Contoh Ceramah Maulid Nabi di Sekolah yang Menyentuh Hati di SMA SMK SMP SD
Ketika sudah memasuki bulan Rabiul Awal, contoh ceramah maulid nabi di sekolah akan banyak dicari oleh guru. Berikut contoh-contohnya.
Contoh Ceramah Maulid Nabi di Sekolah – Percaya Rasulullah
Rasulullah itu benar dan Allah SWT mengutusnya dengan kebenaran yang sesungguhnya.
Makna dari kalimat itu ialah Nabi Muhammad SAW tidak akan menyesatkan orang-orang yang percaya padanya.
Hal ini sudah dijelaskan di dalam surat Al-Baqarah ayat 119 mengenai kebenaran.
اِنَّآ اَرْسَلْنٰكَ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَّنَذِيْرًاۙ وَّلَا تُسْـَٔلُ عَنْ اَصْحٰبِ الْجَحِيْمِ ١١٩
Lisan : “Innaaa arsalna kabil haqqi bashii ranw wa naziiranw wa laa tus’alu ‘am As haabil Jahiim”
Artinya : “Sungguh, Kami telah mengutusmu, wahai Nabi Muhammad, dengan kebenaran syariat yang terang dan agama yang lurus. Sebagai pemberi berita gembira, pada orang beriman tentang surga yang penuh kenikmatan dan peringatan pada orang kafir tentang siksaan api neraka.”
Rosul tidak akan diminta pertanggungjawaban kaum kafir yang menjadi penghuni neraka setelah bersungguh-sungguh mengajak mereka untuk beriman.
Contoh ceramah maulid nabi di sekolah ini bisa jadi pembelajaran untuk siswa sekolah agar selalu patuh di jalan yang benar.
Tersirat makna di dalam ayat tersebut yang menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW sebaiknya tidak kecewa dan berkecil hati.
Karena sudah bersungguh sungguh mengajak semua orang, beliau tidak akan dibebani oleh kaum kafir yang masuk ke dalam siksaan api Neraka.
Contoh Ceramah Maulid Nabi di Sekolah Tentang Kesabaran
Karena tausiah diadakan di sekolah, tentu target dakwah tidak hanya untuk siswanya saja.
Guru juga bisa mendapatkan pembelajaran dari tema yang diangkat oleh pendakwah.
Salah satu tema yang menarik ialah Kesabaran, karena guru harus sabar dalam mendidik siswa-siswanya.
Contoh ceramah maulid nabi di sekolah tema kesabaran bisa diambil dari Surat Al-Hujurat ayat 3 dan Al-Ma’arij ayat 5.
Kedua ayat tersebut berisi akhlak kesabaran dari sosok Nabi Muhammad. Setidaknya, guru berbicara dengan suara halus dan tidak boleh terlalu membentak murid.
Surat Al-Hujurat Ayat 3 :
اِنَّ الَّذِيْنَ يَغُضُّوْنَ اَصْوَاتَهُمْ عِنْدَ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ امْتَحَنَ اللّٰهُ قُلُوْبَهُمْ لِلتَّقْوٰىۗ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ عَظِيْمٌ ٣
Lisan : “Innallaziina yaghudduuna aswaatahum ‘inda Rasuulillaahi ulaaa’ikal laziinam tah anal laahu quluubahum littaqwaa; lahum maghfiratunw waajrun ‘aziim”
Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang senantiasa merendahkan suaranya di sisi Rasulullah, didorong oleh motivasi penghormatan. Beliau mendapat pengagungan, karena itu orang-orang yang tinggi kedudukannya telah diuji hatinya yakni dibersihkan oleh Allah”
Dengan bermacam-macam ujian dan cobaan untuk menjadi orang bertakwa, bisa jadi pesan yang disampaikan dari Contoh ceramah maulid nabi di sekolah.
Mereka akan memperoleh ampunan atas kesalahannya dan pahala yang besar karena kesabarannya tersebut.
Guru yang sering memarahi murid dengan suara keras dan membentak, pasti pernah melewati berbagai macam cobaan.
Siswa memang sering menghadirkan masalah pada gurunya. Namun hal itu tidak berarti Guru dapat memarahinya sampai anak tersebut kesakitan.
Contoh Ceramah Maulid Nabi di Sekolah Azab Kesabaran
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, ada satu surat lagi membahas kesabaran.
Di dalam surat ini, Kamu bisa mengajak peserta tausiah untuk bersabar atas segala cobaan yang dilaluinya.
Contoh cobaan yang berat bagi umat Islam adalah Azab atas kesalahannya di masa lalu.
Surat Al-Ma’arij ayat 1 – 5 :
سَاَلَ سَاۤىِٕلٌۢ بِعَذَابٍ وَّاقِعٍۙ ١ لِّلْكٰفِرِيْنَ لَيْسَ لَهٗ دَافِعٌۙ ٢ مِّنَ اللّٰهِ ذِى الْمَعَارِجِۗ ٣ تَعْرُجُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ اِلَيْهِ فِيْ يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهٗ خَمْسِيْنَ اَلْفَ سَنَةٍۚ ٤ فَاصْبِرْ صَبْرًا جَمِيْلًا ٥
Lisan : “Sa alasaa ‘ilum bi’ azhaa binw waaqi | Lillkaafiriin laisa lahuu daafii | Minal laahizil ma’aarij | Ta’rujul mallaaa’ikatu war Ruuhu ilaihi fii yawmin kaana miqhdaaruhuu khamsiina alfa sanah | Fasbir ssabran jamiilaa”
Artinya : “Seseorang (dengan nada mencemooh) meminta (didatangkan) azab yang pasti akan terjadi. Bagi orang-orang kafir. Tidak ada satu orang yang dapat menolaknya (azab) Mutlak dari Allah, sebagai Pemilik tempat-tempat (untuk) naik.”
“Para malaikat (Jibril) naik (menghadap) kepada-Nya dalam sehari yang kadarnya (terasa seperti) lima puluh ribu tahun lamanya. Maksudnya, Jibril dan para malaikat lain butuh waktu satu hari perjalanan untuk menghadap Allah Swt.”
Dikatakan satu hari di dunia malaikat sama dengan lima puluh ribu tahun dalam dunia manusia. Maka, Allah memerintahkan Muhammad bersabar dengan kesabaran yang baik. Tafsir tersebut menjelaskan bahwa Contoh ceramah maulid nabi di sekolah bermakna mendalam.
Sebagai umat beragama Islam, janganlah kita mengikuti jalan yang sesat atau menentang Tuhan secara langsung.
Semua tindakan yang pernah manusia lakukan, pasti akan tercatat dalam jurnal malaikat.
Oleh sebab itu, bersabarlah seperti Rasulullah dan tetap berada di jalan yang tepat.
Contoh Ceramah Maulid Nabi di Sekolah untuk Guru
Ceramah untuk guru tidak hanya tentang kesabaran saja, melainkan perilaku mengajar yang adil dan berwibawa.
Guru sebenarnya bisa mengajarkan berbagai materi kepada murid-muridnya.
Di dalam surat Al-Jumu’ah ayat 2 – 4, terdapat firman Allah yang mutlak pada Rasulullah.
Allah SWT mengutus Nabi Muhammad untuk mengajarkan kaum yang buta huruf dan tidak bisa membaca.
Contoh ceramah maulid nabi di sekolah itu memperjelas bahwa guru tidak bisa pilih kasih.
Semua kalangan harus diajarkan dengan baik supaya ilmunya bermanfaat.
Surat Al-Jumu’ah ayat 2 – 4 beserta lisan dan artinya :
هُوَ الَّذِيْ بَعَثَ فِى الْاُمِّيّٖنَ رَسُوْلًا مِّنْهُمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَاِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍۙ ٢
2. Lisan : “Huwal lazii ba’asa fil ummiyyiina Rasulam minhum yatluu ‘alaihim aayatihii wa yuzak kiihim wa yu’allimuhumul Kitaaba wal Hikmata wa in kaano min qablu lafii dalaalim mubiin”
2. Dialah yang mengutus seorang Rasul pada kaum yang buta huruf (kalangan) mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, serta mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah, meskipun sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.
وَّاٰخَرِيْنَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوْا بِهِمْۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُۙ ٣
3. Lisan : “Wa aakhariina minhum lammaa yalhaquu bihim wa huwal ‘aziizul hakiim”
Halaman:
