Cerita Kos Tjokroaminoto di Surabaya: Rumah Kost yang Jadi Inkubator Pemimpin Bangsa
Jauh sebelum menjadi museum, rumah nomor 29 di Peneleh adalah markas bagi para pemuda kritis. Yuk, simak cerita kos Tjokroaminoto berikut ini.
- Rumah kos HOS Tjokroaminoto di Peneleh, Surabaya, kini menjadi Museum HOS Tjokroaminoto dan telah ditetapkan sebagai cagar budaya sejak 2017.
- Tempat sederhana ini pernah menjadi pusat diskusi para pemuda pergerakan, termasuk Soekarno, Musso, Semaoen, Kartosoewirjo, Tan Malaka, dan Alimin, yang kelak menjadi tokoh penting dalam sejarah Indonesia.
- Tjokroaminoto mendidik mereka lewat kebebasan berpikir, diskusi, bacaan, dan latihan retorika, namun banyak dari muridnya kemudian menempuh jalan politik yang berbeda hingga berakhir tragis.
Surabaya memang memiliki banyak pusat sejarah, salah satunya adalah Museum HOS Tjokroaminoto di kawasan Peneleh yang didirikan untuk menghormati jasa sang Guru Bangsa, Tjokroaminoto.
Namun, tahukah kamu kalau bangunan ini dulunya adalah sebuah rumah kos? Jauh sebelum menjadi museum yang tenang, rumah tersebut merupakan tempat berkumpulnya para pemuda pergerakan.
Di sinilah cerita Kos Tjokroaminoto di Surabaya bermula, sebuah hunian sederhana yang menjadi tempat lahirnya pemikiran besar para calon pemimpin negeri. ๐ก๐ด๐
Daftar Isi
Rumah Milik HOS Tjokroaminoto yang Menjadi Saksi Bisu Pergerakan di Peneleh

Siapa sangka di dalam gang sempit di Jalan Peneleh VII terdapat sebuah bangunan yang telah ditetapkan oleh Pemkot Surabaya sebagai Cagar Budaya sejak tahun 2017. Rumah nomor 29 ini letaknya persis di seberang Jembatan Peneleh, area yang dulu dipergunakan oleh para aktivis yang ingin bergerak tanpa terendus Belanda.
Kala itu, Surabaya memang menjadi magnet kaum terpelajar dan Kampung Peneleh dipilih Tjokroaminoto sebagai basis perjuangan sekaligus rumah bagi para pemuda pergerakan.
Rumahnya begitu sederhana khas arsitektur era kolonial yang berpadu dengan struktur rumah Jawa dua lantai. Lantai bawah digunakan untuk aktivitas keluarga Tjokroaminoto, sementara area loteng disulap menjadi kamar-kamar sederhana untuk para anak kos.
Interiornya pun jauh dari kata mewah, hanya ubin kecil berwarna merah-putih menghiasi lantai dan plafon dari anyaman bambu yang masih terjaga keasliannya. Di ruang tamu dengan meja kayu marmer itulah cerita kos Tjokroaminoto di Surabaya bermula. Di mana gagasan besar tentang bangsa ini lahir di tengah suasana perkampungan yang tenang.
Para Penghuni Peneleh yang Mengubah Sejarah
Diskusi di ruang tamu tersebut tidak hanya berhenti pada sosok Tjokroaminoto saja, tetapi juga melibatkan para pemuda yang menghuni lantai dua rumah ini. Mengutip dari CNN Indonesia, setiap hari selalu ada tamu penting yang datang untuk membicarakan nasib bangsa dan para anak kos sering kali diajak bergabung untuk mendengarkan percakapan tersebut.
Inilah yang membuat cerita kos Tjokroaminoto di Surabaya begitu legendaris, karena di bawah atap yang sama berkumpulah para pemuda yang kelak menjadi Tokoh Bangsa dengan pengaruh besar.
Beberapa sosok yang tercatat sebagai murid Tjokroaminoto selama menetap di Peneleh antara lain:
1. Soekarno
Ia datang untuk bersekolah di HBS Surabaya. Di rumah ini, Soekarno tidak hanya menimba ilmu politik, tetapi juga sangat mengagumi sosok Tjokroaminoto. Kedekatan itulah yang membuat Soekarno menjadi murid kesayangan, bahkan ia sempat menjadi bagian dari keluarga sebagai menantu.
2. Musso dan Semaoen
Dua pemuda ini merupakan penghuni kamar di lantai atas yang banyak mendalami pemikiran tentang perjuangan kelas. Di kemudian hari, mereka muncul sebagai tokoh sentral yang memimpin pergerakan kiri di Indonesia.
3. Kartosoewirjo
Berbeda dengan rekan-rekan satu kosnya, Kartosoewirjo lebih tertarik mendalami sisi agama dan politik Islam. Garis pemikiran yang ia pupuk di Peneleh akhirnya membawanya menjadi pemimpin gerakan Darul Islam (DI/TII).
4. Tan Malaka dan Alimin
Meski tidak selalu menetap lama, mereka sering terlihat mengunjungi rumah kos Tjokroaminoto untuk ikut bertukar pikiran di tengah riuhnya diskusi politik masa itu.
Melihat daftar nama di atas, tampak jelas bahwa rumah di Kampung Peneleh ini merupakan wadah bertemunya berbagai pemikiran. Meskipun di masa depan mereka memilih jalan perjuangan yang saling berseberangan, semua gagasan tersebut awalnya disemai di tempat yang sama.
Sebagaimana yang dicatat oleh Kominfo Jatim, Tjokroaminoto berhasil memberikan kebebasan berpikir bagi murid-muridnya, sehingga dari rumah sederhana ini lahir berbagai ideologi besar yang membentuk sejarah Indonesia.
Cara HOS Tjokroaminoto Mendidik Soekarno & Tokoh Besar Lainnya
Keberhasilan Tjokroaminoto dalam mencetak pemimpin besar tidak terlepas dari metode pendidikan informal yang ia terapkan. Menurut buku biografi Soekarno, Pak Tjokro tidak hanya memberikan tempat berteduh tetapi juga bertindak sebagai mentor intelektual.
Beliau sering kali mengundang murid-muridnya untuk berpartisipasi dalam diskusi meja makan setelah makan malam berakhir. Di sana, mereka bebas berdebat dan menguji pemikiran mengenai strategi perjuangan melawan penjajahan.
Selain diskusi rutin, Tjokroaminoto memberikan kebebasan kepada para anak kos untuk membaca koleksi perpustakaan pribadinya. Dari buku-buku itulah para pemuda ini mengenal berbagai pemikiran dunia. Soekarno muda, misalnya, sering kali menghabiskan waktu malamnya untuk mempelajari teori-teori politik yang sulit didapatkan di sekolah formal kolonial.
Aspek penting lainnya dalam pendidikan di Peneleh adalah pelatihan Retorika. Tjokroaminoto dikenal sebagai orator ulung yang mampu membakar semangat ribuan massa. Kemampuan ini ia turunkan kepada murid-muridnya dengan cara yang unik.
Melansir dari detikEdu, Soekarno sering berlatih pidato di kamarnya yang gelap dengan suara lantang menirukan gaya gurunya. Proses menempa mental dan kemampuan bicara di depan umum inilah yang nantinya menjadi senjata utama para alumni Peneleh dalam menggerakkan rakyat menuju kemerdekaan.
Akhir Cerita Kos Tjokroaminoto di Surabaya dan Nasib Para Penghuni di Era Revolusi
Sangat ironis melihat bagaimana perjalanan hidup para alumni Gang Peneleh ini berakhir. Mereka yang dulunya berbagi tawa, makanan, hingga buku di loteng sempit Pak Tjokro akhirnya harus saling berhadapan sebagai musuh di medan perang.
Sejarah mencatat bahwa persahabatan masa muda mereka hancur demi mempertahankan keyakinan politik masing-masing saat revolusi mencapai puncaknya.
Mengutip dari Sinergi Jatim, Musso yang merupakan kawan dekat Soekarno di masa kos tewas dalam peristiwa pemberontakan PKI Madiun 1948 setelah memimpin perlawanan melawan pemerintah.
Nasib serupa dialami oleh Kartosoewirjo. Sahabat yang dulunya dikenal sangat taat beragama oleh Soekarno itu akhirnya dieksekusi mati pada 1962 setelah memimpin gerakan DI/TII. Keputusan hukuman mati tersebut terpaksa ditandatangani sendiri oleh Soekarno sambil menangis, karena ia harus menghukum mati sahabat masa mudanya demi kedaulatan negara.
Akhir cerita dari para anak kos Tjokroaminoto ini menggambarkan betapa kerasnya pergolakan politik masa itu. Meski mereka dipersatukan oleh satu guru di Surabaya, takdir membawa mereka ke ujung jalan yang berbeda-beda.
Melansir dari Mimbar Umum, kisah ini meninggalkan pelajaran bahwa rumah di Peneleh adalah awal yang melahirkan para tokoh sejarah Indonesia dengan segala dinamikanya. Melalui jejak yang tertinggal di museum, kita bisa mengenang bahwa kemerdekaan ini dirintis oleh orang-orang yang pernah makan di satu meja yang sama.
Penutup
Itulah tadi rangkuman singkat tentang cerita kos Tjokroaminoto di Surabaya yang kini telah berubah fungsi menjadi museum. Meski begitu, kamu tetap bisa menelusuri jejak sejarah bagaimana para tokoh besar Indonesia bertumbuh dan belajar dengan mengunjungi Museum Hos Tjokroaminoto. โ๏ธ
Referensi:
Mengenal Sejarah Bangsa di Moseum HOS Tjokroaminoto Surabaya [Daring]. Tautan: https://kominfo.jatimprov.go.id/berita/mengenal-sejarah-bangsa-di-moseum-hos-tjokroaminoto-surabaya
Jejak Kos Peneleh: Dari Tjokroaminoto ke Semangat Baru Wisata Budaya Surabaya [Daring]. Tautan: https://mimbarumum.co.id/jejak-kos-peneleh-dari-tjokroaminoto-ke-semangat-baru-wisata-budaya-surabaya/
Kos-kosan Tjokroaminoto di Surabaya, Ditempati Soekarno Muda hingga Musso [Daring]. Tautan: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6661926/kos-kosan-tjokroaminoto-di-surabaya-ditempati-soekarno-muda-hingga-musso
Saat Sukarno, Tan Malaka & Musso Kos di Rumah Cokroaminoto [Daring]. Tautan: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210606143844-20-650920/saat-sukarno-tan-malaka-musso-kos-di-rumah-cokroaminoto
Kos-kosan HOS Tjokroaminoto: Perang Ideologi hingga Akhir Tragis di Tangan Sahabat Sendiri. [Daring]. Tautan: https://www.sinergijatim.com/nasional/pr-2864017156/kos-kosan-hos-tjokroaminoto-perang-ideologi-hingga-akhir-tragis-di-tangan-sahabat-sendiri
Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:
Kost Jogja Murah
Kost Jakarta Murah
Kost Bandung Murah
Kost Denpasar Bali Murah
Kost Surabaya Murah
Kost Semarang Murah
Kost Malang Murah
Kost Solo Murah
Kost Bekasi Murah
Kost Medan Murah

