Advertisement
Source : unsplash.com/@humblelamb

9 Contoh dan Cara Membuat Catatan Kaki (Footnote) yang Benar

Sudahkah kamu mengetahui contoh dan cara membuat catatan kaki (footnote) dengan benar? Jika masih merasa kebingungan, mungkin artikel berikut ini bisa cukup membantu kamu.

2 September 2025 Bella Carla

9 Contoh dan Cara Membuat Catatan Kaki (Footnote) yang Benar – Buat kamu yang pernah menulis sebuah karya ilmiah, tentu sudah tidak asing lagi bukan dengan footnote?

Berfungsi untuk merapikan karya tulis kita, catatan kaki atau footnote juga berfungsi sebagai validasi sebuah karya tulis.

Sudahkah kamu mengetahui contoh dan cara membuat footnote dengan benar? Jika masih merasa kebingungan, mungkin artikel berikut ini bisa cukup membantu kamu. 📖😊✨

Deretan Contoh & Cara Membuat Catatan Kaki (Footnote)

9 Contoh dan Cara Membuat Catatan Kaki (Footnote) Yang Benar (1)
unsplash.com/@humblelamb

Baik dalam pembuatan karya tulis ilmiah maupun non-ilmiah catatan kaki atau footnote merupakan suatu unsur yang cukup penting untuk kamu cantumkan.

Hal ini diperlukan untuk mengetahui sumber dari tulisan tangan dibuat oleh si penulis apakah valid atau tidak.

Banyak diantara kita yang masih kurang memahami bagaimana sistematika penulisan catatan kaki (footnote) yang baik dan benar.

Untuk itu, contoh dan cara membuat catatan kaki (footnote) berikut ini mungkin bisa sedikit bermanfaat untuk kamu yang membutuhkan.

Apa Itu Catatan Kaki (Footnote)?

Catatan kaki (footnote) merupakan daftar keterangan khusus yang ditempatkan pada bagian bawah, disetiap lembar atau pada akhir bab keterangan ilmiah.

Biasa digunakan untuk memberikan keterangan dan juga komentar, catatan kaki (footnote) juga berfungsi sebagai sarana menerangkan sumber kutipan atau sebagai pedoman dalam penulisan daftar bacaan.

Jika dijelaskan apa itu catatan kaki (footnote), mungkin bisa disebut sebagai keterangan yang menjelaskan terkait dengan sumber kutipan diambil.

Dengan memberikan sumber kutipan tersebut dapat menjelaskan kepada pembaca terkait informasi atau pedoman bagi pembaca terkait informasi lanjutan dari kutipan yang diambil.

Perbedaan Sitasi, Daftar Pustaka, Kutipan, dan Footnote

Apa Perbedaan Catatan Kaki (Footnote) dengan Daftar Pustaka?

Daftar pustaka merupakan suatu daftar yang berisi buku, makalah, jurnal, dan lain sebagainya yang isinya dikutip langsung ataupun tidak langsung ke dalam suatu karangan.

Sedangkan, catatan kaki (footnote) adalah suatu catatan dari teks yang dikutip yang biasanya diletakkan di bawah karangan.

Tak hanya terkandung di dalam karangan ilmiah dan semi ilmiah, catatan kaki juga terkadang bisa ditemukan pada karangan non ilmiah, seperti jenis-jenis novel, macam-macam cerpen, dan jenis-jenis esai.

Tujuan Membuat Catatan Kaki (Footnote)

Tujuan penulisan catatan kaki (footnote) adalah untuk menyusun pembuktian (sumber tulisan), menyatakan utang budi (kepada pengarang yang dikutip pendapatnya).

Selain itu, juga menyampaikan keterangan tambahan, memperkuat uraian (intisasi, keterangan insidental materi penjelas yang kurang penting, perbaikan, dan pandangan yang bertentangan), dan merujuk bagian lain teks (uraian pada halaman lain, sebelum atau sesudahnya).

Fungsi Catatan Kaki (Footnote)

Dalam penulisan karya tulis ilmiah maupun jurnal, catatan kaki (footnote) mempunyai fungsi tersendiri yang sangat diperlukan dalam penulisan kutipan.

Berikut adalah beberapa fungsi catatan kaki (footnote) yang bisa Mamikos rangkumkan.

1. Sebagai bukti

Dengan adanya catatan kaki (footnote) pada kutipan dari pernyataan yang dilampirkan, maka akan menjelaskan terkait karya tulis menunjukkan tempat dimana kutipan pernyataan maupun data tersebut diambil.

2. Sebagai informasi lanjutan

Dengan memberikan catatan kaki (footnote) pada pernyataan ataupun pembahasan tertentu akan memberikan informasi lanjutan kepada pembaca.

Dengan demikian pembaca dapat mencari informasi yang lebih luas dari yang dibahas maupun yang lebih terperinci terkait dengan studi kasus tertentu.

3. Untuk memperluas konteks pembahasan

Dengan melampirkan footnote pada pembahasan yang dikutip, akan memperluas pembahasan yang dapat dipelajari oleh pembaca ketika menghadapi studi kasus yang sesuai dengan kutipan yang terlampir.

4. Keterangan dan Petunjuk

Fungsi catatan kaki (footnote) selanjutnya adalah sebagai petunjuk dan keterangan untuk memberikan lampiran terkait dengan pernyataan, data maupun fakta-fakta tertentu.

Sehingga, pembaca pun dapat mempelajari terkait dengan persoalan, halaman, sub-bab dari karya ilmiah atau jurnal yang terkait.

Jenis Catatan Kaki (Footnote)

Ada dua jenis catatan kaki yang biasa digunakan dalam penulisan karya ilmiah, yaitu:

1. Catatan kaki lengkap

Catatan kaki (footnote) ditulis lengkap dengan mencantumkan nama pengarang, judul buku, nama, atau nomor seri (jika ada), jumlah jilid (jika ada), nomor cetakan, nama penerbit, tahun terbit, dan nomor halaman.

2. Catatan kaki singkat

Catatan kaki (footnote) ditulis singkat dan terdiri dari 3 macam yaitu:

Ibid (Singkatan dari Ibidum, artinya sama dengan di atas), untuk catatan kaki yang sumbernya sama dengan catatan kaki yang tepat di atasnya. Ditulis dengan huruf besar, digarisbawahi, diikuti titik (.) dan koma (,) lalu nomor halaman.

Op.cit (Singkatan dari opere citato, artinya dalam karya yang telah dikutip), dipergunakan untuk catatan kaki dari sumber yang pernah dikutip, tetapi telah disisipi catatan kaki lain dari sumber lain.

Urutannya: nama pengarang, op.cit nomor halaman.

Loc.cit (Singkatan dari. loco citato, artinya tempat yang telah dikutip), seperti di atas tetapi dari halaman yang sama: nama pengarang loc.cit (tanpa nomor halaman).

Unsur-unsur Catatan Kaki (Footnote)

Ketika ingin membuat catatan kaki (footnote), kamu harus mencantumkan beberapa unsur tertentu, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Nama penulis/pengarang

Menuliskan secara lengkap nama pengarang dari kutipan yang diambil tanpa perlu menuliskan gelar dari penulis tersebut.

2. Judul tulisan

Menuliskan judul dari sumber tempat kutipan diambil dengan jelas dan lengkap serta memperhatikan kaidah EYD di dalam menuliskan catatan kaki (footnote).

3. Tahun terbit

Salah satu hal yang perlu diberikan juga adalah tahun penerbitan dari kutipan yang ditulis. Atau tahun publikasi jika kutipan tersebut berbentuk jurnal atau tulisan lainnya.

Cara Menggunakan Mendeley untuk Membuat Daftar Pustaka atau Kutipan, Mudah dan Cepat

4. Nomor halaman kutipan

Melampirkan halaman tempat kutipan tersebut diambil juga wajib untuk dicantumkan.

Pada penulisannya, halaman tempat kutipan tersebut diambil disingkat menjadi “hal.” kemudian nomor halaman tempat kutipan.

Halaman:

Advertisement