Advertisement
Source : mtsn4sda.sch.id

Cerita Asal Usul Sejarah Banyuwangi Jawa Timur Singkat dan Lengkap

Penasaran dengan cerita asal usul terjadinya Banyuwangi? Dapatkan kisah lengkapnya di dalam artikel berikut ini.

4 Oktober 2024 Fajar Laksana

Bagian 2 – Muslihat Prabu Sulahkromo

Pada suatu hari, Prabu Sulahkromo memanggil Patih Sidopekso ke istana dengan tujuan untuk memberikan suatu perintah.

“Patih, aku ingin mengutusmu pergi ke negeri seberang untuk urusan kerajaan yang sangat penting. Kau harus segera berangkat,” ujar Prabu dengan nada memerintah.

Sebagai seorang patih yang tunduk dan setia, Patih Sidopekso mengiyakan perintah dari Prabu Sulahkromo.

Patih Sidopekso sama sekali tidak mencurigai niat jahat Prabu Sulahkromo, dia menerima perintah itu dengan penuh tanggung jawab.

“Inggih, ndika ngaturaken dhawuh, Kanjeng Prabu. Kula siap,” jawab Patih Sidopekso dalam Bahasa Jawa sembari menghormat.

Tak berselang lama Patih Sidopekso akhirnya berangkat. Sebelum berangkat, Patih Sidopekso berpamitan terlebih dahulu pada istrinya, Sri Tanjung, 

Ketika Patih Sidopekso sudah benar-benar pergi meninggalkan Blambangan, Prabu Sulahkromo menjalankan rencananya untuk mendekati Sri Tanjung. 

Namun, Sri Tanjung, yang setia pada suaminya, menolak semua ajakan dan bujukan sang raja.

“Kula niki garwanipun tiyang, garwanipun Patih Blambangan, Patih Penjengan, Kanjeng Prabu! Kula mboten saged nindakaken perkawis ingkang boten leres kados mekaten!” seru Sri Tanjung dengan tegas.

Merasa marah dan malu akibat ditolak, Prabu Sulahkromo akhirnya menyusun rencana licik untuk menghancurkan hubungan antara Patih Sidopekso dan Sri Tanjung.

Bagian 3 – Rencana Licik Prabu Sulahkromo

Sebab ditolak mentah-mentah oleh Sri Tanjung, Prabu Sulahkromo menjalankan rencana liciknya untuk menghancurkan pernikahan Sri Tanjung dengan Patih Sidopekso.

Ketika Patih Sidopekso kembali dari perjalanannya, Prabu Sulahkromo berpura-pura menyambutnya dengan wajah penuh amarah sembari melemparkan hasutan.

4 Contoh Cerita Fantasi Dongeng yang Menarik Penuh Pesan Moral, Cocok untuk Anak-anak

“Patih! Selama kau pergi, istrimu telah berkhianat padamu! Sri Tanjung tidak setia! Dia berusaha mendekatiku, ingin menjadi istriku!” seru Prabu Sulahkromo dengan suara tinggi, berusaha menyembunyikan kebohongannya.

Patih Sidopekso terkejut mendengar tuduhan tersebut. Rasa cintanya yang begitu dalam kepada Sri Tanjung membuatnya sulit untuk percaya, tetapi sebagai seorang bawahan yang setia kepada rajanya, ia merasa harus percaya pada sang Prabu.

“Punapa inggih mekaten Kanjeng Prabu? Menawi kados punika kedadosanipun, kula saguh tanggung jawab!”, ujar Patih Sidopekso dengan hati yang dipenuhi keraguan dan amarah.

Patih Sidopekso kemudian memanggil Sri Tanjung untuk menjelaskan tuduhan tersebut. 

Halaman:

Advertisement