Advertisement
Source : Canva/@piman-khrutmuangs-images

Cara Menghitung Weton Jawa untuk Menikah dan Arti Hasilnya Dilengkapi Contoh Perhitungannya

Dalam kepercayaan Jawa, sebelum melangsungkan sebuah acara sakral seperti pernikahan, kita harus menghitung terlebih dahulu weton kedua calon mempelai. Tidak sembarangan, weton tersebut harus dihitung oleh orang yang sudah pakar.

30 Oktober 2025 Nana

Meski sudah modern dan semuanya serba canggih, namun berdasarkan kepercayaan orang Jawa, apabila hendak melangsungkan acara pernikahan, maka weton kedua calon mempelai harus dihitung terlebih dahulu.

Tidak bisa sembarangan juga, sebab weton tersebut harus dihitung dengan benar dan oleh orang yang sudah pakar.

Jika kamu ingin belajar bagaimana cara menghitung weton tersebut, maka simak terus informasi terkini Mamikos hanya di artikel ini. 🔎📅✨

Belajar Cara Menghitung Weton Jawa Sebelum Menikah

Cara Menghitung Weton Jawa
Canva/@piman-khrutmuangs-images

Seperti yang sudah Mamikos sebut di atas bahwa sebelum melangsungkan pernikahan, seseorang harus melakukan perhitungan wetonnya terlebih dahulu.

Meskipun semua hari dalam kalender kita baik, namun dengan menghitung weton diyakini dapat memberikan keberuntungan yang tak putus kepada kedua calon mempelai.

Jadi, langsung saja mari kita belajar bagaimana cara menghitung weton Jawa tersebut. Tapi bukan informasi itu saja, lho yang bisa kamu ketahui. Info menarik lainnya terkait pengantin jawa hingga bagaimana cara mengetahui weton seseorang juga ada.

Cara Hitung Weton Jodoh Sesuai Tanggal Lahir Menurut Primbon Jawa

Mengenal Istilah Weton dan Kegunaannya

Sebelum masuk pada pembahasan utama, mari kenali dahulu apa makna sebenarnya dari weton.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia daring, Weton merupakan hari lahir seseorang dengan pasarannya. Pasarannya di sini adalah Legi, Paing, Pon, Wage dan Kliwon.

Weton tersebut lalu akan dipakai untuk mengetahui bagaimana gambaran kehidupan seseorang. Dalam poin ini adalah calon kedua mempelai yang hendak melangsungkan pernikahan.

Mungkin masih belum banyak yang mengetahui bahwa pandangan masyarakat Jawa masih meyakini bahwa setiap manusia yang lahir ke dunia datang dengan potensi energi masing-masing.

Energi tersebut yang kemudian akan tampak atau tergambar dari watak seseorang. Untuk bisa mengetahuinya, kamu perlu menjumlahkan weton. Sistem perhitungan weton juga bisa dipakai untuk menentukan sebuah pilihan, masa tanam hingga panen, nasib sampai jodoh.

Tidak sedikit orang yang mengaku hubungan cinta mereka kandas karena weton yang tak sejalan. Ada juga yang beranggapan ada beberapa weton yang bahkan tidak boleh menikah.

Makanya sejak itu, banyak yang mempercayai kecocokan pasangan hitungan weton jawa sangat penting sebelum melangsungkan pernikahan.

Siklus Hari Pasaran dalam Penanggalan Jawa

Dalam sistem penanggalan Jawa, dikenal istilah siklus pasaran, yaitu siklus lima hari yang terus berulang. Kelima pasaran tersebut memiliki arti dan simbol tersendiri:

  • Legi: Melambangkan ketenangan, kelembutan, dan kebijaksanaan.
  • Pahing: Menggambarkan semangat tinggi, kerja keras, dan ambisi.
  • Pon: Menandakan kejujuran, keteguhan, serta sikap penuh tanggung jawab.
  • Wage: Simbol kesederhanaan, kesabaran, dan ketekunan.
  • Kliwon: Mencerminkan kekuatan spiritual dan ketajaman batin.

Setiap orang memiliki kombinasi hari (Senin–Minggu) dan pasaran tertentu. Kombinasi inilah yang disebut weton lahir, yang menjadi dasar dalam perhitungan jodoh dan kepribadian seseorang.

Siklus Bulan dalam Penanggalan Jawa

Selain hari dan pasaran, penanggalan Jawa juga mengenal siklus bulan yang disebut Mangsa. Totalnya ada 12 mangsa dalam satu tahun, dan masing-masing memiliki karakter alam tersendiri.

Contohnya:

  • Mangsa Kapitu (sekitar Desember–Januari): musim penghujan, simbol kesuburan dan pembaruan.
  • Mangsa Kasa (sekitar Juni–Juli): masa panen, lambang kemakmuran dan hasil usaha.

Dalam konteks budaya, orang Jawa sering mempertimbangkan Mangsa tertentu untuk melaksanakan pernikahan atau hajatan karena dipercaya membawa berkah dan keseimbangan energi alam.

Siklus Tahun dan Wuku dalam Penanggalan Jawa

Siklus tahun dalam kalender Jawa disebut Windu, yang berlangsung selama delapan tahun dengan nama-nama: Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir.

Selain itu, terdapat Wuku, yaitu siklus 30 minggu (210 hari). Setiap wuku memiliki nama dan makna tersendiri, seperti Sinta, Landep, Wukir, Kurantil, hingga Watugunung.

Wuku digunakan untuk memperkirakan energi spiritual seseorang dan sering dijadikan pelengkap dalam analisis karakter dan kecocokan jodoh. Jadi, perpaduan antara hari, pasaran, bulan, tahun, dan wuku membuat sistem kalender Jawa sangat kaya makna.

Halaman:

Advertisement