Rahasia! 7 Cara Orang Kaya Memutar Uang yang bisa Kamu Tiru, Siap-siap jadi Sultan!
Tahukah kamu bahwa menabung tidak membuat uang kita bertambah berkali kali lipat? Itulah sebabnya banyak orang kaya yang berusaha keras untuk memutar uang demi mencapai kekayaan.
Rahasia! 7 Cara Orang Kaya Memutar Uang yang bisa Kamu Tiru, Siap-siap jadi Sultan! β Mungkin sering terlintas di benakmu, kenapa orang kaya bisa semakin kaya? Jawabannya bukan karena mereka terus bekerja lebih keras, namun mereka tahu bagaimana harus memutar uang.
Sementara, kebanyakan orang mungkin hanya terfokus pada menabung saja. Orang kaya justru memiliki keinginan kuat untuk membuat uangnya terus berputar dan bekerja untuk mereka.
Dalam artikel ini, kamu bisa temukan beberapa cara orang kaya memutar uang yang mungkin saja bisa kamu tiru. π€π°
Daftar Isi
- Berikut Deretan Cara Orang Kaya Memutar Uang yang bisa Kamu Tiru
- 1. Investasi di Aset Produktif, Bukan Konsumtif
- 2. Manfaatkan Leverage Secara Cerdas
- 3. Diversifikasi Portofolio dan Lokasi Aset
- 4. Membangun Multiple Streams of Income
- 5. Memiliki atau Membangun Bisnis Sendiri
- 6. Menggunakan Holding Company dan Optimasi Pajak
- 7. Memiliki Mindset Panjang dan Ambil Peluang Saat Orang Takut
- Penutup
Berikut Deretan Cara Orang Kaya Memutar Uang yang bisa Kamu Tiru

Jika kebanyakan orang hanya fokus pada menabung, orang kaya justru malah ingin membuat uangnya terus berputar dan bekerja untuk mereka.
Nah, dalam artikel berikut kamu bisa temukan cara orang kaya memutar uang mereka berdasarkan prinsip finansial modern dan strategi yang bisa kamu tiru, bahkan dengan modal kecil.
Tentunya cara-cara ini tidak hanya sekedar teori saja, namun praktik nyata yang diterapkan oleh para miliarder dan investor sukses di seluruh dunia.
Yuk, berikut cara orang kaya mengoptimalkan uang mereka yang Mamikos kutip dari laman indodax.com dan bisa jadi referensi kamu.
1. Investasi di Aset Produktif, Bukan Konsumtif
Umumnya, orang kaya mempunyai pemahaman bahwa uang yang mereka miliki tidak hanya untuk disimpan dalam tabungan saja karena bisa kehilangan nilainya akibat inflasi.
Mereka juga dapat memahami perbedaan mendasar yang banyak orang tidak sadari antara aset produktif dan konsumtif.
Aset produktif merupakan aset yang menghasilkan arus kas atau tumbuh nilainya dari waktu ke waktu.
Nah, mayoritas orang kaya menempatkan kekayaan mereka pada properti yang menghasilkan sewa, cryptocurrency yang memiliki utilitas nyata, saham perusahaan berkualitas, hingga bisnis yang menghasilkan pendapatan secara konsisten.
Jika ingin mengikuti jejak orang kaya, kamu bisa memulai dengan membeli reksa dana atau ETF (Exchange-Traded Fund) yang memberikan kamu akses ke berbagai saham berkualitas dengan modal yang relatif kecil.
Atau, kamu bisa berinvestasi pada properti melalui platform crowdfunding properti yang memungkinkan kamu mempunyai sebagian kecil dari properti komersial bernilai tinggi.
Berinvestasi di aset produktif tak hanya tentang diversifikasi, namun juga tentang membuat uang kamu lebih bekerja lebih keras.
2. Manfaatkan Leverage Secara Cerdas
Salah satu rahasia orang kaya yang jarang dibahas adalah bagaimana mereka menggunakan leverage (utang strategis) guna membangun kekayaan mereka secara eksponensial.
Perlu dicatat bahwa ini bukan tentang berhutang untuk membeli barang konsumtif, ya. Melainkan menggunakan dana pihak ketiga untuk mengakuisisi aset yang menghasilkan.
Leverage artinya menggunakan uang pihak ketiga (pinjaman bank, investor, atau bahkan kartu kredit bisnis) untuk membeli aset yang nilainya naik atau menghasilkan pendapatan.
Misalnya, daripada membeli properti senilai Rp1 miliar secara tunai, orang kaya lebih memilih membayar uang muka Rp200 juta dan meminjam Rp800 juta dari bank. Dengan cara ini, mereka bisa mengakuisisi tiga properti senilai total Rp3 miliar dengan modal Rp900 juta.
Dalam skala lebih kecil, kamu mungkin bisa memanfaatkan KPR untuk membeli properti yang disewakan, di mana penghasilan sewa idealnya menutup cicilan bulanan sambil membangun ekuitas.
Atau kamu bisa memanfaatkan platform margin trading untuk investasi saham yang dikelola dengan disiplin ketat. Namun, leverage bisa menjadi pedang bermata dua jika tidak digunakan dengan bijak, ya.
Halaman:

