Advertisement
Source : unsplash.com/Wouter

11 Contoh Majas Metafora dalam Puisi beserta Penjelasannya

Di dalam karya sastra, pemakaian majas metafora kerap dilakukan penulis. Bahkan bisa dibilang majas metafora adalah bumbu penyedap dalam puisi.

5 Januari 2026 Nana

Contoh Majas Metafora dalam Puisi dan Penjelasannya

Berikut ini sudah Mamikos susun uraian mendalam mengenai contoh majas metafora dalam puisi yang dapat kamu pelajari berdasarkan kategori citraan dan kedalaman maknanya. Beberapa contoh majas metafora dalam puisi tersebut di antaranya:

1. Metafora tentang Eksistensi Diri

Dalam puisi bertema perjuangan atau pencarian jati diri, majas metafora sering digunakan untuk menggambarkan posisi seseorang di tengah kerasnya dunia.

Contoh majas: “Aku adalah kapal karam yang menolak tenggelam”.

Dalam kalimat di atas, fungsi “kapal karam” adalah sebagai wahana untuk menggambarkan kondisi seseorang yang sudah hancur, gagal, atau mengalami musibah besar.

Namun, dengan tambahan frasa “menolak tenggelam” setelahnya, penulis memberikan kualitas manusiawi pada benda mati tersebut.

Maknanya bukan lagi tentang kecelakaan laut, melainkan tentang keteguhan hati seseorang yang tetap berjuang meski jiwanya babak belur oleh keadaan.

19 Contoh Majas dalam Karya Sastra Novel beserta Fungsinya

2. Metafora tentang Waktu dan Kematian

Penulis sering menggambarkan waktu bukan sebagai angka, melainkan sebagai entitas yang bergerak atau bersifat fisik.

Contoh majas: “Waktu adalah pisau bermata dua di leher usia.”

Dalam kalimat di atas, penulis menyamakan waktu dengan pisau. Kalimat “Pisau bermata dua” melambangkan dualitas: di satu sisi waktu memberikan kesempatan untuk hidup dan berkarya.

Namun di sisi lain penulis secara konsisten “memotong” atau mengurangi sisa umur manusia. Kalimat tersebut menciptakan atmosfer ketegangan dan urgensi, bahwa setiap detik yang berlalu adalah ancaman sekaligus anugerah.

3. Metafora tentang Kesedihan dan Luka Batin

Kesedihan adalah emosi abstrak yang paling sering dikonkretkan melalui majas metafora agar pembaca dapat membayangkan rasanya secara fisik.

Contoh majas: “Kenangan itu adalah duri dalam dagingku.”

Dalam kalimat di atas kenangan (sesuatu yang ada di pikiran) disamakan dengan duri (benda tajam yang menusuk fisik). Metafora “duri dalam daging” menggambarkan rasa sakit yang tidak terlihat dari luar, namun terasa senut-senut di dalam.

Perasaan itu sulit dikeluarkan, dan terus mengganggu setiap kali ada gerakan atau pemicu ingatan. Ini jauh lebih kuat daripada sekadar berkata “aku sulit melupakan masa lalu”.

4. Metafora tentang Cinta dan Harapan

Cinta sering kali digambarkan dengan elemen alam untuk menunjukkan skala kekuatannya.

Contoh majas: “Kau adalah sauh bagi perahuku yang limbung.”

Kata “Sauh” atau jangkar adalah alat pemberat agar kapal tidak hanyut. Dalam konteks perasaan, subjek “Kau” dianggap sebagai penenang, pemberi kepastian, atau sosok yang membuat hidup si penyair menjadi stabil di tengah masalah (“perahu yang limbung”). Majas metafora ini menunjukkan ketergantungan yang positif dan rasa aman.

5. Metafora Alam (Personifikasi Metaforis)

Kadang metafora menggabungkan unsur alam untuk memberikan nyawa pada suasana.

Contoh majas: “Malam adalah tinta yang tumpah dan menutup jejak siang.”

Malam tidak lagi dilihat sebagai fenomena astronomi, melainkan sebagai cairan hitam (tinta) yang menutupi segala sesuatu secara permanen dan pekat.

Penggunaan kata “tinta” di atas memberikan kesan bahwa kegelapan tersebut bersifat artistik namun juga menyembunyikan atau menghapus apa yang terjadi sebelumnya (jejak siang).

6. Metafora tentang Kesunyian dan Kesendirian

Kesunyian sering kali sulit digambarkan hanya dengan kata “sepi”. Penulis menggunakan majas metafora untuk memberi volume pada kesunyian tersebut.

Contoh majas: “Rumah ini adalah kotak musik yang patah.”

Dalam contoh majas metafora di atas kotak musik seharusnya mengeluarkan nada yang indah, namun jika “patah”, ia hanya menjadi benda mati yang membisu di pojok ruangan.

Majas metafora tersebut menggambarkan sebuah rumah atau kehidupan keluarga yang kehilangan keharmonisan, keceriaan, dan suara; hanya menyisakan bangunan yang sunyi dan rusak secara emosional.

Halaman:

Advertisement