15 Contoh Autobiografi Panjang dari Lahir Sampai SMA yang Menarik untuk Dibaca
Berikut ini adalah contoh autobiografi panjang dari lahir hingga SMA yang bisa disimak dan dipelajari.
5. Referensi Pembuatan Kronologi dari SD Sampai SMA
Nama saya agus lahir pada tanggal 31 april 1992 di desa kecubung kecamatan pringsewu kabupaten mayangharjo jawa timur. Ibu adalah seorang penjahit di kampung yang cukup ternama.
Kemampuannya dalam membuat pakaian secara cepat dan akurat menjadi nilai jual utama. Harga yang dipatok oleh ibu tidak terlalu tinggi sehingga banyak menggunakan jasanya.
Ayah adalah seorang pelatih ayam tarung sehingga di rumah juga banyak kandang. Ayam tarung tersebut adalah milik para juragan di desa dan ayah bertugas sebagai perawatnya sampai pertandingan.
Memang budaya tarung ayam di desa masih cukup kental sebagai salah satu peninggalan nenek moyang. Sayangnya sekarang banyak orang menganggapnya sebagai sebuah arena judi dan terkesan ilegal.
Pendidikan dasar saya tempuh di SD 2 Jayakesuma selama enam tahun dengan prestasi gemilang. Meskipun tidak selalu memperoleh peringkat tertinggi namun lima besar menjadi sebuah hal biasa.
Setelah lulus SD saya meneruskan pendidikan di SMP 4 Pringgodani selama tiga tahun. Disitu prestasi cukup gemilang sampai pihak sekolah menjadikan saya perwakilan untuk mengikuti olimpiade tingkat nasional.
Tiga kali mengikuti tidak pernah mendapatkan juara namun itu bukan hal percuma. Menjadi sekolah yang mewakili saja sudah merupakan hal bagus dan membanggakan bagi siswa dari desa.
6. Menceritakan Kehidupan Sekolah Dasar Sampai SMA
Nama saya sunar berasal dari kecamatan ringin sewu kabupaten banyuwangi dan lahir pada 12 mei 1990. Kedua orang tua saya adalah buruh pemetik kopi yang penghasilannya tidak terlalu tinggi.
Namun urusan pendidikan selalu menjadi prioritas utama sampai sekarang bisa memakan bangku sekolah menengah atas. Pendidikan dasar saya lakukan di SD 2 Pringsewu selama enam tahun.
Selama menempuh pendidikan dasar tidak terlalu banyak prestasi akademik yang diraih. Namun ada beberapa prestasi non akademik seperti juara kabupaten tenis meja dan catur saat masih kelas 4, 5, 6.
Dengan prestasi non akademik tersebut saya melanjutkan pendidikan di SMP 2 Pringgodani. Memang dari nilai akademik tidak terlalu mencukupi untuk masuk standar sekolah namun kemampuan non akademik menjadi pertimbangan.
Dari segi prestasi sendiri ternyata di SMP saya tidak terlalu buruk dengan menempati papan tengah peringkat sekolah. Dari segi kompetensi non akademik daya saing saya juga cukup bagus.
Prestasi tersebut tentu sangat membanggakan bagi sekolah dan orang tua di kampung. Sekarang melanjutkan pendidikan tingkat atas di SMA 1 Pringgodani menggunakan modal prestasi non akademik tersebut.
7. Kisah Autobiografi dari Lahir Sampai SMA di Desa Kecil
Nama saya Reno. Saya lahir di Desa Sukamaju, Kabupaten Banyumas, pada tanggal 8 Januari 2007. Saya adalah anak pertama dari dua bersaudara. Ayah bekerja sebagai tukang kayu, sedangkan ibu berjualan sayur keliling.
Sejak kecil saya sudah terbiasa membantu ibu berjualan sebelum berangkat ke sekolah. Setiap pukul lima pagi, saya menata sayur di keranjang dan membantu menimbang pesanan pelanggan. Setelah itu, saya bersiap ke sekolah dasar negeri di kampung kami.
Saya menempuh pendidikan dasar di SDN 2 Sukamaju, tempat yang penuh kenangan. Saat kelas tiga, saya mulai aktif mengikuti kegiatan pramuka dan menjadi ketua regu. Nilai pelajaran saya tidak selalu tinggi, tetapi saya rajin dan disukai guru.
Setelah lulus SD, saya melanjutkan ke SMP Negeri 5 Karanglewas. Di sana saya mulai menyadari bahwa cita-cita saya adalah menjadi guru. Saya sering membantu teman memahami pelajaran matematika.
Kini saya duduk di SMA Negeri 1 Banyumas, jurusan IPA. Setiap hari saya masih membantu ibu berjualan sayur sebelum sekolah. Saya percaya, kerja keras kecil hari ini akan menjadi batu pijakan masa depan yang besar.
8. Perjalanan Hidup Seorang Anak Petani
Nama saya Lestari, lahir di Desa Sidodadi, Kabupaten Ponorogo, tanggal 15 Maret 2006. Saya anak bungsu dari empat bersaudara dalam keluarga petani sederhana. Ayah saya menanam padi dan jagung, sedangkan ibu membuat keripik singkong untuk dijual ke pasar.
Masa kecil saya penuh dengan aroma sawah dan tanah basah. Setiap sore, saya ikut ayah ke sawah membawa bekal teh hangat dan gorengan. Momen itu membuat saya belajar arti kerja keras dan kesederhanaan.
Saya menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Sidodadi dan lulus dengan nilai cukup memuaskan. Setelah itu saya melanjutkan ke SMP Negeri 3 Ponorogo dan aktif di kegiatan teater. Saya belajar berbicara di depan orang banyak dan percaya diri.
Kini saya bersekolah di SMA Negeri 1 Ponorogo, jurusan IPS. Saya ingin menjadi penulis dan membuat kisah tentang perjuangan anak desa agar lebih banyak orang tahu bahwa kemiskinan bukan penghalang untuk bermimpi.
9. Autobiografi Anak Penjual Bakso
Nama saya Yusuf, lahir di Blitar pada 20 September 2006. Ayah saya adalah penjual bakso keliling, sedangkan ibu seorang ibu rumah tangga. Sejak kecil, saya sering membantu ayah mendorong gerobak bakso sore hari.
Saya masuk SD Negeri Kepanjen Lor 2, dan sering menjadi juara kelas. Meskipun harus membantu berjualan malam hari, saya tetap belajar dengan tekun. Buku-buku sering saya baca di bawah lampu jalan karena listrik rumah kadang padam.
Lulus SD, saya diterima di SMP Negeri 4 Blitar. Di sana, saya bergabung dengan ekstrakurikuler musik dan menjadi pemain gitar. Dari sana saya belajar bahwa setiap orang bisa punya bakat yang berbeda.
Sekarang saya belajar di SMA Negeri 2 Blitar. Saya bercita-cita ingin menjadi pengusaha kuliner seperti ayah, tapi dengan sistem modern. Saya percaya pendidikan akan mengubah cara saya melihat dunia.
10. Kisah Hidup dari Lahir di Pesisir Hingga SMA
Nama saya Dewi, lahir di pesisir kota Tuban pada tanggal 9 Februari 2007. Ayah bekerja sebagai nelayan dan ibu membantu mengolah hasil laut menjadi ikan asin. Kami tinggal di rumah sederhana dekat pantai.
Sejak kecil, saya terbiasa bangun pagi untuk membantu ibu menjemur ikan asin. Saat siang, saya berangkat ke SD Negeri Karangsari yang jaraknya sekitar dua kilometer dari rumah.
Saya gemar membaca buku di perpustakaan sekolah, terutama cerita tentang lautan dan petualangan. Setelah lulus SD, saya melanjutkan ke SMP Negeri 2 Tuban dan bergabung dengan klub pecinta alam.
Kini saya duduk di SMA Negeri 1 Tuban, mengambil jurusan IPA karena ingin menjadi ahli biologi laut. Saya ingin meneliti ekosistem laut dan membantu nelayan di daerah saya agar bisa melaut secara berkelanjutan.
11. Autobiografi Seorang Anak Buruh Pabrik
Saya Rian, lahir di Bekasi tanggal 18 April 2006. Ayah dan ibu bekerja di pabrik garmen sebagai buruh jahit. Sejak kecil, saya sudah tahu arti disiplin karena orang tua selalu berangkat kerja pagi-pagi sekali.
Saya menempuh pendidikan dasar di SDN Tambun 4. Saya sering membantu ibu menyetrika pakaian pesanan tetangga untuk tambahan uang saku. Meski begitu, saya tetap aktif di kegiatan OSIS dan senang mengikuti lomba menulis.
Setelah lulus SD, saya masuk SMP Negeri 8 Bekasi. Di sana saya mulai memahami pentingnya waktu. Saya belajar keras karena ingin masuk SMA negeri.
Sekarang saya sekolah di SMA Negeri 5 Bekasi, jurusan IPS. Saya ingin kuliah di jurusan manajemen bisnis agar kelak bisa membuka usaha konveksi sendiri dan membantu orang tua keluar dari pekerjaan pabrik.
12. Perjalanan Anak Sopir Angkot
Nama saya Bayu, lahir di Bogor tanggal 2 Agustus 2006. Ayah saya seorang sopir angkot, sedangkan ibu membuka warung kecil di depan rumah. Hidup kami sederhana tapi bahagia.
Saya bersekolah di SD Negeri Cilebut 1. Setiap pagi ayah mengantar saya ke sekolah sebelum narik angkot. Saya selalu ingat pesan beliau, “Jangan malu punya ayah sopir, yang penting kamu sekolah tinggi.”
Lulus SD, saya melanjutkan ke SMP Negeri 2 Bogor. Saya sempat minder karena banyak teman dari keluarga kaya, tapi kemudian saya sadar bahwa kemampuanlah yang menentukan, bukan harta.
Sekarang saya di SMA Negeri 1 Bogor, dan aktif di organisasi siswa. Saya ingin menjadi guru agar bisa membantu anak-anak dari keluarga sederhana seperti saya untuk terus bersekolah.
13. Kisah Hidup Seorang Anak Penjahit
Saya Nadia, lahir di Kota Tegal, 4 Juni 2007. Ibu saya seorang penjahit rumahan, sedangkan ayah sudah meninggal sejak saya kelas dua SD. Sejak saat itu, ibu menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga.
Saya menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Tegal Barat 3, dan sering membantu ibu memasang kancing atau melipat kain sepulang sekolah. Setelah lulus, saya melanjutkan ke SMP Negeri 5 Tegal dengan beasiswa prestasi.
Kini saya sekolah di SMA Negeri 1 Tegal, jurusan bahasa. Saya gemar menulis puisi tentang perjuangan ibu dan bercita-cita menjadi jurnalis. Bagi saya, menulis adalah cara untuk membalas jasa orang tua.
14. Autobiografi Anak dari Daerah Pegunungan
Nama saya Fikri, lahir di Desa Sumberwangi, daerah pegunungan di Lumajang, 25 Oktober 2006. Ayah saya petani sayur, sedangkan ibu membuka warung kecil di rumah.
Sekolah dasar saya tempuh di SD Negeri Sumberwangi 2, yang letaknya jauh di kaki gunung. Setiap hari saya berjalan kaki hampir satu jam melewati jalan berbatu untuk sampai ke sekolah.
Setelah lulus, saya masuk SMP Negeri 3 Lumajang dan mulai mengenal teknologi komputer. Kini saya belajar di SMA Negeri 1 Lumajang dan bermimpi kuliah di bidang teknik informatika agar bisa mengembangkan teknologi untuk membantu petani di desa.
15. Autobiografi Singkat Anak Penjual Gorengan
Saya Rika, lahir di Klaten, 12 Desember 2007. Ibu berjualan gorengan di depan rumah, sedangkan ayah bekerja sebagai tukang tambal ban. Saya anak tunggal dan sering membantu ibu sejak kecil.
Saya sekolah di SD Negeri Karangjati, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Klaten. Setiap pulang sekolah, saya membantu menggoreng tahu dan tempe untuk dijual sore hari.
Kini saya bersekolah di SMA Negeri 1 Klaten, jurusan IPS. Saya bercita-cita menjadi pengusaha makanan agar bisa membuka lapangan kerja di desa. Saya percaya, usaha kecil bisa tumbuh besar dengan kerja keras dan doa.
Dengan menggunakan beberapa contoh tadi, tentu saja pembuatan kronologi kehidupan semakin mudah. Jadi contoh, autobiografi panjang dari lahir sampai SMA dapat dibuat secara sederhana dan ringkas.✨
Halaman:


