Advertisement
Source : freepik.com/brgfx

9 Contoh Cerita Fabel beserta Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan Koda Lengkap

Memahami contoh cerita fabel beserta orientasi, komplikasi, resolusi dan koda itu penting supaya tahu strukturnya dengan baik.

17 November 2025 Ikki Riskiana

4. Contoh Cerita Fabel beserta Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan Koda tentang Kancil dan Anjing Pemburu

Disebuah hutan ada pemburu ditemani anjingnya yang dilatih untuk memburu hewan-hewan di hutan. Pemburu melihat kancil sedang makan di tengah aksi perburuannya. Ia berusaha mengejar sang kancil sampai tertangkap dan dimasukkan ke dalam kandang. Sang kancil termasuk hewan yang cerdik, ia berusaha keluar dari kandang dengan menipu anjing pemburu. Kancil berkata bahwa ialah yang disayang oleh pemburu karena selalu diberi makanan, ia juga berkata bahwa anjing tadi akan digantikan olehnya.

Kancil terus menipu “Bayangkan kalau sebentar lagi kau dibuang oleh majikanmu, diusir dari rumahnya yang nyaman ini, bagaimana kau bisa hidup nyaman wahai Anjing?” Tanpa pikir lagi Anjing langsung membuka pintu kandang “Segeralah kau pergi Kancil, jauh-jauhlah dari sini agar majikanku tidak menemukanmu lagi” usirnya. Seketika kandang dibuka Kancil langsung lari menjauh tanpa sedikitpun menoleh. 

Sementara Anjing pemburu merasa bahagia membayangkan masa hidupnya akan lebih terjamin karena tidak ada saingan lagi. Tak lama kemudian pemburu pulang dan menghampiri kandang sambil membawa makanan Kancil. Mengetahui kandang kosong dalam keadaan terbuka pemburu marah. “Hai Anjing, aku suruh kau menjaga Kancil, mengapa bisa lepas?”. Mendengar tuannya murka Anjing ketakutan, “maaf Tuanku, tadi aku lupa mengunci kandang”. Tanpa pikir panjang, Pemburu mengokang senjata dan menembakkannya ke arah Anjing hingga meninggal. 

Contoh cerita fabel beserta orientasi, komplikasi, resolusi dan koda di atas mengenalkan tokoh pemburu, anjingnya dan kancil yang cerdik. Aktifitas biasa bahwa pemburu selalu mencari hewan untuk dimakan atau dijual.

Kemudian berlanjut pada bagian komplikasi dimana kancil tertangkap dan dimasukkan kandang.

Contoh cerita beserta orientasi, komplikasi, resolusi dan koda pada bagian ini berlanjut pada konflik kancil dan anjing yang merupakan akal kancil sendiri.

Contoh cerita fabel beserta orientasi, komplikasi, resolusi dan koda lalu berakhir dengan nasib Anjing yang dihukum majikannya. Ini merupakan resolusi atau akhir dari cerita sekaligus merupakan pelajaran. 

Kemudian terakhir dari cerita ini sebagai pesan moralnya adalah jangan langsung percaya pada orang baru. Apalagi jika bukan teman, bisa jadi yang dikatakan adalah tipuan.

5. Contoh Cerita Fabel beserta Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan Koda Tentang Gajah Baik Hati

Di suatu hutan tinggallah seekor Gajah, tubuhnya tinggi, besar, gemuk, belalainya panjang dan kuat, sepasang gadingnya juga besar kokoh. Gajah itu sangat baik hati, ia selalu memberi makanan kepada binatang-binatang kelaparan. Ia juga selalu memberikan pertolongan kepada yang kesusahan, baik binatang besar maupun binatang kecil seperti tikus dan semut.

Pada suatu hari Gajah sengaja melakukan perjalanan berkeliling hutan dan bertemu dengan Harimau yang sedang kesakitan. Harimau itu tertimpa pohon tumbang akibat hujan semalam. ‘’Gajah, gajah, tolong aku!’’ kata Harimau sambil menahan rasa sakit. Mendengar teriakan Harimau, Gajah langsung mengangkat pohon yang menghimpit tubuhnya dengan belalai. ‘’Terima kasih kawan!’’ ucap Harimau yang langsung pergi meninggalkannya. 

Kembali Gajah berjalan, ia melihat kawanan semut yang hendak menyeberang sungai namun arus sangat deras. “Hai semut, apa yang kalian lakukan di sini arus sungai sangat deras”. “Hai Gajah, kami harus menyeberang karena sedang mencari makanan”. Kemudian Gajah mematahkan beberapa ranting pohon kemudian meletakkannya melintang supaya jadi jembatan bagi semut. 

Di satu kesempatan lain, Gajah sedang berjalan sambil mencari makan. Namun karena kurang waspada kakinya menyentuh tali jebakan. Tali itu menjerat kakinya hingga menyebabkannya tergantung secara terbalik. Gajah hanya bisa berteriak kesakitan, hingga terdengar oleh Harimau. Pada kesempatan yang sama semut melihat dari kejauhan posisi Gajah tersebut. Kedua hewan tersebut bergegas ke arahnya untuk membantu. 

Harimau menggigit pangkal tali yang terikat pada pohon sampai putus. Sehingga Gajah terlepas dan jatuh ke tanah. Semut bergegas membawakan dedaunan berkhasiat obat untuk dilekatkan pada luka jeratan. Seperti itulah, kebaikan Gajah dibalas oleh binatang lain yang pernah ditolongnya.

Contoh cerita fabel beserta orientasi, komplikasi, resolusi dan koda di atas tokoh sentralnya adalah Gajah. Badannya yang kokoh didukung dengan rasa belas kasihan pada sesama menjadikannya memiliki sifat penolong.

Contoh fabel beserta orientasi, komplikasi, resolusi dan koda di sini tidak terlalu ada konflik. Permasalahan terjadi pada diri Gajah sendiri yang secara tidak sengaja terjerat tali jebakan.

Contoh cerita fabel beserta orientasi, komplikasi, resolusi dan koda langsung pada resolusi atau penyelesaian. Yaitu teman-teman yang pernah ditolongnya datang, bekerja sama untuk membantunya lepas dari jeratan.

Pesan moral atau bagian koda adalah bahwa kebaikan akan berbalas kebaikan pula. Meski yang kita lakukan tidak seberapa membantu orang lain, namun bisa jadi akan kita tuai pada saat paling genting.

5 Contoh Cerita Fabel Panjang beserta Struktur dan Pesan Moralnya, Lengkap!

6. Contoh Cerita Fabel beserta Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan Koda Kancil ingin Jadi Merak

Di suatu hutan hidup sekawanan Kancil bertetangga dengan burung merak. Salah satu Kancil bernama Midi sangat mengagumi paman Merak tetangganya sejak kecil. Pada beberapa kesempatan Midi melihatnya mengepakkan bulu ekor yang ternyata sangat indah memukau mata. 

Sering sekali Midi bertanya pada ibunya, “Bu, bisakah aku memiliki bulu ekor yang indah seperti paman Merak?” Ibu menjawab “Tidak bisa Midi, kita bukan merak, melainkan kancil”. Sudah sejak lama Midi ingin memiliki bulu cantik layaknya merak. Tidak puas dengan jawaban ibu, Kancil lalu mendatangi paman Merak. “Paman, bisakah aku memiliki ekor sepertimu?” Paman Merak tertawa “Haha. Mana bisa Midi, kita ini berbeda”. Melihat wajah Midi langsung pias, Paman Merak merasa iba. “Apakah kamu benar-benar ingin memiliki ekorku?” Dengan berbinar Midi menjawab “benar paman”. Baiklah, ambil ekorku yang sudah rontok, kau boleh memilikinya.

Midi sangat girang, dikumpulkannya semua ekor rontok paman Merak dan dibawanya pulang. Sesampainya di rumah, ia meminta tolong pada ibu dan saudara-saudaranya untuk memasangkannya pada tubuhnya. Ibu memperingatkan, “untuk memasangnya kita perlu getah sebagai perekat Midi, kita harus mencarinya terlebih dahulu”. “Baik ibu, aku akan cari”. Setelah dikumpulkannya getah pepohonan lalu segeralah ekor tersebut dipasang. Midi sangat bahagia melihat bayangannya di air sangat cantik dengan ekor merak tersebut. Hingga ia enggan melepasnya.

Keesokan harinya, Midi merasa lelah karena tidak bisa tidur seperti biasanya. Ekor buatannya sangat mengganggu, hingga ia hanya bisa beristirahat dalam posisi berdiri. Ia lalu meminta bantuan keluarganya kembali untuk melepas semua ekor tersebut. Sayang, perekatnya sangat kuat hingga menyebabkan kulitnya ikut terkelupas saat ekor dilepas. Midi sangat kesakitan dengan luka tersebut. Ia menangis, dan berjanji untuk tidak akan memasang ekor merak itu lagi.

Contoh cerita fabel beserta orientasi, komplikasi, resolusi dan koda di atas dimulai dengan pengenalan tokoh utama yaitu Midi si kancil. Juga beberapa keluarganya serta tokoh lain yaitu Paman Merak.

Komplikasi terjadi saat Midi menginginkan ekor merak pada dirinya. Padahal ia adalah seekor Kancil.

Konflik berlanjut dengan memasangkan ekor-ekor merak di tubuhnya menggunakan getah, yang kemudian tidak dapat dilepas.

Resolusinya adalah pelepasan ekor yang menyebabkan Midi tak bisa tidur dengan nyenyak itu. Namun ini juga masih menyisakan permasalahan sebab justru membuat kulit tubuhnya terkelupas.

Pesan moralnya adalah, bahwa kita harus jadi diri sendiri. Bangga dengan kepunyaan dan kemampuan diri sendiri. Boleh mengagumi orang lain, namun bukan berarti kita juga harus menjadi orang lain.

Halaman:

Advertisement