Advertisement
Source : Canva/@leremygan/@monsters-visual

Ringkasan Cerita Nabi Nuh Singkat untuk Anak beserta Mukjizat dan Pesan Moralnya

Kisah Nabi Nuh yang terselamatkan dari banjir bandang dengan kapalnya bisa jadi kisah menarik untuk dibacakan untuk anak. Kisah Nabi Nuh juga memiliki banyak pesan moral untuk diketahui.

27 November 2025 Asrul A

Nabi Nauh dan Kaumnya Membuat Kapal Besar

Setelah menyebarkan ajaran agama Allah pada kaumnya dan tidak berhasil membuat manusia saat itu untuk berhenti menyembah berhala.

Nabi Nuh kemudian memohon dengan berdoa kepada Allah agar para kaumnya diberi hidayah.

Kemudian, Allah memerintahkan agar Nabi Nuh beserta kaumnya yang beriman pada Allah untuk membuat sebuah kapal besar di di sebuah gunung.

Hingga akhirnya Nabi Nuh, dan pengikutnya mengerjakan perintah Allah membuat perahu di sebuah gunung. Mereka mulai menabang pohon yang dibutuhkan untuk membuat kapal.

Akan tetapi kaum Nabi Nuh yang kufur justru mengolok-olok apa yang dikerjakan Nabi Nuh beserta kaumnya.

Tidak hanya menghina, mereka bahkan melemparkan kotoran ke Nabi Nuh dan pengikutnya ketika mereka sedang mengerjakan kapal tersebut.

Setelah kapal selesai dibuat, Nabi Nuh mengajak seluruh pengikutnya untuk masuk ke dalam kapal dan juga seluruh jenis binatang.

Masing-masing binatang yang naik ke kapal berpasangan setiap jenisnya. Nabi Nuh juga membawa benih tumbuhan agar tumbuhan bisa tumbuh di kapal dan hewan tetap bisa berkembang biak.

Setelah Nabi Nuh dan pengikutnya telah berada di dalam kapal, awan pun mulai mendung dan disusul dengan gemuruh halilintar. Akhirnya hujan lebat turun dengan lebat dan tidak kunjung reda selama 3 hari.

Akhirnya banjir bandang mulai terjadi, gunung yang tadinya tempat Nabi Nuh membuat kapal, mulai tenggelam dan kapal mulai terangkat.

Di sekitar gunung pun tidak ada lagi tempat yang aman untuk berlindung dari banjir bandang kecuali di kapal Nabi Nuh.

Hujan deram terus turung dan membanjiri bumi saat itu hingga empat puluh malam.

Kemudian setelah itu, air kembali surut dan Nabi Nuh beserta pengikutnya turun dari kapal untuk membangun kehidupan baru dengan beriman pada Allah.

Kan’an Anak dari Nabi Nuh yang Durhaka

Selain peristiwa banjir bandang, dikisahkan juga keluarga Nabi Nuh yang memiliki empat putra yakni Syam, Khan, Yafits, dan Kan’an.

Ketika banjir bandang terjadi, hampir semua anak Nabi Nuh sudah berada di dalam kapal kecuali kan’an.

Sebab, Kan’an termasuk salah satu orang yang menolak ajaran dari Nabi Nuh yang tidak lain ayahnya sendiri. 

Meski sudah diajak oleh Nabi Nuh, nyatanya Kan’an dengan sombongnya tetap menolak ajakan ayahnya.

Saat banjir bandang terjadi, Kan’an terombang-ambing dan mengapung dengan sebilah kayu.

Nabi Nuh sempat berteriak agar Kan’an naik ke atas kapalnya akan tetapi ia tetap menolak dan berusaha berenang menuju gunung.

Padahal, Nabi Nuh sendiri sudah memberi peringatan bahwa ketika Allah menurunkan azabnya, tidak akan ada yang bisa selamat.

Hingga akhirnya, Kan’an pun tenggelam bersama orang-orang durhaka lainnya.

Ringkasan Kisah Nabi Sulaiman dari Lahir Lengkap

Mukjizat Nabi Nuh

Dari kisah Nabi Nuh, terdapat beberapa Mukjizat yang dimiliki oleh Nabi Nuh diantaranya:

  • Merupakan Nabi yang memiliki gelar ulul azmi sebab kesabrannya dalam memberikan dakwah kepada umatnya meski, yang ikut ajarannya untuk iman kepada Allah hanya beberapa saja.
  • Merupakan Nabi yang memiliki umur panjang hingga 950 tahun
  • Mukjizat Nabi Nuh lainnya yaitu diberi mukjizat untuk membangun kapal yang sangat besar diatas gunung, yang mampu menampung manusia, hewan, dan tumbuhan untuk melewati banjir besar.

Pesan Moral dari Kisah Nabi Nuh

Dari kisah Nabi Nuh, ada beberapa pesan moral yang bisa dijadikan pedoman hidup untuk manusia. diantaranya:

1. Senantiasa Sabar dan Tabah di Jalan Allah

Nabi Nuh melakukan dakwah kepada kaumnya yang kufur dan zalim hingga 950 tahun dengan penuh kesabaran dan ketabahan, meski sering kali ditolak bahkan dihina beliau tetap sabar dalam menjalankan perintah Allah. Berkat kesabarannya jugalah beliau diberi gelar sebagai ulul azmi.

Halaman:

Advertisement