Advertisement
Source : Pixabay/@ShekuSheriff

Contoh Batuan Sedimen beserta Ciri-ciri dan Jenis-jenisnya Lengkap

Ternyata ada banyak jenis batuan, lho. Salah satunya adalah batuan sedimen. Yuk, simak penjelasan menegnai batuan sedimen di sini!

12 Januari 2024 Zakiyah

2. Batu Gamping (Limestone)

Contoh Batuan Sedimen Beserta Ciri-ciri dan Jenis-jenisnya Lengkap
PT Pembangunan Sarana Perakasa

Batu gamping adalah contoh batuan sedimen non-klastik yang terbentuk melalui presipitasi mineral dari larutan air. 

Batu gamping umumnya terdiri dari mineral kalsit yang berasal dari air laut atau air tawar yang kaya akan kalsium dan karbon dioksida. 

Proses pembentukan batu gamping melibatkan presipitasi kalsit dalam air, sering kali proses pembentukannya dibantu oleh organisme seperti karang atau mikroorganisme.

Batu gamping memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena dapat digunakan dalam industri konstruksi, pembuatan semen, dan industri kimia. 

Tentu kamu sudah tidak asing kan dengan batu gamping yang sering dijadikan sebagai pondasi rumah di desa-desa?

Kehadiran fosil di dalamnya juga memberikan informasi tentang kondisi lingkungan laut dan kehidupan laut pada masa lalu, lho. Sangat bermanfaat, ya?

Susunan Litosfer dari Dalam Hingga ke Permukaan Bumi Secara Berurutan Adalah?

Ciri-ciri Batu Gamping

Tekstur Halus: Batu gamping memiliki tekstur yang halus dan sering kali terasa halus saat disentuh.

Warna Putih atau Abutua: Batu gamping dapat memiliki warna putih murni atau abu-abu, tergantung pada mineral dan impuritas yang ada.

Fosil Karang: Beberapa batu gamping mengandung fosil karang atau organisme laut lainnya sebagai bagian integral dari batuan.

Efervesensi: Batu gamping bereaksi dengan asam dan dapat menghasilkan gelembung gas karbon dioksida.

3. Batu Lumpur (Shale)

Contoh Batuan Sedimen Beserta Ciri-ciri dan Jenis-jenisnya Lengkap
Istock/@sakdinon

Batu lumpur adalah contoh batuan sedimen klastik yang terbentuk dari endapan lumpur dan butiran sangat halus. 

Butiran ini dapat terdiri dari mineral lempung, kuarsa, feldspar, dan bahan organik. 

Pembentukan batu lumpur dimulai dengan akumulasi endapan lumpur di dasar perairan yang relatif tenang. 

Proses diagenesis kemudian memadatkan lumpur menjadi batuan padat.

Batu lumpur dapat berisi fosil, dan struktur stratifikasinya memberikan informasi tentang perubahan lingkungan selama waktu tertentu. 

Batu lumpur juga memiliki nilai ekonomi sebagai sumber bahan bakar seperti batubara serpih, dan sebagai bahan tanah liat dalam industri keramik.

Ciri-ciri Batu Lumpur

Butiran Sangat Halus: Batu lumpur terdiri dari butiran-butiran sangat halus yang tidak terlihat dengan mata telanjang.

Struktur Stratifikasi Halus: Batu lumpur sering kali menunjukkan stratifikasi yang halus dan seragam.

Mudcracks: Terkadang, batu lumpur dapat menunjukkan retakan lumpur yang mengering, mengindikasikan kondisi berubah-ubah antara basah dan kering selama pengendapan.

Halaman:

Advertisement