Advertisement
Source : Canva/@heykun

Cara Menulis Aksara Jawa beserta Contoh dan Artinya

Kamu mengalami kesulitan dalam belajar menulis aksara Jawa? Coba simak tata caranya di sini agar kamu bisa menulis aksara Jawa.

14 Desember 2025 Mamikos

Mengenal Aksara Jawa dan Ragamnya serta Cara Menulis Aksara Jawa

Aksara Jawa pada bentuk aslinya, dituliskan menggantung yaitu di bawah garis. Penulisan ini sama seperti penulisan aksara Hindi.

Hanacaraka terdiri dari 20 huruf dasar, 8 huruf utama (aksara murda), 8 pasangan huruf utama, 20 huruf pasangan yang memiliki fungsi menutup vokal, serta lima aksara swara.

Selain itu juga terdapat lima aksara rekan beserta pasangannya, beberapa sandhangan yang berfungsi untuk pengatur vokal, tanda baca, huruf khusus, dan tanda pengatur tata penulisan.

Untuk lebih menjelaskan tentang aksara Jawa dan penulisannya, dapat dicermati berikut ini:

1. Huruf Dasar (Aksara Nglegana)

huruf dasar aksara Jawa
gurukecil.com
Kalender Januari 2023 Sampai Desember Lengkap dengan Pasaran Jawa

Nah, yang dimaksud dengan aksara nglegana ini merupakan aksara inti yang berjumlah 20 suku kata.

Aksara ini juga sering disebut dengan Dentawyanjana. Huruf-huruf yang termasuk dalam kategori huruf dasar dalam Aksara Jawa seperti gambar di atas.

2. Huruf Pasangan (Aksara Pasangan)

Huruf Pasangan (Aksara Pasangan)
solo.co.id

Fungsi dari aksara pasangan ini adalah sebagai penekan vokal konsonan yang ada di depannya.

Contohnya adalah, untuk menuliskan “mangan sega” (makan nasi), maka yang diperlukan adalah pasangan huruf “sa” agar huruf “n” pada kata mangan menjadi tidak bersuara.

Bagaimana jika kata tersebut ditulis tanpa pasangan? Jika Anda menulis kata “mangan sega” namun tidak menggunakan pasangan, maka hasilnya akan berbeda makna.

Kata tersebut akan terbaca “manganasega” atau dalam bahasa Indonesia berarti makanlah nasi.

3. Huruf Murda (Aksara Murda)

Huruf Utama (Aksara Murda)
wikimedia.org

Aksara Murda merupakan hasil perkembangan modernisme budaya Jawa, karena sebetulnya aksara murda di zaman dulu tidak ada.

Pada prakteknya, aksara murda ini lebih banyak digunakan pada saat menuliskan awal kalimat, serta sebagai sebuah kata yang menunjukkan nama diri, gelar, kota, lembaga, dan nama lainnya.

Nama-nama tersebut jika dalam bahasa Indonesia akan ditulis menggunakan huruf besar.

4. Huruf Vokal (Aksara Swara)

Huruf Vokal (Aksara Swara)
yosefpedia.com

Aksara swara ini merupakan bentuk vokal utama atau huruf hidup. Huruf ini terdiri dari A, I, U, E, O yang terdapat dalam kalimat.

Biasanya, aksara ini digunakan pada awal kalimat atau nama-nama yang mengharuskan huruf awalnya menggunakan huruf besar.

5. Huruf Tambahan (Aksara Rekan)

Youtube/Dee Santuy

Sesuai dengan namanya ‘rekan’, aksara ini juga termasuk pengembangan aksara Jawa untuk mengakomodir huruf-huruf alphabet yang belum tercakup dalam aksara Jawa.

Pengertian dari aksara rekan ini adalah aksara atau huruf yang berasal dari kata serapan bahasa asing.

Contohnya adalah huruf kh, f, dz, z, dan gh. Apabila dalam menuliskan kata terdapat huruf serapan ini, maka Anda bisa menggunakan aksara rekan untuk menulisnya.

Halaman:

Advertisement