5+ Contoh Ceramah Singkat tentang Puasa Ramadan beserta Dalilnya
Contoh ceramah singkat tentang puasa Ramadhan beserta dalilnya berikut ini bisa menjadi referensi jika kamu sedang mencari kumpulan kultum dan ceramah Ramadhan singkat.
Di bulan suci Ramadan, seluruh umat muslim saling berlomba-lomba untuk berbuat kebajikan. Mulai dari beramal saleh, sedekah, tadarus Al Quran, sholat tarawih, mengaji, hingga mendengarkan ceramah.
Nah, bagi para khatib, ada begitu banyak tema terkait ceramah singkat seputar bulan Ramadan yang dapat diangkat. Ramadan adalah bulan yang penuh dengan kemuliaan untuk segenap kaum muslimin dan muslimat. Bahkan merupakan bulan kemulian bagi segenap umat manusia di bumi.
Yuk, simak ulasan tentang contoh ceramah singkat tentang puasa Ramadan beserta dalilnya di bawah ini! 😊✨
Daftar Isi
Beberapa Contoh Ceramah Singkat tentang Puasa Ramadan

Di bulan suci Ramadan, umat Islam di seluruh penjuru dunia dihadapkan pada satu kesempatan yang sangatlah luar biasa untuk bisa meningkatkan keimanan maupun ketaqwaan mereka kepada Allah SWT.
Salah satu ,metode yang cukup efektif guna meraih hal tersebut ialah lewat ceramah singkat sehubungan dengan puasa di bulan suci Ramadan.
Misalnya saja contoh ceramah singkat tentang puasa Ramadan beserta dalilnya yang mengupas tuntas sehubungan dengan keutamaan bulan Ramadan.
Ada juga ceramah ringkas tentang pahala melaksanakan puasa Ramadan, ganjaran membaca Al Quran saat bulan Ramadan, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Berikut beberapa contoh ceramah singkat tentang puasa Ramadan beserta dalilnya.
1. Kultum Pahala Puasa Ramadan
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah, puasa pada bulan Ramadan merupakan salah satu ibadah paling utama dalam agama Islam.
Selain merupakan kewajiban untuk umat muslim, menunaikan puasa Ramadan juga banyak keutamaan serta pahala yang besar.
Pertama-tama, puasa saat bulan Ramadan merupakan sebuah bentuk ibadah yang paling dekat dengan Allah SWT. Di dalam sebuah hadits qudsi riwayat dari Bukhari, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,
“Seluruh amal perbuatan dari anak keturunan Adam merupakan miliknya, kecuali ibadah shaum. Puasa merupakan untuk-ku dan Aku yang bakal memberi ganjarannya.”
Di dalam hadis tersebut, tampak betapa pentingnya berpuasa di bulan Ramadan yang menjadi bentuk pengabdian serta ketakwaan terhadap Allah SWT.
Kedua, menunaikan puasa di bulan Ramadan merupakan salah satu jalan agar mendapatkan pengampunan Allah SWT. Di dalam sebuah hadis dari riwayat Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda yang bunyinya,
“Barangsiapa yang mengerjakan shaum saat bulan Ramadan dengan penuh serta mengharapkan ganjaran dari Allah SWT, maka seluruh dosanya yang sudah lalu bakal mendapatkan ampunan.”
Di dalam hadits tersebut, tampak sangatlah besar ganjaran serta keutamaan yang Allah SWT berikan terhadap umat muslim yang menunaikan puasa Ramadan.
Selanjutnya, puasa saat bulan Ramadan juga bisa membantu umat Islam untuk mengendalikan hawa nafsu serta meningkatkan ketahanan diri maupun kesabaran. Allah SWT berfirman di dalam Surah Al Baqarah ayat 183 yang berbunyi,
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu untuk menunaikan ibadah puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang terdahulu sebelum kamu, supaya kamu menjadi orang bertaqwa.”
Di dalam ayat Al Quran tersebut, tampak bahwasanya tujuan dari berpuasa Ramadan ialah untuk menambah rasa taqwa terhadap Allah SWT serta mengendalikan hawa nafsu.
Terakhir, berpuasa saat Ramadan juga bisa membantu umat Islam agar lebih paham serta merenungkan makna dari agama Islam. Sebagaimana dalam sebuah hadits riwayat dari Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda,
“Ibadah shaum ini merupakan sebuah perisai, oleh karena itu jika salah satu diantara kamu tengah menunaikan puasa, maka hindarilah bertutur kata atau berbuat sesuatu yang tercela. Dan apabila terdapat orang yang mencela atau berdebat dengan kalian, katakanlah, ‘Saya tengah berpuasa.”’
Di dalam hadits tersebut, tampak begitu pentingnya memelihara diri serta berbuat kebajikan selama melaksanakan puasa Ramadan sebagai wujud peningkatan kesadaran serta penghayatan akan agama Islam.
Hadirin jamaah sekalian, demikian tadi beberapa keutamaan serta ganjaran berpuasa di bulan Ramadan beserta dalil-dalilnya.
Semoga kita semuanya bisa menunaikan ibadah puasa Ramadan dengan penuh keikhlasan dan memperoleh pahala sebanyak-banyaknya dari Allah SWT. Aamiin.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
2. Sholat Tarawih di Bulan Ramadan
Contoh ceramah singkat tentang puasa Ramadan beserta dalilnya kali ini mengangkat tema sholat tarawih.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Jamaah muslimin wal muslimat yang senantiasa dirahmati oleh Allah SWT yang tengah menunaikan ibadah shaum serta mengerjakan tarawih.
Pada kesempatan kali ini, izinkan saya untuk memberi kultum singkat mengenai bulan Ramadan yang penuh keberkahan, yaitu tentang pahala melaksanakan sholat tarawih.
“Di permulaan malam bulan suci Ramadan, Allah Subhanahu wa ta’ala akan mengampuni segala dosa-dosa umat Islam, baik itu yang secara terang-terangan maupun yang tersembunyi.
Allah SWT juga akan meninggikan derajat dan juga membangun sebanyak 50.000 kota di surga bagi orang-orang yang melaksanakan ibadah shaum.
Di awal puasa Ramadan, dosa-dosa kita bakal diampuni oleh Allah SWT dan ditinggikan derajatnya. Untuk itu, jangan sampai kita melewatkan puasa Ramadan.
Marilah kita songsong bulan suci yang mulai ini dengan perasaan gembira dan juga semarak. Mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Ilahi atas segala karunia dan rahmatNya.
Dimana kita masih diberikan umur panjang untuk menunaikan ibadah shaum Ramadan. Sehingga kita juga bisa lebih khusyuk di dalam beribadah serta saling berlomba untuk mencari pahala sebanyak mungkin.
Sungguh suatu anugerah luar biasa yang dilimpahkan oleh Allah SWT untuk mengerjakan ibadah puasa dengan baik. Hal tersebut tentu menjadi kesempatan untuk terus dan terus memperbaiki diri.
Tidak hanya sekedar memperbaiki diri saja, melainkan semua amal saleh dan ibadah sepenuhnya dilakukan dengan mempertebal iman dan mengalahkan hawa nafsu kita.
Semoga ceramah singkat mengenai bulan Ramadan yang penuh keberkahan ini bermanfaat. Akhir kata, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
3. Rahmat di Bulan Ramadan
Contoh ceramah singkat tentang puasa Ramadan beserta dalilnya berikut ini bisa menjadi referensi ketika shalat tarawih pertama.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Jamaah sekalian yang berbahagia,
Sebagai bulan yang paling istimewa untuk umat Islam, Ramadan punya beberapa keutamaan yang tak dimiliki oleh bulan lain pada umumnya.
Untuk itu, jangan sampai kita yang masih diberikan nikmat kesehatan serta umur panjang untuk bersua dengan bulan idaman ini, menyia-nyiakannya begitu saja semua fadhilah yang ada di dalamnya.
Untuk mencapai keutamaan Ramadan, seluruh umat Islam pun berlomba melakukan anjuran-anjuran ibadah di dalamnya.
Seperti sholat tarawih yang tampak padat baik di masjid-masjid maupun mushola, tadarus Al Quran yang terdengar syiar hampir di tiap-tiap sudut desa dan kota.
Lalu ada pula sedekah takjil yang biasanya banyak sekali kita jumpai pada masjid-masjid yang berada di pinggir jalan, dan masih banyak lagi yang lainnya. Itu semua dilakukan demi meraih keutamaan bulan suci ini.
Termasuk keutamaan tersebut, terdapat 3 kado spesial bulan suci Ramadan, yakni kasih sayang Allah SWT (rahmat), maghfirah atau ampunan, dan terbebas dari api neraka (masuk ke surgaNya). Di dalam salah satu hadisnya, Nabi Muhammad SAW bersabda:
أَوَّلُ شَهْرِ رَمَضَانَ رَحْمَةٌ، وأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرَهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ
“Permulaan bulan suci Ramadan merupakan rahmat, sementara itu masuk pada pertengahannya adalah ampunan, dan yang terakhirnya ialah pembebasan dari api dan siksa neraka.” (Ibnu Khuzaimah).
Memang, kualitas dari hadits di atas adalah lemah atau dhaif, seperti yang dipaparkan oleh Imam as-Suyuthi di dalam kitabnya, Jami’ul Ahadits.
Pasalnya, dalil di atas adalah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah di dalam kitab Shahih-nya dan sumbernya ialah dari Ali ibn Jad’an yang para ulama memvonisnya sebagai orang yang dhaif.
Sementara itu, orang yang meriwayatkan hadits di atas yaitu berasal dari Ali ibn Zaid yaitu Yusuf bin Ziyad yang divonis sebagai dhaif jiddan (dhaif parah). (Imam Suyuti, Jami’ul Ahadits, t.t. juz 23, halaman 176)
Kendati begitu, hadits dhaif yang menerangkan tentang fadhailul a’mal atau keutamaan amal ibadah seperti keutamaan puasa Ramadan di atas, para ulama membolehkan untuk disampaikan ke publik serta diamalkan.
Selagi hal tersebut tidak berhubungan dengan aqidah, misalnya menerangkan keesaan Allah atau mengenai hukum syariat (hukum sholat, puasa, dan lain sebagainya).
Hadirin yang dimuliakan Allah SWT,
Mendapatkan rahmat atau kasih sayang dari Allah subhanahu wa ta’ala adalah sesuatu hal yang begitu penting dan harus sebisa mungkin kita raih sebagai seorang muslim.
Karena, peran rahmat Allah SWT sangatlah besar untuk seorang hamba di akhirat nanti.
Bisa jadi seseorang adalah hamba yang rajin beribadah, taat, dan lain sebagainya.
Namun, apabila tidak mendapatkan rahmat dari Allah SWT maka amal ibadahnya tidak diterima. Naudzubillah, amalnya hanya lah sia-sia belaka.
Sehubungan dengan hal tersebut, penting untuk kita ketahui kisah seorang hamba yang taat beribadah selama 500 tahun, namun dirinya masuk surga bukan lantaran ibadahnya, tetapi karena rahmat Allah. Kisah tersebut diriwayatkan oleh al-Hakim di dalam al-Mustadroknya.
Alkisah, kala itu malaikat Jibril bercerita kepada Rasulullah SAW, “Hai, Muhammad! Demi Allah yang sudah menugaskan engkau untuk menjadi seorang nabi.
Allah punya seorang hamba yang ahli ibadah. Hamba itu hidup serta beribadah di atas gunung selama 500 tahun lamanya.
Singkat cerita, hamba tersebut memohon terhadap Allah SWT agar mencabut nyawanya dalam kondisi sujud serta jasadnya sampai hari kiamat tiba tetap utuh.
Lantas Allah SWT mengabulkan doanya. Begitu di alam akhirat, Allah berkata pada hamba tersebut, “Hamba-Ku, engkau Aku masukkan ke dalam surga berkat RahmatKu!”
Hamba itu kemudian menyangkal. Semestinya, protes dia, yang menjadikannya masuk ke dalam surga ialah berkat ibadahnya selama ratusan tahun tersebut, bukan lantaran rahmat Allah SWT.
Alhasil sesudah dihitung, ternyata berat rahmatNya lebih besarketimbang amal ibadah yang ia lakukan.
Allah SWT akhirnya memerintahkan malaikat untuk memasukkan hamba tersebut ke dalam neraka.
Sebelum ia dimasukkan ke dalam neraka, hamba tersebut mau mengakui bahwasanya rahmat Allah SWT memang lebih besar dan yang dapat menjadikannya masuk surga. Ia pun tak jadi dimasukkan ke neraka. (Abul Laits as-Samarqandi, Tanbihul Ghafilin, t.t, halaman 63)
Kisah diatas juga dipertegas dengan hadits riwayat dari al-Hasan yang dicatat oleh Abul Laits as-Samarqandi di dalam Tanbihul Ghafilin yang bunyinya:
دَلَاءُ أُمَّتِي لَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ بِكَثْرَةِ صَلَاةٍ وَلَا صِيَامٍ، وَلَكِنْ يَرْحَمُهُمُ اللَّهُ تَعَالَى بِسَلَامَةِ الصُّدُورِ، وَسَخَاوَةِ النَّفْسِ، وَالرَّحْمَةِ لِجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ
“Wali abdal (sekelompok wali Allah) dari umatku tak akan masuk ke dalam surga lantaran mengerjakan sholat dan menunaikan ibadah puasa, melainkan karena Allah SWT merahmati mereka sebab punya hati yang bersih, memiliki jiwa yang dermawan, dan juga menyayangi terhadap sesama muslim”. (Abul Laits as-Samarqandi, Tanbihul Ghafilin, 2016: halaman 63)
Demikian tadi pentingnya kita memanfaatkan momen di bulan Ramadan ini demi meraih rahmat Allah SWT. Akan tetapi bukan berarti lantas kita menomorduakan ibadah dengan alasan mencari rahmat Allah lebih utama.
Justru dengan ibadah inilah kita mampu menunjukkan ketaatan terhadap Allah SWT yang merupakan salah satu faktor mendapatkan rahmatNya.
Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga Ramadan di tahun ini akan lebih baik daripada Ramadan sebelumnya. Wallahu a’lam.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
Itulah contoh ceramah singkat tentang puasa Ramadan beserta dalilnya yang dapat dijadikan sebagai referensi kultum sholat tarawih pertama.
Halaman:



