10 Contoh Budaya Non Benda beserta Penjelasan dan Contohnya Lengkap
Jika kamu sedang mencari contoh budaya non benda beserta dengan penjelasannya. Maka kamu harus membaca penjelasannya pada artikel berikut ini sampai selesai.
2. Pranatamangsa
Contoh budaya non benda Indonesia kedua. Masyarakat Jawa memiliki kearifan lokal yang disebut dengan pranatamangsa.
Adapun yang dimaksud dengan pranatamangsa adalah sistem penanggalan atau kalender yang berkaitan dengan aktivitas pertanian.
Kalender Pranatamangsa dibuat dengan berdasarkan pada siklus peredaran Matahari. Kalender pranatamangsa ini mempunyai jumlah hari sebanyak 365 hari.
Kalender pranatamangsa ini memberikan paparan fenomena dan gejala alam lainnya yang kemudian dijadikan patokan dalam melakukan kegiatan pertanian.
Hingga sekarang banyak orang Jawa yang tidak berani melanggar patokan ini dikarenakan dalam pranatamangsa ini memberikan informasi berupa perkiraan tentang terjadinya bencana alam, sebaran penyakit, dan gejala alam yang dapat mengganggu kegiatan di sektor pertanian.
3. Ledhek Gondhel Beruk Mari Kangen
Contoh budaya non benda selanjutnya. Masyarakat yang tinggal Dusun Karanglo, Kec Tawangmangu, Kab. Karanganyar memiliki seni pertunjukan ritual yang dinamakan Ledhek Gondhel Beruk Mari Kangen.
Uniknya, pagelaran ritual ini hanya digelar sekali dalam satu tahun. Biasanya pagelaran ritual ini dilaksanakan setelah dilangsungkannya panen raya.
Tujuan dilangsungkannya acara ini adalah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan karena telah diberikan panen yang melimpah.
Selain itu tujuan lain dari tradisi ini adalah untuk memberikan hiburan kepada masyarakat yang telah bekerja keras mengolah sawahnya.
Seperti kebanyakan seni pertunjukan ritual di Indonesia pada umumnya. Sebelum tradisi ini digelar akan diawali dulu dengan genduri bersama masyarakat satu dusun secara serentak.
Tujuan dilakukannya genduri di sini adalah memohon kepada Tuhan supaya jalannya acara diberi kelancaran.
Setelah genduri selesai barulah acara Ledek Gondel Beruk Mari Kangen pun dimulai. Selama jalannya acara beberapa kali pecahlah tawa penonton. Hal ini dikarenakan pertunjukan ini mirip dengan drama komedi.
4. Babako
Masyarakat Minangkabau memiliki sebuah tradisi yang dinamakan babako. Tradisi ini upacara adat yang termasuk pra pernikahan di kalangan masyarakat Minangkabau.
Tradisi ini hanya dilakukan oleh kerabat pihak ayah. Secara sepintas dapat dikatakan bawah babako merupakan tradisi yang memberikan gambaran kehidupan gotong-royong yang hingga sekarang masih dilestarikan masyarakat Minangkabau.
Tradisi babako biasanya dilangsungkan beberapa hari sebelum dilaksanakannya akad nikah.
Proses awal dari tradisi ini dimulai dengan melakukan penjemputan anak gadis yang akan menikah oleh pihak ibu/kerabat ayahnya calon suami (induk bako) .
Selama menginap di sana beberapa orang tua akan memberikan petuah dan nasihat yang berguna bagi calon pengantin yang sebentar lagi akan mengakhiri masa lajangnya.
Halaman:
