4 Contoh Budaya Kerja Perusahaan di Indonesia dan Penjelasannya
Perusahaan yang berdiri di Indonesia ada banyak sekali. Lalu, kira-kira seperti apa budaya kerja yang diterapkan di sana? Simak informasi di bawah inin untuk mengetahui contoh budaya kerja perusahaan di Indonesia.
2. Adhocracy Culture
Kedua adalah budaya adhocracy culture. Budaya kerja ini berlandaskan pada energi dan kreativitas para karyawannya dan dengan begitu akan tercipta lingkungan yang dinamis serta kreatif.
Para pemimpin dan karyawan diharapkan dapat berperilaku sebagai sosok inovator yang berani untuk mengambil risiko hingga memacu karyawan lainnya untuk bertindak demikian.
Selain itu, mutu paling utamanya didasari oleh inovasi dan juga eksperimen yang diikuti dengan kebebasan untuk masing-masing individu.
Karyawan yang diberi kebebasan untuk banyak berinovasi nantinya akan menghasilkan sesuatu yang baik.
Seperti jika di masa depan terjadi persaingan dengan perusahaan lain, maka perusahaan yang menerapkan adhocracy culture ini dapat tetap bertahan.
Oleh karena itu, budaya kerja di perusahaan tersebut haruslah meyenangkan, pegembangan yang berkelanjutan, terdapat suatu standar, mampu mengantisipasi kebutuhan dan dapat menemukan solusi yang kreatif.
3. Clan Culture
Berikutnya adalah clan culture yang menitikberatkan pada aspek kolaborasi.
Perusahaan yang menerapkan budaya ini cenderung menganggap para karyawannya sebagai satu keluarga dalam menjalin hubungan.
Dengan begitu, komitmen dan nilai-nilai seperti team work, komunikasi, dan musyawarah dapat terjalin dengan mudah.
Selain itu, budaya kerja yang demikian ini memiliki strategi untuk meningkatkan kualitas perusahaan dengan pembentukkan tim, keterbukaan komunikasi, pengembanagan produktivitas karywan dan juga pemberdayaan para karyawannya.
4. Market Culture
Terakhir, ada market culture. Budaya kerja yang satu ini secara sederhana dapat dianggap sebagai yang paling agresif.
Sebab, terjadinya penghambatan proses pembelajaran untuk karyawan sangat dimungkinkan terjadi.
Persaingan tidak hanya terjadi di antar perusahaan yang masih satu industri, tetapi juga di antara para karyawan dalam perusahaan tersebut.
Selain itu, karyawan dituntut untuk menyempurnakan visi perusahaan dengan keadaan performa yang sulit untuk dicapai.
Faktanya, tuntutan performa memang dapat menjadi motivasi untuk karyawan dapat berprestasi.
Namun, jika terlalu banyak kritik dan pendapat yang tidak perlu justru akan menimbulkan efek yang sebaliknya. Budaya kerja pun menjadi tidak sehat dan karyawan akan menjadi tidak produktif serta tidak jujur.
Halaman:


