Advertisement
Source : pexels.com

3 Contoh Anekdot Lucu dan Menyindir beserta Strukturnya

Berikut ini akan Mamikos berikan tiga contoh anekdot lucu dan menyindir yang bisa dijadikan sebagai bahan referensi kamu ketika hendak membuat karya bahasa.

21 Agustus 2025 Ikki Riskiana

2. Contoh Anekdot Lucu dan Menyindir: Nasib Naryo Si Jomblo Akut

Berikut ini adalah contoh anekdot lucu dan sindiran kedua yang berjudul Nasib Naryo Si Jomblo Akut.

Abstraksi

“Yooo, Naryoo bangun disuruh pak RT narik iuran desa” teriak Bu Narti ibunya Naryo. Teriakan seperti itu sudah biasa didengar tetangga setiap pagi, selalu saja ada materi untuk membuat teriakan.

“Ya buuuk, bentar, gangguin orang lagi ngimpi pacaran aja” gerutu Naryo. Dia adalah seorang pemuda kampung yang dari tampangnya sudah jelas tidak ada wanita menyukai.

Giginya tonggos, badannya kurus, dan kulitnya hitam seperti bagian belakang panci penggorengan. Namun, dibalik tampilannya yang buruk itu sebenarnya dia orang yang baik hati.

Lekas Naryo bangun, sikat gigi, mandi agar penampilannya tampan menurutnya bisa semakin menawan. Byur, byur suara guyuran air yang diiringi siulan ala Naryo.

Pengenalan

Pagi itu dia mendapatkan tugas berkeliling untuk menarik uang iuran. Biasanya memang Naryo hanya menarik iuran di dusunnya saja, namun atas perintah pak kades sekarang keseluruh desa.

Sampai pada tengah hari ia sampai di dusun parikesit, letaknya paling jauh terpencil. Dusun tersebut memang terkenal angker karena hanya ada beberapa KK saja penghuninya.

Krisis

Sampai di sebuah jalan parikesit dia bertemu seorang gadis yang sangat cantik. Naryo tidak pernah melihat gadis secantik itu seumur hidupnya, matanya tidak lepas dari wajah gadis itu.

Dengan kepercayaan diri tinggi Naryo menyapanya, “mbak, mau kemana”. Dengan halus wanita tersebut menjawab bahwa dia ingin pergi ke rumah pak kadus, kebetulan sekali batin Naryo.

Seketika dia menawarkan diri untuk mengantarkannya karena tujuannya memang searah.

Saat perjalanan percakapan mereka terdengar sangat riang gembira, seakan mimpi Naryo menjadi nyata.

Hati kecil Naryo sedikit sadar apakah memang ada wanita yang mau berbicara santun seperti ini pada dirinya. Memang pengalaman Naryo dengan wanita tidak pernah berjalan mulus.

Namun hal itu segera disingkirkannya karena berpikir bahwa ini adalah kesempatan sekali seumur hidup. Mungkin tuhan sudah menurunkan jodoh yang pas untuk Naryo sang jomblo ini.

Dari percakapan sepanjang jalan Naryo mereka akhirnya saling kenal dan wanita itu bernama Suryani.

Sampai pada sebuah perempatan suryani mengajak Naryo untuk duduk dulu beristirahat.

Naryo tentu saja manggut-manggut mendengar ajakan suryani sang pujaan hati pandangan pertamanya. Dia sudah tidak sadar lagi dunia hanya miliknya suryani saja.

Dengan manuver percakapan ala drama korea, Naryo suryani berciuman seperti yang selama ini diidamkan. Cepluk, cepluk suara kecupan mesra mereka berdua seperti pengantin baru.

Reaksi

Namun, ada satu kejanggalan yang tiba-tiba muncul di hati Naryo. Betapa cepatnya hubungan mereka berlangsung sehingga bisa berciuman begitu mesranya di siang bolong.

Setelah membuka mata, ternyata yang dicium tersebut adalah sesosok hantu kuntilanak. Naryo tidak berteriak ketakutan namun hanya menangis sesenggukan seperti anak kecil.

Sambil tetap memeluk kuntilanak tersebut, Naryo tetap menangis sesenggukan. Dalam hatinya dia mengeluh, “Ya tuhan seperti inikah nasib percintaanku, tidak adakah wanita asli di dunia ini yang mau lagi”

Kemudian dia mengusap air matanya lagi dan kali ini tampilan kuntilanak menjadi lebih seram. Kali ini Naryo benar-benar dibuat takut setengah mati karena wajah hantunya menjadi rusak tak beraturan.

Naryo langsung berteriak sekuat paru-parunya, “Oaaahhhhhh, tolooonggggg” kemudian dia jatuh pingsan. Kemudian matanya mulai sayup-sayup terbuka dibangunkan oleh Pak Deman RT setempat.

“Loh yo ngapain pingsan di kuburan siang-siang kesambet ya kamu” kata pak deman. Naryo langsung menangis sekerasnya sambil menceritakan pengalaman mistisnya tadi.

3 Contoh Teks Anekdot Sindiran, Lucu, Humor, beserta Strukturnya

Koda

“Makanya yo dulu udah untung si ndut marni mau sama kamu sekarang kena karma deh. Noh mau dipacarin sama kuntilanak, untung aja kamu gak dibawa lari ke dunia demit.

Mendengar seloroh pak deman Naryo merasa tertampar oleh realita dan kembali menangis sesenggukan. “Yah kamu yo, uda jelek gak sadar diri juga dari dulu, udah pulang sana”.

Halaman:

Advertisement