Contoh Cerita tentang Pengalaman Mengikuti MPLS Singkat dan Menarik
Jika kamu ingin mencari contoh cerita pengalaman menarik pada waktu mengikuti MPLS, temukan contohnya dengan membaca artikel ini sampai selesai.
Bagi kamu yang pertama kali masuk sekolah di jenjang pendidikan SMP atau SMA/SMK.
Sebelum mendapat pelajaran, biasanya akan diawali dengan serangkaian kegiatan MPLS. Selain mendapat pengetahuan mengenai segala sesuatu tentang yang ada di sekolah tempat kamu melanjutkan pendidikan.
Biasanya pada waktu mengikuti MPLS ini kamu akan diminta untuk membuat sebuah karangan yang berisi tentang pengalaman selama mengikuti MPLS. 📖😊✨
Daftar Isi
Contoh Cerita tentang Pengalaman Mengikuti MPLS

Jika kamu masih kebingungan pada saat akan membuat cerita tentang pengalaman pribadi mengikuti MPLS.
Di bawah ini kamu akan diberi contoh cerita pengalaman mengikuti MPLS.
Contoh Cerita Tentang Pengalaman Mengikuti MPLS 1
Mengenal Ampo Makanan dari Tanah Liat
Selama mengikuti kegiatan MPLS ada banyak sekali pengetahuan baru yang saya dapatkan.
Selain mendapat teman-teman baru, saya juga mendapat pengetahuan berbagai jenis makanan tradisional yang unik.
Pada waktu itu, kami yang para peserta MPLS diminta untuk membawa makanan khas dari daerahnya masing-masing.
Kebetulan waktu itu ada teman sebangku saya yang bernama Anton membawa jajanan unik.
Ia berasal dari Tuban dan sekolah di sini karena ikut ayahnya yang dipindahtugaskan oleh kantor tempatnya bekerja.
Saya dan teman-teman lain banyak yang membawa jajanan pasar seperti cucur, nagasari, arem-arem, dadar gulung, dan jenang gendul.
Namun, pada waktu itu Anton membawa ampo yang bentuknya mirip sekali dengan coklat stik.
Saat itu saya bertanya kepada Anton terbuat dari bahan apakah ampo yang dibawanya itu.
Saat Anton mengatakan kalau ampo terbuat dari tanah. Kagetlah saya. Awalnya, tentu tidak percaya dan menganggap bahwa yang dikatakan Anton sebatas candaan semata.
Saya baru percaya kalau ampo yang dibawa Anton ini dibuat dari tanah ketika Anton memberi saya satu untuk mencobanya.
Saat memakannya barulah saya percaya kalau ampo itu benar-benar terbuat dari tanah.
Menurut Anton, di daerah Tuban ampo merupakan makanan tradisional yang saat ini keberadaannya sudah sangat langka.
Kata Anton, ampo ini selain bisa digunakan sebagai cemilan juga bisa digunakan sebagai obat tradisional untuk sakit perut.
Meskipun rasanya mirip dengan tanah, tetapi sensasi renyah dari ampo membuat saya penasaran dengan cara membuatnya.
Menurut Anton cara membuat ampo ini sederhana. Hanya dengan memadatkan tanah liat yang sudah dibersihkan dari akar-akar tanaman, kemudian menyeritnya dengan bambu.
Setelah itu hasil seritannya dipanaskan di atas wajan tanah liat yang dipanaskan di atas api.
Kemudian tunggu sekitar 5-10 menit sampai tanah liat mengeras dan jadilah ampo.
Saat Anton menjelaskan mengenai cara pembuatan ampo. Saya sempat bertanya bagaimana cara Anton tahu dan mendapatkan ampo.
Anton mengatakan bahwa neneknya merupakan salah satu pengrajin ampo yang sampai sekarang masih memproduksi ampo.
Selain untuk dikonsumsi, ternyata ampo juga menjadi salah satu perlengkapan untuk beberapa ritual yang hingga sekarang masih lestari di daerah Tuban.
Demikianlah cerita menarik yang saya dapatkan selama mengikuti MPLS. Ternyata MPLS tidak semenyeramkan seperti yang kupikirkan.
Halaman:


