17 Contoh Cerita Fabel Singkat Bahasa Inggris beserta Pesan Moral dan Terjemahannya
Mempelajari berbagai contoh cerita fabel singkat Bahasa Inggris berikut artinya dapat sangat membantu dalam menemukan pesan moral.
Terjemahan
Suatu hari si kucing ingin hidup sendiri tanpa keluarganya, karena dia merasa bisa hidup sendiri dengan baik. Dalam perjalanan, ia berhenti di samping sebuah keluarga ayam. Di suatu pagi yang cerah, kucing marah karena ayam telah membangunkan tidurnya,
“Hei, hen, betapa kasarnya kau membangunkanku dan anak-anak jelekmu.” kata kucing itu. Keluarga ayam sangat marah, mereka mengusir kucing itu dan kucing itu pergi dengan marah.
Karena gajah sangat lelah sehingga kucing tidur di bahu gajah, dia secara tidak sengaja menjatuhkan kucing ketika bangun dari tidurnya.
“Hei gajah malas, mengapa kamu membuatku pingsan, kamu ingin membunuhku?” kucing yang marah “Aduh, kamu cantik sekali”. kata gajah sambil mendekat.
Kucing itu mencakar gajah dan membuat gajah sangat marah hingga jatuh menimpa kucing.
Kucing itu sangat kesal dan juga lapar, ia mencoba mencari makan di tanah dan akhirnya menemukan cacing.
“Kamu kucing yang cantik, tapi kenapa kamu mengambil makananku?” kata cacing itu. “Semua hewan mengetahui kecantikanku, jadi aku bisa melakukan apa yang aku mau,” kata kucing itu dengan angkuh.
“Kamu kucing sombong! Bisakah kamu bertahan hidup di bumi?” kata cacing.
“Haha, itu hal kecil!” kucing sepele
Akhirnya mereka membuat kesepakatan. Sehari setelah kucing itu berada di tanah, beberapa cacing mencoba melihatnya. Sayangnya, kucing itu mati, beberapa cacing memberi tahu keluarga kucing ini. Tetapi ketika keluarganya tiba, singa memakan kucing sombong yang mati itu.
Pesan moral yang bisa diambil dari contoh cerita fabel singkat bahasa Inggris tentang Kucing dan Cacing di atas adalah jangan sombong. Istilah ada langit di atas langit sangat menggambarkan kesombongan sang Kucing.
7. A Rabbit and Twenty Crocodiles
Lainnya, contoh cerita fabel singkat bahasa Inggris tentang kelinci dan dua puluh ekor buaya. Apakah ceritanya akan mirip seperti Monyet? Mari simak detail ceritanya berikut ini!
The river will be crossed by a rabbit, but he cannot swim. He has a thought. The crocodile’s head, which was swimming in the river, was called by the man.
What percentage of crocodiles inhabit this river? Rabbit queries the crocodile’s head.
There are twenty tails present. Crocodile Head responded.
The rabbit queries, “Where are they?”
“What for?” roared the crocodile’s head.
“Since you’re all good, please line up frequently,” I said.
The chief then marched routinely after calling out all of his pals. The Rabbit then begins the calculation by leaping from one Crocodile to another, counting from one to twenty and giving thanks to each one of them for allowing him to cross the river.
Terjemahan
Kelinci ingin menyeberangi sungai, tetapi dia tidak bisa berenang. Dia punya ide. Dia memanggil kepala buaya yang berenang di sungai.
Kelinci bertanya kepada buaya: “Berapa banyak buaya yang ada di sungai ini?”
“Kami ada dua puluh orang di sini,” jawab kepala buaya.
“Kamu ada di mana?” tanya kelinci. “Untuk alasan apa?” tanya kepala buaya.
“Kalian semua baik-baik saja, jadi aku ingin kalian berbaris secara teratur.”
Buaya kepala kemudian memanggil semua temannya dan membuat pengaturan. Kemudian kelinci mulai menghitung, melompat dari satu buaya ke buaya lainnya hingga berhasil menyeberangi sungai.
Pesan moral dari contoh cerita fabel singkat bahasa Inggris di atas adalah tentang bagaimana seekor kelinci dapat memanfaatkan situasi dengan baik.
Kecerdikan kelinci membuatnya bisa mendapatkan tujuannya sekalipun melalui masa berbahaya.
8. The Mouse and The Elephant
Berikutnya yang akan menjadi contoh cerita fabel singkat bahasa Inggris terakhir tentang Tikus dan Gajah. Penasaran, seperti apa kisahnya? Mari simak kisahnya berikut ini!
An elephant was once strolling through the forest. He trampled a mouse.
“You are so large and powerful. How come you stepped on me? The Mouse was furious.
“I apologize. I missed seeing you, the Elephant said.
The Mouse said, “Now you have to carry me on your back.
This appealed to the Elephant, who then picked up the Mouse. He initially carried him on his back, but as he continued, he grew weary and laid him down.
The Mouse said, “Now you have to take me all the way to my house
This time, the Elephant scooped up the Mouse again because he believed it was a good idea. He transported him all the way to his house, where he placed him.
Terjemahan
Suatu hari seekor gajah sedang berjalan-jalan di hutan. Dia tidak sengaja menginjak tikus.
“Kamu sangat besar dan kuat. Kenapa kamu menginjakku?” Tikus itu marah.
“Maaf. Aku tidak bisa melihatmu.” Gajah membela diri.
“Sekarang kamu harus menggendongku di punggungmu.” kata tikus.
Gajah mengira itu adalah ide yang bagus dan kemudian mengambil tikus itu. Dia menggendongnya sebentar, tapi kemudian dia lelah dan menurunkannya.
“Sekarang kau harus mengantarku pulang.” kata tikus. Gajah mengira ini adalah ide yang bagus dan mengambil tikus itu lagi. Dia membawanya sampai ke rumahnya dan kemudian menurunkannya.
“Terima kasih sudah menggendongku.” kata tikus.
9. The Wise Turtle and the Impatient Fish
One quiet morning in a peaceful river, a young fish swam in circles, grumbling loudly. “Why is the world so slow?” he complained. “I want everything to happen quickly. Swimming fast, eating fast, growing fast—I hate waiting!”
Nearby, a wise old turtle lifted his head and chuckled softly. “Little fish, patience is part of life. Good things take time.”
The fish rolled his eyes. “Easy for you to say! You’re slow, Turtle. I want to reach the end of the river today.”
Seeing the fish’s stubbornness, the turtle said, “Then go ahead. But rushing may lead to danger.”
Ignoring him, the fish darted away at full speed. He passed rocks, weeds, and narrow tunnels he had never seen before. Soon he reached a dark area where a bird swooped down, trying to catch him.
Terrified, the fish hid behind a stone until the bird left.
Exhausted, he swam back and met the turtle again. “Maybe… going slowly isn’t so bad,” he admitted.
The turtle smiled. “In life, speed is useful, but wisdom keeps you safe.”
The fish finally understood that patience and caution could prevent trouble.
Terjemahan
Suatu pagi yang tenang di sungai yang damai, seekor ikan muda berenang berputar-putar sambil mengeluh keras. “Mengapa dunia begitu lambat?” gerutunya. “Aku ingin semuanya terjadi cepat. Berenang cepat, makan cepat, tumbuh cepat—aku benci menunggu!”
Di dekatnya, seekor kura-kura tua yang bijak mengangkat kepala dan tertawa kecil. “Ikan kecil, kesabaran adalah bagian dari kehidupan. Hal baik membutuhkan waktu.”
Ikan itu memutar matanya. “Mudah bagimu mengatakannya! Kamu lambat, Kura-kura. Aku ingin mencapai ujung sungai hari ini.”
Melihat keras kepalanya, kura-kura berkata, “Kalau begitu pergilah. Tapi terburu-buru bisa membawamu ke bahaya.”
Mengabaikan itu, si ikan melesat secepat mungkin. Ia melewati batu, rumput sungai, dan terowongan sempit yang belum pernah dilihatnya.
Tak lama kemudian ia sampai di daerah gelap di mana seekor burung menyambar mencoba menangkapnya. Ketakutan, ia bersembunyi di balik batu hingga burung itu pergi.
Lelah, ia kembali dan bertemu kura-kura lagi. “Mungkin… bergerak pelan tidak terlalu buruk,” akunya.
Kura-kura tersenyum. “Dalam hidup, kecepatan itu berguna, tapi kebijaksanaan membuatmu selamat.”
Si ikan akhirnya memahami bahwa kesabaran dan kehati-hatian bisa mencegah masalah.
10. The Jealous Rooster and the Sunrise
A proud rooster lived on a farm and believed he was the most important animal there. Every morning he crowed loudly, thinking his voice was the reason the sun rose. He puffed his chest and said, “Without me, the sun would never shine.”
One night, a sly fox overheard him and formed a plan. “If I keep the rooster quiet, the sun won’t rise, and the whole farm will panic,” the fox thought.
Before dawn, the fox sneaked into the yard and tried to grab the rooster. Startled, the rooster flew to a high branch where the fox couldn’t reach him.
The rooster watched the horizon and to his shock, the sky slowly brightened even though he hadn’t crowed yet. The sun rose beautifully without waiting for his voice.
Ashamed, the rooster realized he had been wrong. He crowed softly that morning, not out of pride, but to greet the new day humbly.
From that day on, he no longer bragged, knowing the world didn’t revolve around him.
Terjemahan
Seekor ayam jantan yang sombong tinggal di sebuah peternakan dan percaya bahwa dialah hewan paling penting di sana. Setiap pagi ia berkokok keras, mengira suaranya adalah alasan matahari terbit. Ia membusungkan dada dan berkata, “Tanpaku, matahari tidak akan bersinar.”
Suatu malam, seekor rubah licik mendengar dan menyusun rencana. “Jika aku membuat ayam jantan itu diam, matahari tidak akan terbit, dan seluruh peternakan akan panik,” pikir rubah.
Sebelum fajar, rubah menyelinap masuk dan mencoba menangkap ayam jantan. Terkejut, ayam jantan terbang ke dahan tinggi yang tidak bisa dijangkau rubah.
Ia melihat cakrawala, dan betapa terkejutnya ia ketika langit perlahan menjadi terang meski ia belum berkokok. Matahari terbit dengan indah tanpa menunggunya.
Malu, ayam jantan sadar ia salah. Ia berkokok pelan pagi itu, bukan karena sombong, melainkan menyambut hari dengan rendah hati.
Sejak hari itu ia tak lagi menyombongkan diri karena tahu dunia tidak berputar di sekelilingnya.
11. The Forgetful Camel
In a large desert, a camel wandered restlessly. He often complained about his long legs, his hump, and his slow walking pace. “Why do I look so strange? Other animals look normal,” he said every day.
One evening, a sandstorm approached. Small animals quickly hid in burrows, but the camel remained outside, not understanding the danger. As the storm grew stronger, winds pushed fiercely and sand swirled everywhere.
The camel tried to run, but his long legs sank into the sand. Instead of helping, he thought his legs were a burden. But soon he realized something: while other animals struggled for air, his long legs kept his body higher from the thick sand, and his hump provided water he needed to stay hydrated.
When the storm finally ended, the camel was the only one still able to stand comfortably.
A passing desert fox said, “You are built perfectly for this place. Don’t complain about gifts you don’t understand.”
The camel never forgot this lesson.
Terjemahan
Di padang pasir luas, seekor unta berjalan gelisah. Ia sering mengeluh tentang kaki panjangnya, punuknya, dan langkahnya yang lambat. “Kenapa aku terlihat aneh? Hewan lain tampak normal,” katanya setiap hari.
Suatu sore, badai pasir datang. Hewan kecil segera bersembunyi di liang, tetapi unta tetap di luar karena tidak memahami bahayanya. Saat badai makin kuat, angin bertiup kencang dan pasir berputar di mana-mana.
Unta mencoba berlari, tetapi kakinya terbenam dalam pasir. Ia mengira kaki panjangnya merepotkan. Namun ia segera sadar: sementara hewan lain kesulitan bernapas, kaki panjangnya membuat tubuhnya lebih tinggi dari gumpalan pasir tebal, dan punuknya menyediakan cadangan air yang ia butuhkan.
Ketika badai akhirnya reda, unta adalah satu-satunya yang masih berdiri dengan nyaman.
Seekor rubah gurun lewat dan berkata, “Tubuhmu diciptakan sempurna untuk tempat ini. Jangan mengeluh tentang anugerah yang tidak kamu pahami.”
Unta itu tak pernah melupakan pelajaran itu.
Halaman:

