjaman per Bulan beserta Contoh Kasusnya
Mengetahui cara menghitung persen bunga pinjaman per bulan sangat penting untuk memudahkan kamu dalam pengaturan budget selama jangka waktu kredit sehingga angsuran lancar.
Contoh Kasus Bunga Tetap
Selanjutnya, perhatikan kasus berikut agar kamu bisa lebih memahami cara menghitung persen bunga pinjaman per bulan ketika mengajukan pinjaman:
Bu Anwar meminjam uang sebanyak Rp120.000.000 pada Bank Cemerlang sebagai modal memulai bisnis fashion. Bank tersebut membebankan jumlah angsuran sebesar Rp11.000.000 per bulan selama 1 tahun. Maka, langkah penghitungannya sebagai berikut:
Total pinjaman = Rp120.000.000
Angsuran per bulan = Rp11.000.000
Tenor = 1 tahun atau 12 bulan
Total angsuran = Rp132.000.000
Persentase bunga pinjamannya menjadi
(132.000.000 โ 120.000.000) 120.000.000 x 100% = 10%
Jadi, sudah bisa diketahui bahwa persentase bunga yang dibebankan oleh Bank Cemerlang kepada Bu Anwar sebesar 10%.
Contoh kasus yang lain. Seorang nasabah mendapatkan pinjaman sebesar Rp240.000.000. Jumlah cicilan pokok yang ditetapkan yaitu Rp15.000.000 per bulan dalam jangka waktu 16 bulan. Penghitungannya sebagai berikut:
Pokok pinjaman = Rp240.000.000
Cicilan per bulan = Rp15.000.000
Tenor = 16 bulan
Total cicilan = Rp255.000.000
Persentase bunganya adalah:
(255.000.000 โ 240.000.000) 240.000.000 x 100% = 6,25%
Dengan demikian, bisa diketahui bahwa suku bunga yang ditetapkan sebesar 6,25%
Contoh Kasus Bunga Anuitas

Advertisement
Pinjaman bank yang didapatkan oleh nasabah A sebanyak 120 juta rupiah dengan tenor selama 10 tahun. Suku bunga yang diberlakukan oleh bank tersebut sebesar 11% dalam 1 tahun. Lalu, bagaimana penghitungannya?
Pertama, kamu perlu mengetahui besaran cicilan setiap bulannya. Rumus yang digunakan untuk menghitung yakni:
P x (i/12) (1-(1+(i/12)-t)
Simbol P merujuk pada jumlah pinjaman, I merujuk pada bunga dalam setahun dan t merupakan tenor pembayaran.
120.000.000 x (11%/12) (1-(1+(1/12)-10)
1.653.000. Jadi, diketahui bahwa angsuran per bulan yang harus dibayar sebanyak Rp1.653.000
Selanjutnya, masuk ke penghitungan besaran bunga yang harus dibayarkan setiap bulannya:
Cicilan bunga bulan pertama:
120.000.000 x 11% 12 = 1.100.000
Cicilan bunga bulan kedua:
119.446.999 x 11% 12 = 1.094.930
Cicilan bunga bulan ketiga:
118.888.930 x 11% 12 = 1.089.815
Kamu bisa meneruskan penghitungan sampai tenor pembayaran habis.
Kemudian, berapa jumlah cicilan pokok yang ditanggung oleh nasabah A setiap bulannya? Berikut cara menghitungnya:
Cicilan pokok bulan pertama:
1.653.000 โ 1.100.000 = 553.000
Cicilan pokok bulan kedua:
1.653.000 โ 1.094.930 = 558.069
Cicilan pokok bulan ketiga:
1.653.000 โ 1.089.815 = 563.184
Seterusnya kamu bisa menghitung sendiri berdasarkan pola yang sama sampai angsuran lunas.
Contoh Kasus Bunga Mengambang
Cara menghitung persen bunga pinjaman per bulan dengan skema floating rate biasanya menggunakan penghitungan bunga efektif dan anuitas. Perhatikan contoh penghitungan dengan skema bunga efektif berikut ini:
Seorang nasabah mengajukan KPR ke bank dengan skema floating rate. Pokok pinjaman yang disetujui sebesar Rp360.000.000 dalam jangka waktu 180 bulan atau 15 tahun. Suku bunga pada tahun pertama sebesar 10% sedangkan pada tahun kedua sebesar 12%.
Rumus yang dipakai untuk menghitung cicilan pokok yakni:
Total pinjaman tenor (dalam satuan bulan)
Rumus untuk menghitung angsuran bunga yaitu:
Saldo pinjaman di bulan sebelumnya x jumlah suku bunga x (30/360)
Berikut cara menghitung angsuran pokok pada bulan pertama di tahun pertama:
360.000.000 180 = 2.000.000
Selanjutnya, penghitungan angsuran bunga pada bulan pertama di tahun pertama yakni:
360.000.000 x 10% x (30/360) = 3.000.000
Jadi, jumlah angsuran yang harus dibayarkan sebesar Rp5.000.000
Kemudian, simulasi penghitungan untuk bulan kedua di tahun pertama yakni:
Cicilan pokok = 360.000.000 180 = 2.000.000
Angsuran bunganya sebesar:
358.000.000 x 10% x (30/360) = 2.983.333
Dengan mengetahui cara menghitung persen bunga pinjaman per bulan, kamu bisa melakukan simulasi sendiri sebelum mengajukan pinjaman ke bank. Gambaran tersebut berguna untuk memudahkan dalam pengelolaan uang sehingga kamu terhindar dari kredit macet.