Advertisement
Source : unsplash.com/Wouter

11 Contoh Majas Metafora dalam Puisi beserta Penjelasannya

Di dalam karya sastra, pemakaian majas metafora kerap dilakukan penulis. Bahkan bisa dibilang majas metafora adalah bumbu penyedap dalam puisi.

5 Januari 2026 Nana

Secara teknis, metafora memindahkan sifat dari satu objek (citraan) ke objek lain untuk menciptakan sebuah makna yang lebih dalam dan imajinatif.

Sebagaimana yang sudah kamu ketahui, majas adalah gaya bahasa yang digunakan untuk membuat sebuah kalimat menjadi lebih hidup dan estetik.

Mamikos akan menginformasikan apa saja contoh majas metafora dalam puisi beserta penjelasannya di kesempatan ini agar dapat membantu kamu belajar di rumah. ✍🏻📌📝

Daftar Contoh Majas Metafora dalam Puisi beserta Penjelasannya

Contoh Majas Metafora dalam Puisi Beserta Penjelasannya
unsplash.com/Wouter
Ringkasan Materi Bahasa Indonesia Kelas 10 Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2

Dalam pelajaran bahasa Indonesia, majas metafora termasuk ke dalam kategori majas perbandingan yang secara lazim dipakai oleh penulis untuk membuat tulisannya lebih indah dan menarik.

Penggunaan majas perbandingan dibuat untuk membandingkan dua hal atau objek yang berbeda dengan menggunakan kata kiasan.

Di dalam artikel ini, Mamikos akan merangkum penjelasan untuk kamu apa saja contoh majas metafora dalam puisi yang dapat kamu pelajari dengan mudah.

75 Contoh Majas Hiperbola beserta Penjelasannya, Pengertian dan Ciri-cirinya Lengkap

Memahami Apa Itu Majas Metafora

Di awal artikel ini, Mamikos sudah merangkum penjelasan apa yang dimaksud dengan majas metafora secara sederhana agar dapat kamu pahami sepenuhnya.

Secara etimologis, metafora adalah istilah yang diambil dari bahasa Yunani metapherein, yang dikutip dari kata meta (di atas/melewati) dan pherein (membawa). Maka secara harfiah, metafora berarti “memindahkan” makna dari satu subjek ke subjek lainnya.

37 Contoh Majas Perumpamaan beserta Ciri-ciri dan Pengertiannya

Metafora merupakan gaya bahasa kiasan yang menyatakan sesuatu sebagai hal yang sama dengan hal lain yang sebenarnya tidak identik, akan tetapi memiliki kesamaan sifat atau karakteristik inti.

Dalam metafora, penyair/penulis tidak lagi menggunakan kata pembanding seperti “bagaikan” atau “seperti” (seperti pada majas simile), melainkan langsung menetapkan identitas baru pada objek tersebut.

Fungsi Majas Metafora dalam Penulisan Puisi

Instrumen kognitif dan artistik menjadi identitas dari majas metafora yang bersifat vital. Sementara beberapa fungsi dari majas metafora tersebut, di antaranya:

a. Konkretisasi Konsep Abstrak

Puisi sering kali berkaitan dengan hal-hal yang tidak tampak, seperti cinta, kesedihan, waktu, atau Tuhan. Fungsi dari metafora adalah mengubah ide-ide abstrak tersebut menjadi citraan visual atau fisik yang bisa dibayangkan.

Contohnya saat menjelaskan “kesedihan” (abstrak) dengan metafora “kebun bunga yang terbakar” (konkret) sehingga memberikan gambaran kehancuran dan rasa panas yang lebih nyata.

b. Menciptakan Efek “Defamiliarisasi”

Seni berfungsi untuk membuat hal-hal yang biasa menjadi terasa asing (making strange) menurut seorang filsuf seni bernama Viktor Shklovsky. Metafora memaksa pembaca untuk berhenti sejenak dan melihat dunia dengan cara yang berbeda.

Contoh: Daripada menyebut “matahari terbit”, penulis akan menuliskan “kilauan emas di ufuk timur”. Hal ini memberikan perspektif yang jauh lebih segar dan menghidupkan kembali kepekaan pembaca terhadap realitas.

c. Kepadatan Makna

Metafora memungkinkan penulisnya untuk meringkas penjelasan yang panjang lebar ke dalam satu citraan yang padat namun tetap kaya makna. Satu paragraf dengan penjelasan logis dapat disampaikan dengan satu majas metafora yang tepat.

Contohnya seperti yang ada dalam puisi Chairil Anwar yang menyebutkan “binatang jalang” untuk merangkum seluruh konsep tentang pemberontakan, keterasingan, keliaran, dan kebebasan individu hanya dalam dua kata saja.

d. Menghubungkan Pengalaman yang Emosional

Fungsi dari metafora berikutnya adalah sebagai “jembatan empati” antara penulis dan pembaca. Dengan menggunakan simbol alam atau benda sehari-hari, penulis dapat mentransfer perasaan pribadi yang kompleks ke dalam pengalaman yang bisa dipahami pembaca secara universal.

Halaman:

Advertisement