Contoh-Contoh Akulturasi Budaya Islam dengan Budaya Lokal Masyarakat Indonesia

Contoh-Contoh Akulturasi Budaya Islam dengan Budaya Lokal Masyarakat Indonesia – Indonesia merupakan negara dengan pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Itu artinya, islam menjadi agama mayoritas yang banyak dianut oleh masyarakat Indonesia.

Perkembangan Islam di Indonesia tentunya merupakan hal yang menarik untuk dibahas. Dimana, budaya Islam telah banyak yang bercampur atau berakulturasi dengan budaya lokal nusantara.

Akulturasi budaya merupakan hal yang sangat lumrah terjadi hampir di setia negara, termasuk Indonesia. Nah, di bawah ini Mamikos telah menyiakan informasi menarik mengenai contoh-contoh akulturasi budaya Islam dengan budaya lokal masyarakat Indonesia.

Apa Itu Akulturasi Budaya?

Sumber: Penjajakata.com

Kamu mungkin sudah pernah mendengar atau membaca kata akulturasi budaya. Lantas, apa yang dimaksud dengan akulturasi budaya itu?

Sebelum memberikan beberapa contoh akulturasi budaya Islam dengan budaya lokal masyarakat Indonesia.

Untuk pemahaman yang lebih mendalam, Mamikos akan jelaskan terlebih dahulu pengertian dari akulturasi budaya.

Akulturasi budaya adalah ketika dua kebudayaan yang berbeda satu sama lain menyatu atau berpadu menjadi satu kesatuan tanpa menghilangkan ciri khas dari kebudayaan masing-masing.

Secara bahasa, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), akulturasi berarti pencampuran antara dua kebudayaan maupun lebih yang saling bertemu dan mempengaruhi.

Mengutip dari buku Komunikasi Lintas Budaya yang diterbitkan pada tahun 2021 lalu, Wina Puspita Sari dan Menati Fajar Rizki menjelaskan bahwa akulturasi budaya merupakan bersatunya berbagai macam unsur kebudayaan yang berbeda-beda dan kemudian memunculkan suatu kebudayaan yang baru tanpa menyingkirkan atau menghilangkan ciri khas dari kebudayaan yang asli.

Kemudian, menurut Ismet Zainal Effendi dkk dalam bukunya yang berjudul Untaian Budaya Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022, akulturasi budaya itu asalnya dari bahasa Latin yaitu acculturate yang artinya tumbuh serta berkembang bersama.

Hal tersebut berlaku juga dalam konteks budaya, dimana akulturasi budaya adalah ketika dua budaya atau lebih tumbuh sekaligus berkembang secara bersama.

Koentjaraningrat mengartikan akulturasi budaya sebagai suatu proses sosial yang terjadi karena masuknya unsur budaya asing ke suatu kelompok dengan sedemikian rupa dan terus menerus.

Yang kemudian unsur asing tersebut diterima dan diproses menjadi sebuah budaya kelompok tersebut tanpa menghilangkan budaya aslinya itu sendiri.

Dari penjelasan-penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa akulturasi budaya adalah sebuah proses terjadinya percampuran budaya-budaya yang berbeda secara damai dan serasi.

Dimana pencampuran tersebut nantinya akan membentuk sebuah kebudayaan baru tanpa menghilangkan keaslian dari budaya masing-masing.

Artinya, meskipun dua budaya berbeda bertemu, unsur asli dari kebudayaan masing-masing masih akan tetap terjaga.

Akulturasi budaya secara umum biasa terjadi antara masyarakat lokal atau pribumi dengan masyarakat pendatang dari daerah lain.

Namun, pencampuran budaya ini tetap tidak dapat terjadi apabila masyarakat dari budaya lama menolaknya.

Seperti Apa Contoh Akulturasi Budaya Islam dengan Budaya Lokal Masyarakat Indonesia?

Seperti yang sudah Mamikos sebutkan di awal, Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam.

Proses perkembangan agama Islam di Indonesia memiliki sejarah yang sangat panjang, dan tentu saja terjadi akulturasi budaya, dimana kebudayaan Islam bercampur budaya lokal.

Banyak kebudayaan atau kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia saat ini merupakan hasil pencampuran antara nilai-nilai Islam dan nilai-nilai budaya lokal.

Bahkan, beberapa diantaranya mungkin sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Akulturasi budaya Islam dan budaya lokal masyarakat Indonesia terjadi dalam berbagai macam bentuk entah itu dari bangunan atau arsitektur, kesenian, kegiatan sosial, makanan, maupun yang lainnya.

Nah, bagi kamu yang sudah sangat penasaran ingin mengetahui apa saja contoh akulturasi budaya Islam dengan budaya lokal masyarakat Indonesia.

Berikut ini Mamikos berikan daftarnya yang menarik untuk kamu pelajari.

Daftar Contoh Akulturasi Budaya Islam dengan Budaya Lokal Masyarakat Indonesia

1. Wayang 

Contoh akulturasi budaya Islam dengan budaya lokal masyarakat Indonesia adalah kesenian wayang.

Wayang sendiri merupakan kesenian yang sudah ada sejak jaman kerajaan Hindu-Budha di Indonesia. Awalnya, pertunjukan wayang menggunakan cerita brahmana. 

Namun, seiring berkembangnya waktu dan masuknya agama Islam ke Indonesia pada saat itu.

Salah satu tokoh penyebaran Islam Indonesia yaitu Sunan Kalijaga mengadopsi kesenian wayang sebagai sarana penyebaran dakwah ke masyarakat lokal.

Wayang tersebut disebut dengan istilah wayang purwa yang terbuat dari kulit domba. Saat ini, wayang purwa dikenal dengan istilah wayang kulit.

Cerita yang digunakan dalam pertunjukan wayang tersebut kemudian berubah dengan disisipkan ajaran-ajaran agama Islam atau tarekat.

2. Masjid Menara Kudus

Selain kesenian, contoh akulturasi budaya Islam dan budaya lokal masyarakat Indonesia juga terjadi dalam bentuk arsitektur, salah satu contohnya adalah masjid menara kudus yang berada di Kota Kudus.

Menara kudus adalah contoh dari pencampuran antara Islam dengan agama Hindu yang pada jaman dahulu banyak dianut oleh masyarakat Indonesia.

Percampuran budaya ini dapat kita lihat pada bentuk bangunan dan arsitekturnya.

Menara kudus merupakan sebuah masjid yang digunakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Namun, masjid ini dibangun dalam bentuk arsitektur seperti bangunan agama Hindu yang terlihat seperti candi.

Masijid ini dibangun oleh salah satu tokoh wali songo yaitu Sunan Kudus atau Ja’far Shadiq.

3. Kalender Jawa

Selain akulturasi budaya Islam dalam bidang seni dan arsitektur, contoh yang selanjutnya terjadi pada penanggalan atau kalender. Ya, kalender masyarakat suku Jawa merupakan hasil akulturasi dari Islam dan Hindu.

Salah satu wali songo yang sangat berjasa dalam penyebaran agama Islam di Indonesia, khususnya pulau Jawa yaitu Sultan Agung melakukan pergantian nama-nama bulan dalam tahun Saka.

Contohnya seperti bulan Muharram yang diganti menjadi bulan Suro, Ramadhan diganti dengan Pasa, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Penutup

Demikian beberapa contoh akulturasi budaya Islam dengan budaya lokal masyarakat Indonesia. Tentunya masih ada banyak lagi contoh akulturasi budaya yang lainnya.

Sebagai negara mayoritas muslim, perkembangan agama Islam di Indonesia terjadi dalam proses yang sangat panjang.

Para tokoh penyebar agama Islam dahulu berusaha untuk menyebarkan agama Islam melalui akulturasi budaya lokal agar dapat dengan mudah diterima oleh masyarakat.

Sangat menarik bukan bagaimana Islam berkembang di Indonesia dan bercampur dengan kebudayaan setempat?

Sekian informasi yang bisa Mamikos sampaikan mengenai contoh akulturasi budaya Islam dengan budaya lokal masyarakat Indonesia.

Jika kamu ingin mengetahui informasi menarik lainnya. Jangan lupa untuk kunjungi blog Mamikos, ya!


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta